Hagia Sophia

17 March 2026

Benarkah Vitamin K Bikin Bayi Kuning? Ini Kata IDAI

Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Pixelistanbul)

Viral di media sosial seorang pemengaruh menyebut pemberian vitamin K pada bayi baru lahir memicu efek samping seperti jaundice (bayi kuning), eksim, sampai leukemia.

"Ternyata salah satu efek samping dari cucuk k itu adalah jaundice (penyakit kuning) eng ing eng," tulis narasi yang beredar di media sosial Threads.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam unggahannya di media sosial X menegaskan bahwa pemberian vitamin K jenis K1 yang digunakan untuk pencegahan pada bayi baru lahir tidak terbukti menyebabkan penyakit kuning patologis.

Kondisi kuning (jaundice) pada bayi baru lahir umumnya disebabkan oleh proses adaptasi normal setelah kelahiran atau karena organ hati bayi yang baru mulai bekerja.

IDAI memperingatkan bahwa tanpa pemberian vitamin K, bayi berisiko tinggi mengalami Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB) atau perdarahan akibat kekurangan vitamin K.

Kondisi ini sangat menakutkan karena awalnya bayi bisa tampak sehat. Namun, perdarahan dapat terjadi secara tiba-tiba di berbagai area, mulai dari saluran cerna hingga yang paling berbahaya adalah perdarahan otak. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen hingga kematian.

"Tanpa pemberian vitamin K, bayi berisiko tinggi mengalami perdarahan termasuk perdarahan otak," tulis IDAI.

Tidak picu eksim-leukemia

Terkait klaim yang menyebut vitamin K memicu eksim (eczema) dan leukemia, IDAI menyatakan hal tersebut tidak memiliki bukti ilmiah yang meyakinkan.

Eksim merupakan peradangan kulit yang dipengaruhi faktor genetik, riwayat alergi keluarga, lapisan kulit, dan lingkungan.

Sementara terkait leukemia, berbagai penelitian terkini dengan data besar menunjukkan tidak ada hubungan antara pemberian vitamin K saat lahir dengan kejadian leukemia pada anak.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Heboh Vitamin K Disebut Bikin Bayi Kuning, IDAI Luruskan Faktanya"