Hagia Sophia

17 March 2026

Beberapa Kesalahan yang Sering Bikin Ngantuk Saat Mengemudi

Ancaman microsleep bisa dipicu oleh salah makan/minum. Foto: Getty Images/Brasil2

Musim mudik sudah tiba. Bagi banyak orang, perjalanan panjang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi pulang kampung. Namun bagi yang menyetir kendaraan sendiri, ada satu hal yang tidak boleh diabaikan, yaitu menjaga tubuh tetap bugar dan waspada selama perjalanan.

Ancaman microsleep tidak bisa diremehkan. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tertidur sangat singkat selama beberapa detik tanpa disadari. Mata mungkin masih terbuka, tetapi otak sebenarnya sudah tidak fokus. Di jalan raya, beberapa detik saja sudah cukup untuk memicu kecelakaan yang fatal.

Rasa kantuk saat berkendara memang bisa dipicu banyak hal. Perjalanan yang monoton, tubuh yang lelah, atau kurang tidur sering menjadi penyebab utama. Namun ada satu faktor yang sering tidak disadari, yaitu makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelum atau selama perjalanan.

Beberapa jenis makanan justru bisa membuat tubuh cepat mengantuk karena memicu naik turunnya gula darah atau membuat kerja pencernaan menjadi lebih berat. Ketika energi tubuh naik terlalu cepat lalu turun lagi, rasa lemas dan kantuk bisa muncul tiba tiba.

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan dan membuat rasa kantuk mudah menyerang saat berkendara adalah sebagai berikut:

1. Mengonsumsi Makanan dan Minuman Manis
Saat perjalanan jauh, tidak sedikit orang memilih minuman manis, permen, atau camilan manis karena dianggap bisa memberi tambahan energi dengan cepat. Gula memang dapat membuat kadar gula darah naik dalam waktu singkat. Kondisi ini sering disebut sebagai sugar rush, yaitu lonjakan energi yang muncul sesaat setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis.

Namun efek tersebut biasanya tidak bertahan lama. Setelah kadar gula darah meningkat, tubuh akan mengeluarkan hormon insulin untuk menurunkannya kembali. Ketika gula darah turun cukup cepat, tubuh bisa mengalami kondisi yang dikenal sebagai sugar crash.

Pada fase ini, tubuh justru terasa lebih lemas, sulit fokus, dan mudah mengantuk. Kondisi ini terjadi karena setelah lonjakan gula darah, hormon insulin bekerja untuk membantu memindahkan gula dari darah ke dalam sel agar bisa digunakan sebagai energi.

Jika penurunan gula darah terjadi cukup cepat, tubuh bisa mengalami kondisi yang dikenal sebagai sugar crash. Pada fase ini energi terasa menurun, konsentrasi berkurang, dan rasa kantuk lebih mudah muncul.

Beberapa penelitian tentang metabolisme glukosa juga menunjukkan bahwa perubahan kadar gula darah yang terlalu cepat dapat memengaruhi kewaspadaan dan kemampuan konsentrasi. Karena itu, mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu manis saat perjalanan justru bisa membuat energi terasa tidak stabil yang meningkatkan risiko ancaman microsleep.

2. Mengonsumsi Makanan Berlemak Tinggi
Gorengan, makanan bersantan, atau makanan cepat saji memang terasa mengenyangkan. Namun makanan seperti ini membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh.

Ketika pencernaan bekerja lebih berat, tubuh mengalihkan lebih banyak aliran darah ke sistem pencernaan. Kondisi ini dapat membuat sebagian orang merasa tubuhnya lebih lambat, terasa berat, dan mudah mengantuk setelah makan.

Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa makanan dengan kandungan lemak tinggi dapat meningkatkan rasa kantuk setelah makan. Jika makanan seperti ini dikonsumsi sebelum perjalanan panjang, konsentrasi saat menyetir bisa menurun tanpa disadari.

3. Terlalu Banyak Minum Minuman Berkafein
Kopi sering menjadi andalan untuk melawan kantuk saat perjalanan jauh. Kandungan kafein di dalamnya memang dapat membantu otak menjadi lebih waspada untuk sementara waktu. Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan dan membantu seseorang tetap terjaga karena memblokir reseptor adenosin di otak.

Masalahnya, efek kafein tidak berlangsung lama. Setelah beberapa waktu, efeknya mulai menurun dan rasa kantuk bisa muncul kembali. Pada kondisi ini, sebagian orang memilih minum kopi lagi agar tetap terjaga.

Jika hal ini terus dilakukan, tubuh bisa mengalami semacam siklus. Saat efek kafein bekerja, seseorang merasa lebih segar. Namun ketika efeknya mulai hilang, rasa lelah dapat muncul lebih jelas sehingga membuat seseorang kembali mencari kopi berikutnya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Medicine Reviews tahun 2023 menjelaskan bahwa penggunaan kafein berulang untuk melawan kantuk tidak selalu efektif dalam jangka panjang. Kafein hanya menunda rasa kantuk, bukan menghilangkannya. Ketika efeknya memudar, rasa lelah yang sebenarnya bisa kembali terasa.

Karena itu, mengandalkan kopi terus menerus selama perjalanan bukanlah cara terbaik untuk melawan kantuk. Jika rasa kantuk mulai muncul, berhenti sejenak untuk beristirahat tetap menjadi langkah yang lebih aman dibanding terus menambah kafein.

4. Makan Terlalu Kenyang Sebelum Berkendara
Selain jenis makanan, jumlah makanan juga berpengaruh. Makan terlalu banyak sebelum perjalanan sering membuat tubuh terasa mengantuk.

Setelah makan dalam porsi besar, tubuh akan bekerja lebih keras untuk mencerna makanan. Pada saat yang sama, kadar gula darah juga meningkat, terutama jika makanan yang dikonsumsi mengandung banyak karbohidrat seperti nasi, roti, atau makanan manis.

Ketika gula darah naik, tubuh akan mengeluarkan hormon insulin. Tugas insulin adalah membantu memindahkan gula dari darah masuk ke dalam sel agar bisa digunakan sebagai energi.

Proses ini dapat membuat kadar gula darah perlahan atau tiba-tiba menurun kembali setelah makan. Pada sebagian orang, penurunan ini membuat tubuh terasa lebih rileks, energi menurun, dan rasa kantuk pun muncul.

Selain itu, saat pencernaan bekerja lebih aktif, tubuh juga mengalihkan lebih banyak aliran darah ke saluran pencernaan. Kondisi ini membuat sebagian orang merasa tubuhnya lebih berat dan kurang fokus.

Karena itu, sebelum melakukan perjalanan jauh sebaiknya tidak makan terlalu kenyang. Porsi makan yang cukup biasanya lebih membantu tubuh tetap nyaman dan menjaga konsentrasi selama perjalanan.

Kesimpulan

Perjalanan mudik yang aman tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan tubuh pengemudi. Rasa kantuk di perjalanan bisa dipicu oleh banyak hal, salah satunya termasuk pilihan makanan dan minuman sebelum berkendara.

Mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu manis dapat memicu sugar rush yang kemudian diikuti sugar crash sehingga tubuh terasa lebih lemas. Makanan berlemak tinggi dan makan dalam porsi terlalu besar juga dapat membuat tubuh terasa berat dan mudah mengantuk karena proses pencernaan yang lebih intens serta kerja hormon insulin setelah makan.

Kopi memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara waktu. Namun jika terus diminum setiap kali efeknya mulai hilang, kafein hanya menunda rasa kantuk, bukan benar benar menghilangkannya.

Karena itu, menjaga pola makan sebelum perjalanan menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu tubuh tetap fokus. Jika rasa kantuk mulai muncul saat mudik, langkah paling aman tetap berhenti sejenak untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Awas Microsleep! 4 Kesalahan Makan-Minum Ini Bikin Mudah Mengantuk saat Berkendara"