![]() |
| Ilustrasi anak sekolah (Foto: ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH) |
Program makan bergizi gratis (MBG) yang sudah berjalan di sejumlah wilayah selama hampir satu tahun disebut menunjukkan dampak positif di lapangan. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan, program MBG saat ini telah menjangkau 58 juta orang.
Menurutnya, program MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi, tapi juga membuat anak-anak lebih semangat untuk datang sekolah, bahkan lebih aktif untuk belajar.
"Kita sekarang sudah bisa mengintervensi kurang lebih 58 juta. Dan ada beberapa daerah yang sudah satu tahun, dan kita sudah bisa melihat bagaimana perubahan yang terjadi, katanya, dikutip dari YouTube Badan Gizi Nasional, Selasa (21/1/2026).
"Di daerah-daerah di mana intervensinya sudah lama, mereka kelihatannya lebih aktif belajar," lanjutnya lagi.
Tak hanya itu, Dadan juga menyebut anak-anak di daerah yang sudah lama mendapat intervensi terlihat lebih aktif saat belajar, lebih kuat ketika beraktivitas, hingga lebih jarang sakit.
"Kemudian ketika beraktivitas juga badannya kelihatan lebih kuat, jarang sakit," katanya, sambungnya.
Di sisi lain, Dadan menekankan pentingnya pelaksanaan program yang tepat sasaran, namun tetap efisien dalam penggunaan anggaran negara.
ia juga menyebut jangkauan MBG tidak hanya terfokus pada daerah tertentu, melainkan harus merata dari ujung barat hingga timur Indonesia.
"Menjangkau area dan masyarakat yang luas, dari Sabang sampai Merauke, sehingga tidak ada orang yang tertinggal. Jadi kita ingin semuanya dicakup oleh kita, tidak ada instansi yang berwenang yang ditinggalkan oleh kita, dan tentu saja kita gunakan anggaran negara sebaik mungkin, seefektif mungkin, seefisien mungkin," sambungnya lagi.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Setahun MBG, Kepala BGN Klaim Banyak Siswa Jadi Lebih Kuat-Jarang Sakit"
