Hagia Sophia

24 January 2026

Meghan Trainor Sewa Rahim 'Ibu Pengganti' untuk Lahirkan Anak Ketiga, Ini Alasannya

Meghan Trainor. (Foto: Michael Tran/AFP)

Penyanyi Meghan Trainor baru saja dikaruniai anak ketiga perempuan yang diberi nama Mikey Moon pada 18 Januari 2026. Mikey lahir melalui prosedur surrogacy atau ibu pengganti.

Meghan menceritakan ada proses panjang yang dilakukan sebelum memutuskan prosedur ini. Ia telah berkonsultasi dengan dokter dan menurutnya ini menjadi cara paling aman untuk tetap melanjutkan pertumbuhan keluarganya.

"Kami akan selamanya berterima kasih kepada semua dokter, perawat, dan tim medis yang mewujudkan mimpi ini. Kami melewati banyak diskusi dengan para dokter, dan ini adalah cara paling aman bagi kami untuk terus menumbuhkan keluarga," ungkap ungkap Meghan dikutip dari People, Kamis (22/1/2026).

Meghan Trainor melahirkan anak ketiga melalui rahim ibu pengganti. Foto: Instagram @meghantrainor

Meski prosedur ini masih menjadi kontroversi, ia berpendapat prosedur ini tidak seharusnya dihakimi. Terlebih, setiap keluarga memiliki perjalanan yang berbeda.

Ia juga menyebut ibu pengganti yang mengandung putrinya sebagai 'superwoman'. Menurutnya, wanita yang tak diungkap identitasnya itu merupakan sosok yang tulus dan kuat.

"Ibu pengganti kami adalah salah satu orang paling tulus, kuat, dan penuh kasih yang pernah saya temui. Sepanjang perjalanan kami merasa sangat terhubung, dan saya akan selalu berterima kasih atas perhatian serta cinta yang ia berikan kepada putri kami," sambungnya.

Meghan selama ini cukup terbuka dengan proses kelahiran anak-anaknya, termasuk pengalaman mengerikan yang dialaminya. Sebelumnya, ia sudah melahirkan dua putra bernama Riley (4) dan Barry (2) yang dikandungnya sendiri.

Ketika Riley lahir, sang putra mengalami gangguan pernapasan hingga harus dirawat di ruangan khusus selama beberapa hari. Meghan juga mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau gangguan stres pasca trauma setelah melahirkan Riley.

Ketika anaknya harus dirawat di ruang NICU, ia masih terbaring di meja operasi.

"Biasanya saat kamu dijahit selama 45 menit, kamu melihat bayimu dan berpikir, 'Lihat bayi cantik kita. Kita berhasil. Ini segalanya'. Tapi saat itu aku terbaring sendirian. Dalam kondisi masih dibius, aku menelepon ibuku. Dia menangis sambil bertanya, 'Kamu baik-baik saja?' dan aku menjawab, 'Kami baik-baik saja'," ceritanya.

"Tapi setiap kali aku menceritakan kejadian itu ke orang lain, mereka bilang, 'Astaga,' dan aku baru sadar, 'Iya ya, itu cukup kacau.' Aku harus belajar memahami betapa traumatisnya pengalaman itu," sambung Meghan.

Gangguan kesehatan mental dan fisik juga terjadi setelah ia melahirkan Barry. Ia merasa sangat kelelahan dan mengalami serangan panik. Meghan menggambarkan situasinya seperti ia sedang sekarat.

Ketika ia berdiri, ia selalu merasa pusing seperti akan pingsan. Ia bahkan tidak merasa aman saat menggendong Barry.

"Aku tidak merasa aman menggendong bayiku, dan di saat yang sama aku merasa tubuhku seperti menyerah," cerita Meghan.

"Memiliki anak adalah hal tersulit. Saat aku berbincang dengan ibu-ibu lain, aku sering bilang, 'Ini traumatis dan gila, ya?' Tapi kita diharapkan tetap berjalan seolah semuanya baik-baik saja," tambahnya.

Meski begitu traumatis, Meghan mengatakan keberadaan anak-anaknya tetap membuat hidupnya lebih baik.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Alasan Meghan Trainor Sewa Rahim 'Ibu Pengganti' untuk Lahirkan Anak Ketiga"