Hagia Sophia

08 January 2026

Kisah Anak 4 Tahun Alami Komplikasi Langka Usai Terinfeksi Flu

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/kan2d

Seorang anak perempuan berusia 4 tahun berjuang hidup setelah mengalami kondisi otak yang langka. Diketahui, kondisi itu dipicu oleh flu.

Bocah bernama Sienna Dunion itu kini masih dirawat intensif setelah mengalami komplikasi berat yang membuatnya tidak sadarkan diri.

Kondisi Sienna mulai terlihat pada November 2025, saat ia mengeluh merasa kedinginan dari biasanya. Kedua orang tuanya, Gary Dunion dan Angelina Dunion (38), semula menganggap keluhan tersebut tidak serius.

Namun, mereka memutuskan Sienna untuk tidak sekolah keesokan harinya karena ia mengalami demam ringan.

Mendadak Tidak Responsif

Beberapa hari kemudian, situasi berubah drastis. Gary menemukan putrinya tidak responsif dan segera membawanya ke rumah sakit.

Di rumah sakit, dokter memasang infus cairan. Tak lama kemudian, jari-jari tangan Sienna mulai menegang seperti mencakar, sehingga dokter segera melakukan CT scan yang menunjukkan sejumlah kelainan pada otaknya.

Setelah kehilangan kemampuan berkomunikasi, Sienna dimasukkan ke koma induksi dan dipindahkan ke rumah sakit hingga didiagosis mengidap Acute Necrotising Encephalitis (ANE).

"Ini benar-benar mengejutkan. Saya belum pernah mendengar kondisi ini seumur hidup saya. Mereka mengatakan ini adalah kondisi otak yang sangat, sangat langka tetapi agresif, yang dipicu oleh flu atau COVID-19," terang Gary, dikutip dari Mirror UK.

"Kondisi ini memicu respons pada sistem imun, di mana sistem imun tidak mengenali bahaya dan virus terus menempel di otak. Tubuh tidak memperbaikinya atau melawannya, lalu virus itu juga menempel ke tulang punggungnya," sambungnya.

Gary menyebut anaknya itu tidak menunjukkan tanda-tanda flu. Dia hanya terlihat agak lemas dengan sedikit demam, tapi masih berlarian, bermain, dan bercanda sampai Sienna tidur siang.

Namun, saat bangun Sienna benar-benar berbeda. Kedua orang tuanya berpikir ia anak pilek biasa yang sudah ribuan kali ia alami, dan mengobatinya dengan Calpol dan Nurofen.

Perawatan yang Dijalani

Dalam perawatan lanjutan, Sienna menjalani terapi pertukaran plasma untuk membersihkan darah. Tetapi, ia kembali memerlukan operasi darurat setelah dokter menemukan kadar laktat yang sangat berbahaya.

Pemeriksaan menunjukkan 60 persen ususnya mengalami kerusakan parah dan tidak dapat diselamatkan, sehingga harus diangkat. Sienna kemudian menjalani operasi kedua akibat penumpukan udara di rongga perut.

Tim medis memperkirakan Sienna, yang hingga kini masih belum sadar, membutuhkan sekitar tiga hingga enam bulan sebelum bisa keluar dari rumah sakit. Setelah itu, ia akan menjalani rehabilitasi intensif.

Gary mengaku memang tidak memberikan vaksin flu pada Sienna. Maka dari itu, ia mengingatkan agar memvaksinasi anak-anak mereka terhadap flu.

"Rasa bersalah kami sekarang seperti ya Tuhan, seharusnya kami memvaksinasinya saja. Banyak orang tua di luar sana juga tidak melakukannya karena ragu atau tidak yakin apakah itu benar-benar diperlukan," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cerita Bocah 4 Tahun Alami Komplikasi Langka pasca Terinfeksi Flu"