![]() |
| Foto: Getty Images/iStockphoto/NataliaLeb |
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pelaksanaan imunisasi tetap berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. Hal ini disampaikan setelah hasil kajian kausalitas terhadap laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius pada bayi di Kabupaten Kampar, Riau.
Bayi perempuan berusia tiga bulan tersebut meninggal dunia setelah menerima imunisasi DPT-Hb-Hib, PCV, OPV, dan Rotavirus pada 20 Agustus 2026. Hasil kajian yang dilakukan pada 27 Agustus 2026 mengklasifikasikan kejadian tersebut sebagai 'inkonsisten, reaksi akibat kondisi penyerta di luar vaksin'.
Ketua Komnas KIPI Prof Dr dr Hindra Irawan Satari mengatakan bukti yang tersedia tidak menunjukkan adanya hubungan antara vaksinasi dengan kondisi yang dialami bayi.
"Berdasarkan hasil kajian kausalitas yang dilakukan, kejadian pada bayi perempuan dinyatakan inkonsisten, yaitu berkaitan dengan kondisi kesehatan lain di luar vaksinasi," beber Hindra melalui siaran pers, Selasa (6/10/2026).
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya infeksi pada paru-paru dan infeksi bakteri. Bayi didiagnosis mengalami pneumonia disertai sepsis.
"Berdasarkan informasi dan hasil pemeriksaan yang tersedia, tidak ditemukan bukti vaksinasi menyebabkan kejadian tersebut," sambungnya.
Bayi tersebut mendapat imunisasi DPT-Hb-Hib 2, PCV 1, OPV 3, dan Rotavirus 2 di Posyandu Melati, Bangkinang Kota, pada 20 Agustus 2026.
Sekitar tujuh jam setelah imunisasi, bayi mengalami demam. Kondisinya kemudian disertai sesak napas dan kejang berulang hingga akhirnya mendapat penanganan di RSUD Bangkinang.
Berdasarkan pemeriksaan di rumah sakit, bayi didiagnosis pneumonia dan sepsis serta menjalani perawatan intensif. Kondisinya memburuk dan bayi dinyatakan meninggal dunia pada 22 Agustus 2026.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Riau bersama Komda KIPI Riau dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar melakukan investigasi. Langkah yang dilakukan antara lain mengunjungi keluarga pasien, mengumpulkan informasi, menelusuri kondisi pasien, serta menelaah data pelayanan imunisasi, vaksin, dan pengelolaan rantai dingin.
Imunisasi Tetap Dilanjutkan
Direktur Imunisasi Kemenkes dr Indri Yogyaswari menegaskan imunisasi tetap penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Karena itu, dia meminta masyarakat tetap mengikuti jadwal imunisasi yang telah ditetapkan.
"Imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang terbukti efektif dalam melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Oleh karena itu, pelaksanaan imunisasi harus tetap dilanjutkan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku," kata Indri.
Dia menyebut salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah Bulan Imunisasi Kejar yang berlangsung pada 1-31 Oktober 2026. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan perlindungan anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
Indri juga menegaskan mutu dan keamanan vaksin menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan imunisasi. Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui evaluasi dan pengawasan sesuai ketentuan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Keamanan vaksin juga terus dipantau melalui sistem surveilans KIPI. Setiap laporan dugaan KIPI serius akan ditindaklanjuti melalui investigasi dan kajian sesuai mekanisme yang berlaku.
"Kami memahami kekhawatiran orang tua ketika terjadi kondisi kesehatan setelah imunisasi. Namun, kejadian yang muncul setelah imunisasi tidak selalu berarti disebabkan oleh vaksin," ujarnya.
"Setiap kejadian perlu ditelaah berdasarkan data klinis dan bukti ilmiah melalui mekanisme investigasi dan kajian KIPI yang berlaku," sambung Indri.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Riau melakukan sejumlah langkah perbaikan untuk menjaga kualitas dan keselamatan penyelenggaraan imunisasi di seluruh kabupaten dan kota. Upaya tersebut meliputi pembinaan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi terhadap tenaga kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan.
Setiap tenaga vaksinator juga diarahkan memahami dan menerapkan SOP, mulai dari skrining sasaran, pemberian imunisasi, pengelolaan dan penyimpanan vaksin, pemeliharaan rantai dingin, observasi pascaimunisasi, penanganan KIPI, hingga mekanisme rujukan.
Kemenkes bersama pemerintah daerah pun mengajak orang tua tetap melengkapi imunisasi anak sesuai jadwal. Informasi mengenai imunisasi dan kejadian setelah imunisasi akan terus disampaikan secara terbuka dan berbasis data.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kemenkes Pastikan Kasus Bayi di Riau Meninggal Tak terkait Vaksin, Ini Temuannya"
