Hagia Sophia

24 January 2026

Kasus Usus Besar Banyak Dialami Usia Muda, Pakar Ungkap Pemicu yang Sering Diabaikan

Foto: Ilustrasi usus (Getty Images/Elena Nechaeva)

Kanker usus besar kini banyak dialami oleh orang di usia muda. Para ilmuwan mengungkap, peningkatan kasus ini mungkin berkaitan dengan perubahan pada usus yang selama ini terabaikan.

Dikutip dari laman Daily Mail, para peneliti di UT Southwestern memeriksa jaringan dari 33 pasien kanker usus besar, termasuk di antaranya di bawah usia 50 tahun. Mereka menemukan, pada pasien muda, usus besar menjadi sangat kaku dan keras.

Pengerasan jaringan tersebut menyebabkan sel-sel berkembang biak lebih cepat dan berpotensi meningkatkan risiko mutasi berbahaya. Hal tersebut juga meningkatkan risiko pembentukan jaringan parut pada usus besar, yang akan memicu pertumbuhan sel lebih lanjut.

Peneliti mengatakan, pengerasan jaringan jaringan disebabkan oleh peradangan kronis, yang mengubah kolagen, protein struktural utama di usus besar. Dampaknya, jaringan tersebut menjadi kaku.

Belum jelas apa yang memicu peradangan kronis pada pasien, namun dalam kasus sebelumnya, pola makan yang buruk, merokok, kurang tidur, dan beberapa kondisi gastroinestinal kronis dikaitkan dengan peradangan.

Seorang ahli bedah di UT Southwestern yang memimpin penelitian tersebut mengatakan bahwa para ilmuwan kini sdang berupaya menentukan penyebab peradangan tersebut.

"Ini adalah studi pertama yang menyoroti peran kunci gaya biomekanik dalam patogenesis kanker kolorektal onset dini.'

'Kami menganggap studi ini sebagai kemajuan signifikan dalam mengidentifikasi mereka yang berisiko terkena kanker kolorektal dini dan menemukan cara baru untuk mengobatinya.'

Menurutnya, temuan ini bisa membantu dokter mendeteksi orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit tersebut dan mengungkap cara-cara baru untuk mencegah dan mengobati kondisi tersebut.

Para peneliti menganalisis sampel dari tumor kanker dari 33 peserta dan sel no kanker yang langsung mengelilinginya. Mereka menemukan bahwa sel-sel berkembang biak lebih cepat pada hidrogel yang lebih kaku dan lebih keras. Belum jelas apa yang menyebabkan peningkatan peradangan tersebut, namun para ilmuwan mengaitkannya dengan gaya hidup dan paparan lingkungan.

"Studi epidemiologi menunjukkan bahwa gaya hidup dan paparan lingkungan dapat menyebabkan peradangan kronis, yang diketahui memicu fibrosis jaringan (kekakuan jaringan)," tulis para ilmuwan dalam penelitian.

Kondisi seperti penyakit radang usus juga dapat menyebabkan peradangan. Orang dengan kondisi ini memiliki kemungkinan hingga tiga kali lebih besar mengembangkan kanker usus besar dibandingkan populasi umum.

Meski penyakit ini umumnya terjadi pada usia berusia di atas 50 tahun, data terbaru menunjukkan bahwa penyakit ini telah meningkat sebesar 50 persen pada kelompok usia yang lebih muda selama tiga dekade terakhir.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ilmuwan Teliti Pasien Usus Besar Usia Muda, Temukan Pemicu yang Kerap Diabaikan"