Hagia Sophia

13 December 2022

Update COVID-19: 13 Desember 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 3.402 dan 32 Meninggal

istimewa

Jumlah kasus positif COVID-19 bertambah 2.117, Selasa (13/12/2022). Sementara itu, pasien sembuh bertambah 3.402 kasus, meninggal bertambah 32 kasus.

Tercatat ada sebanyak 5.838 kasus aktif, 62.137 spesimen yang diperiksa, dan 3.996 suspek yang diamati.

WHO Ingatkan Terhadap Superbug yang Kebal Antibiotil

WHO wanti-wanti soal 'superbug' yang kebal antibiotik. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mewanti-wanti ancaman 'superbug' yang kebal terhadap antibiotik. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan kondisi ini bisa membahayakan nyawa manusia di dunia.

"Resistensi antimikroba merusak pengobatan modern dan membahayakan jutaan nyawa," kata Tedros yang dikutip dari laman 9News, Selasa (13/12/2022).

Kapankah Waktu Terbaik untuk Nyemprot Nyamuk?

Ilustrasi nyamuk DBD. (Foto: thinkstock)

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia seperti tak pernah usai. Penyakit DBD akan mengalami peningkatan saat musim pancaroba dan atau ketika peralihan musim kemarau ke musim hujan.

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sekaligus Ketua Komunitas Dengue Prof Dr dr Sri Rezeki, SpA(K) mengatakan salah satu cara mencegah DBD adalah dengan menggunakan semprotan pengusir serangga. Hanya saja banyak yang salah kaprah mengenai waktu penyemprotannya untuk mencegah DBD.

Beberapa Ciri Kolesterol Tinggi di Usia Muda

Tanda-tanda kolesterol tinggi di usia muda. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/interstid)

Tanpa disadari kebiasaan hidup yang tidak sehat ketika muda berdampak pada kenaikan kadar kolesterol sehingga mendatangkan penyakit berbahaya. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui tanda-tanda kolesterol tinggi di usia muda sebagai langkah awal pencegahan komplikasi.

Banyak orang berpikir bahwa kolesterol tinggi hanya terjadi oleh kelompok lanjut usia. Nyatanya, dewasa muda yang memiliki pola makan buruk dan jarang sangat rentan mengalami kondisi tersebut. Terlebih, bila mereka memiliki gen familia hypercholesterolemia, yaitu kondisi bawaan di mana kadar kolesterol sudah tinggi sejak lahir.

Buntut Cemaran EG-DEG, BPOM Musnahkan Obat Sirup PT Ciubros Farma

BPOM RI musnahkan 549.064 obat sirup produksi PT Ciubros Farma. (Foto: BPOM RI)

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) memusnahkan 549.064 obat sirup produksi PT Ciubros Farma. Pemusnahan ini terkait dengan temuan cemaran etilen glikol dan dietilen glikol di atas ambang batas dan dikaitkan dengan gagal ginjal akut pada anak.

Dari hasil sampling dan pengujian berbasis risiko oleh BPOM terhadap produk sirup obat produksi PT Ciubros Farma, produk tersebut terbukti mengandung cemaran EG/DEG sebesar 58,45 mg/mL atau 246,12 kali di atas ambang batas aman.

Flu Unta Menghantui Penonton Piala Dunia 2022, Lebih Parah dari COVID-19

Ilustrasi suporter piala dunia. (Foto: Martin Rickett/PA Images/Getty Images)

Dengan satu per satu suporter dunia mendatangi Qatar, risiko terjangkit flu unta tidak bisa disingkirkan. Penggemar sepak bola yang menyaksikan Piala Dunia 2022 di Qatar diwanti-wanti agar selalu berhati-hati agar tidak tertular flu unta.

Flu unta atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS) adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus. Penyakit ini sering menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Ini Kata Mereka yang Ngaku Tidak Ingin Nikah

Wanita mulai ogah menikah, apa alasannya? (Foto ilustrasi: Getty Images/PonyWang)

Bukan cuma Korea Selatan hingga Jepang, fenomena wanita ogah menikah juga ditemukan di Indonesia. Hal ini bisa berujung pada 'resesi seks' atau kondisi saat menurunnya gairah berhubungan seksual, menikah, hingga memiliki anak. Resesi seks membuat suatu wilayah nihil kelahiran baru atau angka kesuburan 'merosot'.

Efeknya bisa mengganggu psikis maupun ekonomi. Ada banyak faktor di balik seseorang akhirnya memutuskan tidak menikah. Dalam riset Krisis Keluarga Perkembangan Otonomi Perempuan sosiolog Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Drajat Tri Kartono, salah satunya dikaitkan dengan pengembangan diri seperti mengejar karier dan banyak cita-cita lainnya.