![]() |
| Ilustrasi (Foto: Getty Images/Pawel Kacperek) |
Kematian mendadak saat tidur tentunya menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi banyak orang. Dalam dunia medis, ada kondisi jantung tertentu yang bisa memicu henti jantung secara tiba-tiba tanpa gejala sebelumnya.
Sindrom Brugada merupakan gangguan irama jantung yang bisa menyerang saat pengidapnya terlelap. Ketahui bagaimana cara mendeteksia adanya sindrom ini, gejala, beserta penyebabnya.
Sindrom Brugada adalah kondisi irama jantung (aritmia) yang langka, tapi berpotensi mengancam jiwa. Pengidap sindrom Brugada memiliki risiko irama jantung tidak teratur yang dimulai dari bilik bawah jantung.
Dikutip dari laman Kemenkes, sindrom ini didiagnosis melalui tes elektrokardiogram (EKG). Ada juga tes Holter dengan mengenakan EKG portabel selama 24 atau 48 jam untuk pemantauan, dan tes darah atau air liur.
Penyebab Sindrom Brugada
Setiap detak jantung dipicu oleh sinyal listrik yang dihasilkan oleh sel-sel khusus di bilik kanan atas jantung. Pada sel-sel ini terdapat pori-pori kecil yang disebut saluran (channel) yang mengatur aliran aktivitas listrik tersebut, sehingga jantung bisa berdetak.
Pada sindrom Brugada, perubahan pada saluran-saluran ini menyebabkan jantug berdetak terlalu cepat dan mencipakan irama jantung yang berbahaya. Akibatnya, jantung tidak memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Iama jantung yang tidak teratur dan berlangsug singkat bisa menyebabkan pingsan. Bahkan kematian mendadak bisa terjadi jika detak yang tidak teratur tak berhenti.
Dikutip dari laman Mayo Clinic, sindrom Brugada bisa disebabkan oleh
- Masalah struktural pada jantung yang mungkin sulit dideteksi
- Ketidaksembangan zat kimia yang membantu mengirimkan sinyal listrik ke seluruh tubuh (elektrolit)
- Penggunaan obat resep tertentu atau kokain.
Gejala Sindrom Brugada
Sering kali, orang yang mengalami sindrom brugada tidak merasakan adanya gejala. Kematian jantung mendadak bisa terjadi, terutama saat tidur. Hal tersebut mungkin disebabkan oleh peningkatan ketegangan pada saraf vagus.
Kendati demikian, tanda dan gejala yang mungkin terkait dengan sindrom Brugada meliputi:
- Pusing
- Pingsan
- Terengah-engah dan kesulitan bernapas, terutama di malam hari
- Detak jantung tidak teratur atau palpitasi
- Detak jantung yang sangat cepat dan kacau
- Kejang.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Waspada Sindrom Brugada, Gangguan Jantung yang Bisa Menyerang Saat Tidur"
