![]() |
| Ilustrasi anak sekolah pakai masker. (Foto: Hasan Al Habshy) |
Momentum kembali ke sekolah setelah libur akhir tahun 2025 menjadi perhatian khusus bagi para orang tua. Pasalnya, Kementerian Kesehatan melaporkan temuan 62 kasus influenza Subclade K di Indonesia dengan mayoritas kasus menginfeksi usia anak.
Kasus super flu didominasi oleh kelompok anak-anak usia 1-10 tahun sebanyak 35 persen. Sementara itu, kelompok perempuan menyumbang sekitar 64 persen dari seluruh temuan.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), memberikan imbauan penting bagi orang tua untuk memperkuat perlindungan anak dari dalam dan luar.
"Intinya di penerapan kembali PHBS, imunisasi influenza dan nutrisi bergizi tinggi serta mengurangi asupan makanan tak sehat yang tinggi gula dan UPF," ucap dr Piprim saat dihubungi detikcom, Senin (5/1/2026).
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker jika anak merasa kurang fit, dan etika batuk harus kembali didisiplinkan di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan terpisah, Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) mengatakan meski varian super flu subclade K baru ini disinyalir memiliki tingkat penyebaran yang lebih tinggi, vaksin yang tersedia masih efektif untuk mencegah penularan dan tingkat keparahan gejala apabila terinfeksi.
Vaksin influenza telah terbukti menurunkan angka kematian dan rawat inap sebesar 70-75 persen pada anak-anak dan 30-40 persen pada orang dewasa.
"Rekomendasi vaksin influenza untuk bayi mulai dari usia 6 bulan, bisa diberikan untuk dosis pertama 2 kali (selang 4 minggu), untuk selanjutnya 1 dosis tiap tahun," ucap dr Nastiti.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Anak Masuk Sekolah Saat 'Super Flu' Mengintai, Ini Pesan Penting Ketum IDAI"
