![]() |
| Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/Warawan Tongsri) |
Usia remaja seharusnya bisa menjadi masa menikmati bangku sekolah dan bermain bersama teman sebaya. Namun, kenyataan pahit harus dihadapi Lilly, gadis berusia 14 tahun yang mengalami gagal ginjal.
Dia pun harus menjalani cuci darah, sebuah kondisi serius yang umumnya dilakukan oleh orang yang lebih tua. Hal ini meningkatkan kesadaran bahwa penyakit gagal ginjal bisa dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Lily didiagnosis mengidap gagal ginjal stadium akhir pada bulan Juni 2024. Dikutip dari laman BBC, dia dibawa ke ruang intensif pediatric (PICU) di Rumah Sakit Anak Bristol dalam keadaan koma buatan setelah mengidap gejala flu selama 3 bulan.
Dia mengatakan agak lega saat diberi tahu akan dimasukkan dalam kondisi koma, sebab dirinya merasa sangat kesakitan.
Sang ayah, Christopher, mengatakan bahwa kondisi tersebut merupakan mimpi terburuk bagi setiap orang tua. Hasil biopsi menunjukkan bahwa Lilly harus menjalani dialisis atau cuci darah dan membutuhkan transplantasi ginjal dari donor.
Ketika itu, dia menjalani dialisis atau cuci darah beberapa kali dalam seminggu untuk mencegah kondisinya semakin memburuk. Lily diberitahu bahwa waktu tunggu transplantasi ginjalnya bisa memakan waktu hingga 10 tahun.
Namun, pada bulan Maret 2025, ginjal yang cocok ditemukan. Saat ayahnya memberitahu kabar tersebut, dia mengira hal tersebut adalah mimpi.
"Saya benar-benar terkejut karena saya tidak menyangka akan memakan waktu sesingkat itu," kata Lilly.
Lilly menerima ginjalnya dari donor yang telah meninggal. Setelah menjalani transplantasi ginjal, Lily bisa menjalani kehidupan semi-normal dengan satu ginjal. Bersama ayahnya, dia menyelesaikan berbagai tantangan.
"Ayah saya mengikuti acara Brave The Shave, kamu juga mengadakan malam undan Bingo dan setelah transplantasi, kami melakukan abseiling," katanya.
Lily ingin membantu orang lain yang berada dalam situasi yang sama dengannya. Dia ingin memastikan anak-anak yang mengalami kondisi sama tidak merasa sendirian.
"di kemudian hari dia ingin menjadi konsultan ginjal untuk membantu anak-anak yang berada dalam posisi yang sama," kata Christhoper.
Pada Agustus 2025, dia menggalang dana untuk mesin cuci darah baru untuk Rumah Sakit Anak Bristol. Dia juga mau meningkatkan kesadaran kondisi yang dialaminya di kalangan anak muda.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kisah Nahas Remaja 14 Tahun yang Harus Cuci Darah Akibat Gagal Ginjal"
