![]() |
| Ilustrasi. (Foto: shutterstock) |
Jangan sampai, pola makan tidak sehat muncul lagi setelah Ramadan selesai. Selama Ramadan, tubuh terbiasa dengan jumlah makan yang lebih sedikit.
Pada fase ini, tubuh 'restart' untuk membangun kebiasaan pola makan ideal. Namun, tak jarang setelah Ramadan selesai, pola makan justru kembali sembarangan dan tak jarang memicu kenaikan berat badan yang drastis.
Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof Hardinsyah menjelaskan salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menerapkan pendekatan pola makan seperti intermittent fasting. Dengan begini, jumlah asupan, jenis, dan jendela waktu makan tetap terbatas.
Pola makan ini bisa menjadi salah satu cara untuk membantu menurunkan lemak dan risiko penyakit metabolik.
"Untuk mempertahankan pola makan ideal ini membutuhkan mindset dan tekad yang kuat. Setelah bulan puasa, ujiannya akan lebih serius untuk mengubah mindset. Biasakan diri dengan intermittent fasting dan mempraktikannya tanpa mengharapkan pahala," ungkapnya dikutip dari laman IPB, Sabtu (14/3/2026).
Perubahan menuju pola makan yang lebih sehat bisa dimulai dengan membiasakan diri sarapan di pagi hari, yang dapat membantu menekan risiko kolesterol. Setelah itu, porsi makan siang dapat dikurangi atau bahkan dilewatkan, dengan tetap memastikan asupan air putih cukup serta disertai aktivitas olahraga pada sore hari.
Ia juga menambahkan agar konsumsi makanan berlemak, manis, dan instan dibatasi. Kebiasaan ini dapat terus dilatih, termasuk ketika menjalani puasa Syawal, saat berbagai hidangan kerap menjadi godaan.
"Nafsu untuk memakan makanan berlemak dan manis serta makanan instan juga dikurangi. Kebiasaan ini bisa dilatih saat puasa Syawal," tuturnya.
Buah-buahan segar bisa menjadi alternatif untuk menekan keinginan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula. Buah dapat memenuhi kebutuhan energi serta menyediakan serat dan vitamin.
Di samping itu, pemilihan jenis serta porsi makanan juga penting untuk diatur. Asupan protein dianjurkan lebih banyak dibandingkan karbohidrat, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan tiap individu, misalnya pada anak-anak maupun ibu hamil.
"Kalau berat badan menurun menjadi berat badan normal maka harus dipertahankan. Ketika setelah dua minggu kemudian terasa lingkar pinggang bertambah maka pola makan harus kembali disesuaikan," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Sudah Tak Sabar Incar Nastar-Opor Cs saat Lebaran? Ini Tipsnya Biar BB Tak Membengkak"
