Hagia Sophia

18 March 2026

Viral di Medsos Tanaman Herbal Bisa Obati TBC, Dokter Paru: Berbahaya

Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Liliia Lysenko)

Sebuah konten video yang menyebutkan tanaman herbal tertentu dapat mencegah dan mengobati Tuberkulosis (TBC) viral di media sosial. Tak ayal, konten ini menuai pro dan kontra di kalangan warganet.

Dokter spesialis paru, Prof Dr dr Erlina Burhan, MSc, SpP(K) mengatakan ini adalah konten yang keliru. Bahkan tak hanya salah, ini bisa menjadi informasi tak berdasar yang membahayakan.

"Sebagai dokter spesialis paru yang setiap hari menangani pasien TB, saya merasa perlu meluruskan. Klaim seperti ini tidak hanya keliru, tapi berbahaya. Saya sudah melihat sendiri bagaimana pasien datang dalam kondisi parah karena sebelumnya memilih 'alternatif' yang tidak tepat," tulis Prof Erlina di X, dikutip atas izin yang bersangkutan, Minggu (15/3/2026).

Menurut Prof Erlina, sampai saat ini satu-satunya cara yang terbukti secara ilmiah dan medis untuk menyembuhkan TBC adalah dengan Obat Anti Tuberkulosis atau OAT. Kombinasi obat ini terdiri dari Isoniazid, Rifampicin, Pyrazinamide, dan Etambutol.

"Obat ini harus diminum rutin selama minimal 6 bulan. Tidak boleh terputus, apalagi berhenti di tengah jalan. Dalam praktik saya, pasien yang sembuh adalah mereka yang disiplin minum obat sampai tuntas," katanya.

Mengapa Harus Kombinasi dan Jangka Panjang?

Prof Erlina mengatakan kuman penyebab TBC atau Mycobacterium tuberculosis memiliki sifat yang unik, sehingga diperlukan 'pertarungan' dalam jangka waktu lama dan konsisten agar bisa menang.

"Ia tumbuh lambat dan bisa 'tidur' dalam tubuh. Kombinasi obat jangka panjang akan membunuh kuman di fase aktif maupun fase tidur," katanya.

"Pengobatan TB tidak bisa disederhanakan dengan ramuan herbal. Apalagi jika pasien sampai berhenti minum obat dan beralih ke herbal. Dalam pengalaman saya, pasien yang melakukan ini sering datang kembali dengan kondisi lebih parah dan kuman yang sudah kebal obat," sambungnya.

Saat resisten obat terjadi, maka kondisinya akan lebih sulit diobati. Dibutuhkan waktu 18-24 bulan dengan obat yang lebih banyak, efek samping lebih berat, serta biaya yang tak lagi murah.

"Lalu bagaimana dengan pencegahan penularan? Herbal juga tidak bisa diandalkan," katanya.

"Kuman TB menyebar lewat udara. Saat pasien batuk atau bersin, kuman bisa bertahan dan dihirup orang lain. Pencegahannya adalah etika batuk, pakai masker, jaga jarak, dan pola hidup sehat," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gaduh Influencer Sebut Herba Bisa Obati TBC, Dokter Paru: Klaim Berbahaya!"