![]() |
| Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi |
Indonesia mengidentifikasi 62 kasus 'super flu' atau influenza A (H3N2) hingga akhir Desember 2025. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Benjamin Paulus Octavianus menyebut, angka tersebut kemungkinan belum menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.
"Super flu itu H3N2. Itu sudah ada kasusnya di Indonesia, tapi sangat sedikit dan cenderung turun. Flu itu kan setiap tahun memang ada musimnya, vaksinnya juga ganti tiap tahun, jadi bukan sesuatu yang luar biasa, biasa saja," kata Benjamin saat ditemui di SMKN 1 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).
Menurut dia, bukan tidak mungkin jumlah kasus di masyarakat lebih banyak dari 62 yang tercatat. Namun, angka itu merupakan jumlah yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
"Kemungkinan lebih dari 62 kasus, yang diperiksa dan ditemukan baru 62," ujarnya.
Meski begitu, Benjamin menegaskan tren kasus flu saat ini justru menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Ia menyebut, dalam dua bulan terakhir, terutama dua pekan terakhir, jumlah kasus flu terus merosot.
"Harus diingat, hari ini kasus flu sudah turun jauh. Dua bulan, dua minggu terakhir sudah makin turun. Jadi flu itu selalu memuncak di awal musim hujan," jelasnya.
Ia menerangkan, pola musiman flu di Indonesia relatif konsisten setiap tahun. Biasanya, peningkatan kasus mulai terlihat pada Agustus dan September, lalu naik lagi pada Oktober, sebelum perlahan menurun memasuki akhir tahun hingga awal tahun berikutnya.
"Perhatikan saja, Agustus, September naik, Oktober naik. Sekarang kan Desember ke Januari mulai reda. Lihat saja orang flu sekarang kan berkurang jauh," kata Benjamin.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak panik berlebihan menyikapi 'super flu'. Pemerintah, kata dia, tetap melakukan pemantauan dan surveilans, tetapi kondisi saat ini masih dalam kendali dan tidak menunjukkan lonjakan kasus yang mengkhawatirkan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Benarkah 'Super Flu' H3N2 Mengancam? Ini Penjelasan Wamenkes Soal Temuan Kasusnya"
