 |
| Foto: ilustrasi/thinkstock |
Malaysia kini tengah menghadapi tantangan serius melawan penyakit Tuberkulosis (TBC). Para pakar medis menggambarkan situasi saat ini sebagai "slow-burn epidemic", sebuah epidemi yang merayap perlahan namun pasti seiring dengan meningkatnya jumlah klaster aktif yang mulai masuk ke lingkungan sekolah dan asrama.
Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, mengungkapkan bahwa hingga awal Februari 2026, telah terdeteksi 10 klaster TBC baru di tujuh negara bagian. Salah satu yang paling mengkhawatirkan berada di Johor, di mana seorang guru mengaji menjadi sumber penularan bagi 29 anak-anak dan 8 orang dewasa.