Hagia Sophia

07 January 2026

Ini Kata Dokter Paru Terkait 'Super Flu' yang Sudah Masuk RI

Ilustrasi (Foto: Getty Images/Enes Evren)

Kementerian Kesehatan RI melaporkan infeksi influenza A (H3N2) subclade K sudah tercatat di Indonesia per 25 Desember 2025. Berdasarkan data pemeriksaan whole genome sequencing (WGS), terdapat 62 kasus yang tersebar di delapan provinsi.

"Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan," kata Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine

Meski termasuk bagian dari flu musiman, spesialis paru dari RS Paru Persahabatan Prof dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) mengingatkan influenza A (H3N2) subclade K ini memiliki karakter mutasi yang berbeda dan cenderung lebih agresif saat menginfeksi tubuh.

Dia menjelaskan Subclade K memiliki sifat lebih agresif yang dipicu beberapa faktor. Laju replikasi varian ini lebih cepat dalam saluran napas sehingga meningkatkan jumlah virus yang diproduksi.

Di samping itu subclade K memiliki inkubasi lebih cepat sehingga gejala lebih cepat muncul. Secara klinis, pasien Subclade K sering kali mengalami gejala yang cukup berat dibandingkan flu biasa dan COVID-19.

"Seperti demam tinggi (39-41 derajat Celcius); nyeri otot yang berat; kelelahan/lemas ekstrem; batuk kering; sakit kepala dan tenggorokan yang berat. Sedangkan flu biasa dan COVID yg saat ini gejalanya ringan sampai sedang," kata dia.

Mengingat kasus ini sudah tersebar di delapan provinsi, pencegahan menjadi hal yang mutlak dilakukan. Prof Agus memberikan saran praktis bagi masyarakat agar tetap aman selama musim hujan dan masa transisi cuaca ini.

"Pakai masker bila kontak dengan penderita atau di keramaian; vaksinasi influenza. Bila sakit flu jangan batuk, bersin sembarangan. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin," saran Prof Agus.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Infeksi 'Super Flu' Sudah Masuk RI, Gejalanya Lebih Parah? Begini Kata Dokter Paru"