Hagia Sophia

17 March 2026

Kemenkes RI: Kasus Campak Sudah Mulai Turun

Ilustrasi. (Foto: iStock)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan pada saat ini angka kasus campak baru di Indonesia mengalami penurunan. Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan pada minggu kesembilan, jumlah kasus campak turun menjadi 231 kasus, dari pekan sebelumnya sebanyak 511 kasus baru.

Secara total hingga pekan kesembilan, dilaporkan ada sebanyak 10.829 suspek dan 8.716 kasus. Berdasarkan data Kemenkes, total ada sebanyak 45 kejadian luar biasa (KLB) di 29 kabupaten atau kota di 11 provinsi.

"Sudah menurun di minggu terakhir, minggu kesembilan 231 kasus, artinya sudah menurun," ungkap Andi ketika ditemui awak media di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).

Andi mengungkapkan penurunan kasus campak ini bisa terjadi karena respons imunisasi cepat di wilayah yang terdampak kejadian luar biasa (KLB). Sementara itu, percepatan imunisasi juga dilakukan di wilayah-wilayah non-KLB, tapi tetap ada peningkatan kasus.

"Respons imunisasi lewat ORI atau obreak respons immunization, sudah dilaksanakan untuk seluruh kabupaten kota yang terjadi KLB. Sementara yang tidak KLB, tapi kasusnya naik, itu juga dilakukan catch up campaign atau kejar imunisasi campak," ungkap Andi.

Andi menjelaskan campak memiliki daya tular yang sangat tinggi. Campak bisa ditularkan dari satu orang kepada 12-18 orang lain.

Ia menambahkan anak-anak adalah kelompok yang paling rentan mengalami campak. Oleh karena itu, anak yang sedang mengidap campak harus dijaga oleh orang tua di rumah.

"Jadi untuk imunisasi campak itu kan dua kali yang dasar, pada usia 9 bulan dan 18 bulan. Ketika baru satu kali, coverage pada imunitas sekitar 80 persen, tapi ketika sudah imunisasi kedua, itu meningkat jadi 97 persen," tandas Andi mengingatkan pentingnya imunisasi campak.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kemenkes Buka Data, Sebut Kasus Campak di RI Sudah Mulai Turun dalam Sepekan"