Hagia Sophia

10 March 2026

Ramalan Baba Vanga soal Perang Dunia III

Baba Vanga. Foto: Reuters

Ketegangan di beberapa negara di dunia membuat netizen teringat dengan ramalan Baba Vanga soal Perang Dunia III. Akibatnya, ramalan peramal buta dari Bulgaria itu langsung ramai diperbincangkan.

Baba Vanga telah memberikan ramalan mengerikan untuk tahun ini dengan terjadinya perang dahsyat yang mengakibatkan pergeseran tatanan kekuasaan global. Peramal terkenal ini juga meramalkan bencana lingkungan dan munculnya kecerdasan buatan yang menyebabkan kekacauan.

Real Madrid Vs Man City, Haaland Ikut Diturunkan?

Erling Haaland diharapkan fit seratus persen saat hadapi Real Madrid. (REUTERS/Phil Noble)

Erling Haaland tidak bermain di Piala FA akhir pekan kemarin. Hal ini dilakukan agar Haaland fit seratus persen saat bertemu Real Madrid.

Haaland absen saat City melawat ke markas Newcastle United di Babak Kelima Piala FA 2025/2026. Tanpa Haaland, City menang 3-1 sekaligus lolos ke perempatfinal.

Inter Milan Ditumbangkan AC Milan dalam Lanjutan Liga Italia

Inter Milan dikalahkan AC Milan 0-1 dalam lanjutan Serie A (Foto: REUTERS/Daniele Mascolo)

Inter Milan tumbang di laga derby melawan AC Milan dalam lanjutan Serie A. Masih unggul tujuh poin di puncak, Inter diminta tetap kalem.

Duel Milan vs Inter di pekan ke-28 Serie A digelar di San Siro, Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Nerazzurri kalah dengan skor 0-1 dari rival sekotanya itu.

Real Madrid Kembali Berhadapan dengan Man City di Liga Champions

Ruben Dias (kiri) saat berebut bola melawan Vinicius Junior dalam laga Madrid vs City pada Desember lalu. Foto: DeFodi Images via Getty Images/DeFodi Images

Bek Manchester City Ruben Dias menyebut duel Liga Champions melawan Real Madrid sudah seperti partai liga domestik. Itu disebabkan seringnya kedua tim bertemu.

Selama tujuh musim terakhir, Madrid dan City sudah bertemu 11 kali di Liga Champions, termasuk dalam fase liga musim ini yang dimenangkan The Citizens 2-1. Dalam undian 16 besar, mereka pun kembali harus baku hantam.

Apa yang Harus Dilakukan Ortu Terkait Larangan Sosmed untuk Anak?

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Kar-Tr)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bakal membatasi akses media sosial untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun. Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk melindungi anak di ruang digital dari pornografi, perundungan siber, penipuan, hingga adiksi.

Meski, aturan ini bakal diberlakukan secara bertahap, salah satu tantangan yang mungkin dapat muncul di masyarakat adalah proses adaptasi. Media sosial seperti yang diketahui sudah menjadi bagian hidup remaja untuk bersosialisasi.

Penggunaan Sosmed untuk Anak Akan Dibatasi, Efektif Jaga Mental Health?

Foto: Getty Images/AlexanderFord

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menunda akses sosial media untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun. Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan, aturan tersebut diberlakukan untuk melindungi anak di ruang digital.

"Hari ini kami mengeluarkan Peraturan Menteri sebagai turunan dari PP Tunas. Melalui peraturan ini, pemerintah menunda akses akun anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi, termasuk media sosial dan layanan jejaring," ujar Meutya dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Pria Ini Alami Kondisi Bell's Palsy, Kelumpuhan pada Salah Satu Sisi Wajah

Foto: Tangkapan layar TikTok/ @kanglelebok

Ramai di media sosial TikTok, seorang pria dengan akun @kanglelebok membagikan kondisi wajahnya yang mengalami perubahan. Dalam video yang diunggahnya, terlihat bagian mulutnya miring ke satu sisi hingga membuatnya kesulitan meniup makanan.

"Gue nggak pernah se-ngakak ini sama penyakit, gue ngomongnya menyong (sambil tertawa). Kenapa menyong begini?" ucapnya, dikutip dari akun tersebut atas izin yang bersangkutan, Sabtu (7/3/2026).