Hagia Sophia

13 October 2026

Warga Jepang Banyak Makan Nasi Tapi Tidak Obesitas

Ilustrasi (Foto: Getty Images/Wissawa Chamaboon)

Kebiasaan makan warga Jepang sempat membuat seorang dokter jantung asal Indonesia terkejut. Porsi makan yang terlihat cukup banyak, ternyata tidak serta-merta membuat masyarakat di Negeri Sakura mengalami obesitas.

Seperti yang diketahui, obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung karena memaksanya bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh serta memicu berbagai gangguan metabolik.

Seperti yang dialami dokter spesialis jantung, dr Vito A Damay, SpJP yang beberapa waktu lalu bercerita pengalamannya ketika bekerja bareng dengan salah satu rumah sakit di Jepang.

"Di sana itu mereka makan ramen pakai nasi. Tapi, tau nggak di sana obesitas ada berapa? 4,5 persen. Di Indonesia, obesitas itu 23-33 persen range-nya," kata dr Vito di Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

"Coba kita hitung di satu ruangan (di Indonesia) pasti yang obesitas itu pasti ada," sambungnya.

Hal ini berbeda dengan di Jepang yang ditemui dr Vito. Dirinya mencontohkan bahwa di rumah sakit di Jepang, mulai dari dokter hingga perawat tidak ada yang kelebihan berat badan.

"Padahal makannya kayak gitu (porsi cukup banyak). Nasi tuh memang mereka atur, berapa gram gitu. Tapi porsinya gede banget," katanya.

Kunci Angka Obesitas Jepang Rendah

Dikutip dari Fox News, seorang YouTuber Jepang bernama Yoko Ishii menjelaskan mengapa angka obesitas di negaranya terbilang rendah.

1. Makan Seimbang Sejak Dini
Menurutnya, negara Jepang sudah menerapkan pola hidup sehat sejak anak-anak, bahkan di usia sekolah dasar. Secara khusus, anak-anak belajar nutrisi tentang makan sehat.

2. Aktif Olahraga
Ishii menuturkan, sejak kecil masyarakat Jepang telah membentuk gaya hidup yang banyak melibatkan aktivitas fisik, bahkan mereka memilih berjalan kaki dibandingkan diantar ke sekolah.

Apabila jarak sekolah terlalu jauh, biasanya siswa di Jepang lebih sering naik kereta api atau naik sepeda. Ditambah lagi, siswa di Jepang aktif mengikuti kelas pendidikan jasmani yang tersedia di sekolah.

3. Kesadaran Kesehatan Lewat Program TV
Pemerintah setempat secara masif membentuk pola hidup warganya menjadi sehat melalui banyak platform, salah satunya adalah program TV. Misalnya, dalam acara TV di Jepang, terdapat kuis pengetahuan kesehatan dan nutrisi makanan.

"Kita harus mengetahuinya dan jika tidak, itu akan memalukan. Kami sangat bersemangat untuk mempelajarinya sehingga kami dapat bersaing dengan orang lain," kata Ishii.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dokter Jantung RI Kaget Warga Jepang Makan Banyak Nasi Tapi Nggak Obesitas"