![]() |
| Foto: Shutterstock |
Saat memilih makanan yang baik untuk otak, secara alami mungkin orang akan cenderung memilih buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan lemak sehat. Tapi, bagaimana dengan makanan yang perlahan merusak otak?
Menurut spesialis penyakit dalam Dr Austin Perlmutter MD, makanan tersebut bukanlah karbohidrat olahan atau gorengan, namun, sesuatu yang mungkin dikonsumsi setiap hari, yaitu gula.
Dikutip dari laman Times of India, konsumsi makanan dan minuman yang kaya gula bisa menyebabkan kerusakan otak melalui proses bertahap jika dikonsumsi setiap hari. Otak berfungsi melalui beberapa elemen penting yang meliputi memori, suasana hati, fokus, dan penilaian risiko demensia.
Bagaimana Proses Masuknya Gula dalam Sistem Otak?
Minum minuman cola, jus kemasan, minuman energi, dan teh manis menyebabkan gula cepat masuk ke dalam darah dan otak. Tubuh perlu memproduksi insulin dalam jumlah besar saat kadar gula darah tiba-tiba naik. Proses ini terjadi berulang kali selama bertahun-tahun, yang menyebabkan resistensi insulin otak.
Otak bergantung pada glukosa untuk fungsinya, namun membutuhkan aliran zat ini yang berkelanjutan dan terkontrol, alih-alih mengalami peningkatan dan penurunan yang cepat. Sebuah studi menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi minuman manis berisiko tinggi terkena Atention Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD) di kemudian hari. Dikutip dari laman Kemenkes, ADHD adalah gangguan perilaku tidak normal pada anak yang biasa disebut dengan hiperaktif.
Kehilangan Ingatan dan Masalah Berpikir
Konsumsi gula dalam jumlah besar dan jangka panjang mengakibatkan efek buruk yang merusak memori, kemampuan belajar, dan kemampuan memproses informasi. Gejala mulai dari kabut otak dan kurang fokus akan muncul dahulu sebelum kondisinya berkembang ke tahap selanjutnya.
Sebuah studi berdasarkan data kohort menunjukkan bahwa anak-anak yang terlalu banyak mengonsumsi minuman manis di usia muda akan memiliki tingkat IQ yang lebih rendah saat dewasa, berdasarkan kinerja tes kognitif mereka.
Dikutip dari laman Harvard, studi lainnya pada hewan di tahun 2012 oleh para peneliti di California University di Los Angeles menunjukkan hubungan positif antara konsumsi fruktosa, bentuk gula lainnya dan penuaan sel. Selain itu pada studi tahun 2019 yang juga menggunakan model hewan mengaitkan konsumsi glukosa berlebih dengan gangguan memori dan kognitif.
Bagaimana dengan Pemanis Buatan?
Mengganti gula ke pemanis nol kalori mungkin tidak sepenuhnya melindungi otak. Sebuah studi menunjukkan bahwa beberapa pemanis buatan dan rendah kalori atau tanpa kalori juga bisa mempercepat penurunan kognitif.
Penelitian yang dilakukan selama 8 tahun di Brasil mengungkap, orang yang mengonsumsi pemanis umum, seperti aspartam, sakarin, asesulfam K, eritritol, sorbitol dan xylitol menunjukkan penurunan kemampuan memori, kelancaran verbal, dan kinerja berpikir yang lebih cepat, terutama di antara peserta yang berusia di bawah 60 tahun.
Cara Melindungi Otak dari Gula
Berikut beberapa cara melindungi otak dari dampak negatif gula:
- Kurangi konsumsi minumam manis dengan tambahan gula. Hal ini akan melindungi kemampuan daya ingat dan keterampilan konsentrasi yang pada akhirnya bermanfaat bagi kesehatan otak dalam jangka panjang,
- Ganti minuman ringan, minuman energi, dan jus kemasan dengan air putih dan teh tanpa gula, bersama dengan air lemon, mentimun, dan rempah-rempah.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Asupan yang Bisa Merusak Otak, Sering Dikonsumsi Warga +62"
