![]() |
| Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/paulaphoto) |
Hari raya Idul Fitri atau lebaran seringkali jadi momen keluarga berkumpul. Terkadang, bayi yang lucu di acara kumpul keluarga menjadi 'sasaran' ciuman anggota keluarga lain.
Perlu diingat, sebaiknya hal ini jangan menjadi kebiasaan. Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso mencium bayi dapat menjadi salah satu faktor riisiko penularan penyakit.
Padahal, pada saat ini penyakit seperti campak kasusnya sedang meningkat. Ini bisa sangat berbahaya untuk anak-anak yang termasuk kelompok rentan.
"Apalagi lebaran itu ketemu banyak orang ya, para orang tua harus menjaga baik-baik bayinya, terutama dari orang yang tidak dikenal ya," ungkap dr Piprim, ketika ditemui awak media di Jakarta Timur, Kamis (12/3/2026).
Orang tua harus meningkatkan kewaspadaan penularan penyakit. Terlebih, di acara atau tempat-tempat yang banyak orang berkerumunan.
Meski langkah ini terkesan paranoid, dr Piprim mengungkapkan langkah ini perlu dilakukan untuk penjagaan.
"Saya kira mungkin itu demi penjagaan ya, karena situasi yang seperti sekarang ini, KLB (kejadian luar biasa) campak dimana-mana," katanya.
"Saya kira momen lebaran ini juga perlu silaturahim tetap harus, tetapi mungkin penjagaan kesehatan, terutama bayi dan anak-anak kecil itu perlu perlu kita lakukan lebih baik," ungkap dr Piprim sambil mengingatkan pentingnya melengkapi status imunisasi anak.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mohon Perhatian! Jangan Cium Bayi Saudara di Momen Lebaran, Ini Risikonya"
