Hagia Sophia

08 December 2022

Ternyata Ini Alasan Banyak Warga China Membeli Obat-obatan

Corona di China. (Foto: AP/Ng Han Guan)

Warga China akhirnya bisa hidup berdampingan dengan COVID-19. Hal tersebut dikarenakan presiden China Xi Jinping mengumumkan kebijakan 'Zero-COVID' pada Rabu (7/12/2022).

Dikutip dari Reuters, pelonggaran aturan COVID-19 disambut baik oleh penduduk China setelah mereka 'dikerangkeng' akibat aturan tersebut. Namun, sebagian kelompok masyarakat menganggap pelonggaran ini terkesan buru-buru.

Hal ini disebabkan masih banyak penduduk China yang belum divaksinasi. Sebagian dari mereka merupakan lansia yang rentan terkena virus. Sehingga, mereka juga terlihat memborong sejumlah obat-obatan untuk mencegah agar tidak terpapar virus.

Pihak berwenang di seluruh China telah memperingatkan tentang pasokan yang ketat dan kenaikan harga dari pengecer dalam beberapa hari terakhir.

"Tolong beli secara rasional, beli sesuai permintaan, dan jangan menimbun secara membabi buta," kata Badan Pengawas Obat dan Makanan Kota Beijing seperti dikutip Beijing Evening News yang dikelola pemerintah.

Menurut seorang penduduk, obat-obatan di sejumlah toko di distrik Chaoyang Beijing, ludes habis. Distrik tersebut rumah bagi sebagian besar kedutaan asing serta tempat hiburan dan kantor pusat perusahaan.

"Tadi malam obat-obatannya sudah tersedia dan sekarang banyak yang kehabisan stok," kata seorang guru Zhang (33), yang hanya menyebutkan nama belakangnya.

"Pencegahan epidemi telah dicabut, tempat pengujian COVID-19 sebagian besar dibongkar. Jadi, karena saat ini di distrik Chaoyang kasusnya cukup tinggi, lebih baik sedia obat-obatan," katanya.

Lonjakan permintaan telah mendorong harga saham di produsen obat termasuk produsen sirup obat batuk Guizhou Bailing (002424.SZ), dan Xinhua Pharmaceutical (000756.SZ), yang menghasilkan 40% dari semua Ibuprofen yang dijual di China.

Presiden China Umumkan Pelonggaran COVID-19

Pengumuman pelonggaran COVID-19 muncul setelah Presiden Xi Jinping memimpin rapat Politbiro Partai Komunis pada Selasa (6/12). Xi menganggap perjuangan tanpa henti China melawan COVID sebagai salah satu pencapaian utamanya.

Seluruh kota di China diwarnai protes atas kebijakan COVID-19 yang keras akhir November. Protes tersebut merupakan bentuk ketidakpuasan publik terbesar sejak Xi berkuasa pada tahun 2012.

Sementara protes itu mereda dalam beberapa hari di tengah kehadiran polisi yang padat, kota dan wilayah di seluruh Negeri Tirai Bambu tersebut mulai mengumumkan campuran langkah-langkah pelonggaran yang memenuhi harapan penduduk pada Rabu (7/12).

Banyak langkah yang diambil oleh masing-masing kota atau daerah tercermin dalam daftar perubahan kebijakan yang dikeluarkan oleh Otoritas Kesehatan Nasional pada Rabu (7/12).

Para pejabat juga terlihat meremehkan risiko kesehatan dari virus. Maka dari itu, mereka membawa China lebih dekat dengan apa yang telah dikatakan negara lain selama lebih dari setahun ketika mereka mencabut pembatasan dan beralih ke hidup berdampingan dengan virus.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Warga China Panic Buying Borong Obat-obatan di Apotek, Ada Apa Nih?"