Hagia Sophia

03 November 2022

Update COVID-19: 3 November 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 4.951 dan 42 Meninggal

istimewa


Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 4.951, Kamis (3/11/2022). Sementara itu, pasien sembuh bertambah 2.882 kasus, meninggal bertambah 42 kasus.

Tercatat ada sebanyak 32.080 kasus aktif, 66.257 spesimen yang diperiksa, dan 5.462 suspek yang diamati.

Kanker Payudara Merupakan Jenis Kanker yang Paling Banyak Ditemukan

Kanker payudara meningkat di usia muda (Foto: Getty Images/iStockphoto/razyph)

Kanker menjadi salah satu penyakit dengan beban biaya terbesar di Indonesia. Ternyata jenis kanker yang paling banyak ditemukan merupakan kanker payudara, tidak hanya mengintai wanita, tetapi pria juga mengalaminya.

Meski begitu, angka kasus kanker payudara pada pria relatif lebih kecil ketimbang wanita. Secara umum, mengacu data Riskesdas 2018, prevalensi kanker tercatat meningkat 28 persen.

Penularan HPV Bisa Melalui Penggunaan Toilet Umum Secara Bergantian

HPV bisa menular di toilet umum? (Foto: Getty Images/iStockphoto/Creative life, looking for speci)

Kerap beredar informasi, sejumlah penyakit seksual bisa menular lewat penggunaan toilet umum. Rupanya benar, dokter menyebut penggunaan toilet umum secara bergantian bisa menjadi medium penularan human papillomavirus (HPV), yakni virus penyebab kanker serviks. Lantas, apa yang bisa diupayakan wanita untuk mencegah risiko penularan HPV dari penggunaan toilet umum?

Diketahui, mayoritas kasus penularan HPV terjadi melalui aktivitas seksual. Namun spesialis kandungan dan ginekologi, dr Cindy Rani Wirasti SpOG menjelaskan HPV juga bisa melalui kontak non seksual. Misalnya, melalui penggunaan toilet umum secara bergantian.

Pasien Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal Tak Bisa Sembuh dengan Cuci Darah

ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Marcela Ruth Romero

Mayoritas pasien dengan gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) di Indonesia tak bisa sembuh meski sudah melakukan proses hemodialisis atau cuci darah. Temuan ini tentunya cukup mengejutkan banyak pihak lantaran sangat berbeda dengan penyakit gangguan ginjal akut yang sudah pernah ada sebelumnya.

Menurut dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Brawijaya Depok, dr Ambarsari Sri Nirmaladewi, MSc, SpA, cuci darah bukanlah terapi yang tepat untuk pasien gangguan ginjal akut yang disebabkan oleh etilen glikol atau zat berbahaya.

Bayi Baru Lahirpun Bisa Terpapar HPV, Mungkinkah?

ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/monkeybusinessimages)

Memang benar, sebagian besar kasus infeksi human papillomavirus (HPV), yakni virus yang memicu kanker serviks, menular melalui aktivitas seksual. Namun dokter menjelaskan, tak selalu penularan virus tersebut disebabkan kecenderungan seks bebas. Sebab pada beberapa kasus, bayi yang baru lahir ketahuan terpapar HPV. Bagaimana bisa?

Spesialis penyakit dalam dan vaksinolog, dr Dirga Sakti Rambe, MSc, SpPD menjelaskan, HPV bisa menular lewat kontak seksual dan non seksual. Ia mencontohkan, bayi bisa terpapar HPV dari ibunya.

Beberapa Tanda Henti Jantung yang Wajib Diketahui Berikut Pertolongan Pertamanya

ilustrasi (Foto: thinkstock)

Tanda-tanda henti jantung harus diwaspadai sedari dini untuk mencegah komplikasi fatal. Jika terlambat ditangani semenit saja, risiko buruk yang akan terjadi adalah kematian.

Henti jantung atau cardiac arrest merupakan penurunan kinerja jantung secara tiba-tiba karena masalah pada sistem kelistrikan jantung. Aliran listrik yang tidak efektif akan memengaruhi pompa jantung dan menghentikan aliran darah ke seluruh tubuh.

Ini Penjelasan BPOM, Kenapa Obat Sirup Bisa Sebabkan Keracunan dan Gangguan Ginjal

Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melaporkan penambahan kasus gangguan ginjal akut. Hingga Selasa (1/11/2022), tercatat sebanyak 325 pasien terkena gagal ginjal, sementara 179 di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Salah satu dugaan faktor risiko terbesar yang memicu kasus ini adalah adanya cemaran senyawa kimia berbahaya etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) pada pelarut obat sirup.

Hal inilah yang membuat masyarakat bertanya-tanya, mengapa baru sekarang obat sirup bisa menyebabkan keracunan dan berdampak pada gangguan ginjal.