Hagia Sophia

09 January 2026

Berapa Lama Waktu Pemulihan setelah Tertular 'Super Flu'?

Ilustrasi (Foto: Getty Images/interstid)

Belakangan, 'Super Flu' menjadi sorotan dunia setelah memicu peningkatan kasus di sejumlah negara. Varian baru influenza A (H3N2) yang dikenal sebagai subclade K bahkan telah terdeteksi di Indonesia. Kondisi ini membuat banyak orang bertanya-tanya, berapa lama waktu pemulihan setelah tertular 'Super Flu', dan benarkah durasinya lebih lama dibandingkan flu biasa?

Dikutip SELF, flu dapat menimbulkan gejala seperti demam, batuk, dan sakit tenggorokan. Namun setelah gejala utama mereda, sebagian pengidap masih mengalami kelelahan berkepanjangan dan tubuh terasa belum sepenuhnya fit.

"Begitu influenza menyerang, efeknya bisa bertahan lebih lama dibandingkan fase sakit akutnya," kata William Schaffner, profesor di Vanderbilt University School of Medicine, kepada SELF.

Flu sejak lama dikenal sebagai penyakit yang berpotensi serius. Namun strain yang saat ini beredar, dikenal sebagai subclade K, dinilai lebih kuat dan lebih mampu menghindari kekebalan yang terbentuk dari vaksin flu sebelumnya atau infeksi flu di masa lalu. Akibatnya, lebih banyak orang rentan tertular dan merasakan sakit lebih lama dari biasanya.

Memang masih terlalu dini untuk memastikan berapa lama rata-rata pengidap sakit akibat subclade K. Namun, Schaffner mengatakan ia mendengar banyak laporan bahwa strain ini menyebabkan durasi sakit yang lebih panjang dibandingkan flu biasa.

"Strain dominan saat ini termasuk keluarga H3N2, yang memang cenderung menimbulkan penyakit lebih berat," ujarnya.

Berapa lama butuh waktu untuk sembuh setelah tertular 'Super Flu'?

Berapa lama pemulihan berlangsung sangat bergantung pada respons imun masing-masing orang dan kondisi kesehatan penyerta. Meski begitu, dokter memberi gambaran umum.

"Gejala akut seperti demam biasanya mereda dalam beberapa hari, tetapi kelelahan dan rasa tidak enak badan bisa bertahan hingga satu minggu atau lebih," ujar Amesh A Adalja, peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security.

Salah satu penyebabnya adalah respons peradangan yang dibentuk tubuh untuk melawan virus. Meski infeksi utama mulai mereda, peradangan ini bisa berlanjut dan memicu batuk kering, sakit tenggorokan, serta rasa lemas berkepanjangan.

"Itu bisa berlangsung cukup lama," kata Schaffner.

Faktor lain yang memperlambat pemulihan adalah dehidrasi dan kurang bergerak karena tubuh terasa lemah. Bahkan, sebagian orang mengalami kondisi yang disebut long influenza syndrome, mirip long COVID, tetapi akibat flu.

Meski data awal menunjukkan vaksin flu tahun ini tidak sepenuhnya efektif mencegah infeksi, Adalja menilai vaksinasi tetap membantu mempercepat pemulihan dan mengurangi keparahan penyakit.

Cara mempercepat waktu pemulihan usai tertular 'Super Flu'

Di sisi lain, terdapat beberapa cara untuk mempercepat pemulihan atau setidaknya membuat tubuh lebih nyaman selama sakit. Salah satunya, berkonsultasi dengan tenaga medis mengenai obat antivirus.

"Jika antivirus diberikan lebih awal, tingkat keparahan penyakit bisa berkurang," ujar Schaffner.

Selain itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. "Pastikan Anda cukup minum," kata Schaffner. "Jika Anda membiarkan diri Anda dehidrasi, Anda lebih mungkin terkena pneumonia."

"Tidak hanya itu, tubuh yang terhidrasi dengan baik akan menjaga selaput lendir tetap lembap dan memudahkan pengeluaran lendir hidung, sehingga Anda merasa tidak terlalu tersumbat, kata Schaffner.

Saat fase pemulihan, melakukan olahraga ringan juga dianjurkan, termasuk juga istirahat yang cukup. Terakhir, pakar juga mengingatkan agar tetap waspada terhadap komplikasi flu, terutama pneumonia.

"Jika seseorang mengalami demam yang tak kunjung reda, sesak napas, atau kelelahan ekstrem yang menghalangi mereka untuk melakukan aktivitas sehari-hari, mereka harus menemui penyedia layanan medis," kata Adalja.

Jika Anda sudah lebih dari seminggu sejak sakit akut dan Anda tidak kunjung membaik atau bahkan merasa lebih buruk, sudah saatnya menghubungi dokter Anda," kata Schaffner.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Butuh Berapa Lama Sembuh saat Tertular 'Super Flu'? Ini Penjelasan Pakar"