Hagia Sophia

10 January 2026

Tiga Gerhana Matahari Total dan 'Cincin Api' Akan Terjadi Kurang dari Tiga Tahun

Ilustrasi gerhana matahari. Foto: AP/Natacha Pisarenko

Tahun 2026 diprediksi menjadi awal dari periode langit yang luar biasa bagi para pencinta fenomena astronomi. Sebab pada tahun ini akan tersaji deretan gerhana Matahari spektakuler yang tergolong langka dalam sejarah modern.

Fenomena tersebut bahkan disebut oleh para astronom sebagai 'zaman emas' gerhana Matahari karena keberadaan tiga gerhana total dan tiga gerhana cincin api (annular) dalam rentang kurang dari tiga tahun.

Sebagaimana dikutip dari Space, Senin (5/1/2026) sepanjang periode Agustus 2026 hingga Juli 2028, Bumi akan mengalami tiga gerhana Matahari total dalam kurun 710 hari, sebuah runtutan yang sangat jarang terjadi.

Menariknya, tiga fenomena gerhana ini akan memberi banyak kesempatan bagi pengamat langit di seluruh dunia untuk menyaksikan bayangan Bulan menutupi Matahari secara penuh.

Jadwal Tiga Gerhana Total di 2026

1. Tanggal 12 Agustus 2026
Gerhana total pertama dalam seri ini; jalur totalitas dimulai dari Siberia, melintasi Greenland dan Iceland, lalu menuju utara Spanyol. Fenomena ini akan menjadi total solar eclipse pertama yang terlihat dari Eropa sejak 2015, bahkan sejak 1999 di daratan utamanya.

2. Tanggal 2 Agustus 2027
Disebut-sebut sebagai "eclipse of the century", gerhana ini akan melintasi Spanyol selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah, dengan durasi totalitas mencapai hingga 6 menit 22 detik.

3. Tanggal 22 Juli 2028
Gerhana total ketiga akan menyeberangi Australia dan Selandia Baru. Ini menjadi kejadian bersejarah, karena kota besar seperti Sydney akan berada tepat dalam jalur totalitas untuk pertama kalinya sejak 1857.

Selain gerhana total, periode ini juga akan mencakup tiga gerhana annular yang dikenal dengan efek 'ring of fire', di mana cincin cahaya Matahari tampak di sekitar Bulan.

Jadwal Tiga Gerhana Matahari Cincin Api
  • 17 Februari 2026 - di wilayah terpencil Antartika
  • 6 Februari 2027 - terlihat dari bagian Amerika Selatan dan Afrika Barat
  • 26 Januari 2028 - dapat disaksikan dari beberapa bagian Ekuador, Brasil, Spanyol, dan Portugal
Tentunya, hal itu akan menjadi buruan para pengejar gerhana biasanya hanya melihat satu gerhana total sekali seumur hidup. Namun, seri fenomena ini menawarkan enam kesempatan dalam kurun waktu relatif pendek, tiga total dan tiga cincin api.

Adapun fenomena seperti ini biasanya dipicu oleh siklus Saros, pola astronomi yang mengatur kapan gerhana terjadi berdasarkan posisi geometris Matahari, Bumi, dan Bulan. Siklus ini menghasilkan kombinasi gerhana yang hampir serupa setiap kurang lebih 18 tahun.

Tidak semua wilayah dapat mengamati peristiwa alam tersebut. Setidaknya ada tiga lokasi yang ideal untuk menyaksikannya, yaitu Eropa Utara & Spanyol lokasi utama untuk gerhana total 2026, Afrika Utara & Timur Tengah lintasan totalitas 2027 memberi peluang terbaik di kawasan ini, dan Australia & Selandia Baru menjadi sorotan besar terakhir dalam rangkaian 2028, termasuk wilayah urban besar seperti Sydney yang akan berada tepat dalam jalur totalitas.

Dengan jadwal serangkaian gerhana yang begitu padat, periode 2026-2028 diproyeksikan menjadi puncak baru dalam sejarah pemantauan langit modern, menarik minat astronom amatir, fotografer langit, wisatawan ilmiah, dan publik umum.

























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Fenomena 3 Gerhana Matahari Total dan 'Cincin Api' Terjadi Mulai 2026"