Hagia Sophia

24 October 2022

Update COVID-19: 24 Oktober 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 1.703 dan 25 Meninggal

istimewa

Indonesia mencatat 1.703 kasus baru COVID-19, Senin (24/10/2022). Seiring itu, tercatat pasien sembuh bertambah 2.378 dan sebanyak 25 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Hingga hari ini, Indonesia telah mencatat total kasus COVID-19 terkonfirmasi sebanyak 6.472.664. Total kasus sembuh sebanyak 6.295.525 dan total 158.454 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Menkes: Waspadai Awal Tahun 2023, Perketat Prokes

Menkes RI Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Agung Pambudhy)

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut meski kondisi pandemi di Indonesia semakin membaik, namun ada kekhawatiran menjelang tahun 2023. Kemunculan varian baru membuat Menkes meminta warga memperketat lagi protokol kesehatan.

"Ujiannya nanti akan kita lihat di awal tahun depan karena beberapa varian baru seperti BA.2.7.5 sudah terjadi di India," ujar Menkes dikutip dari laman resmi Sehat Negeriku, Senin (24/10/2022).

Walau Sudah Diperbolehkan, Beberapa Minimarket dan Apotek Belum Jual Obat Sirup

Ilustrasi (Foto: Suci Risanti Rahmadania/DetikHealth)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) kini memperbolehkan lagi obat siup yang aman usai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) merilis sederet obat yang aman dari risiko cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

Meski sudah diperbolehkan dan dinyatakan aman, beberapa minimarket dan apotek masih belum menjual obat sirup, salah satunya toko Guardian yang berada di Jakarta Selatan. Menurut pegawai setempat, pihaknya belum memutuskan untuk menjual lagi sebelum ada surat edaran resmi dari Guardian.

Apa yang Terjadi pada Tubuh Bila Kemasukan Etilen Glikol?

Foto: Getty Images/iStockphoto/Sewcream

Bahan etilen glikol (EG) pada obat berbentuk cair atau sirup diduga menjadi biang kerok ratusan kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak di Indonesia. Seiring imbauan untuk warga mengurangi penggunaan obat sirup pada anak, Kementerian Kesehatan RI beberapa waktu lalu menyebut pada darah pasien gangguan ginjal akut misterius yang meninggal dunia, ditemukan kontaminasi EG.

"99 (pasien meninggal dunia) itu kita periksa, ada kandungan zat kimia berbahaya di dalamnya etilen glikol," ungkap Menkes Budi Gunadi Sadikin kepada wartawan, Kamis (20/10/2022). Saat itu, total kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia ada sebanyak 206 kasus.

Sebaiknya Anak Tidak Pakai Popok Dulu, Ini Alasannya

Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff

Mengacu pada data terakhir Kementerian Kesehatan RI per (21/10/2022), Indonesia telah mencatat 241 kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak, dengan 131 pasien di antaranya meninggal dunia. Sejumlah pihak mengingatkan, penurunan volume dan frekuensi buang air kecil pada anak menjadi gejala yang wajib diwaspadai orang tua.

Pakar farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Zullies Ikawati menegaskan, pun anak tidak mengalami indikasi gejala tidak perlu dirawat, orang tua perlu melakukan pemantauan di rumah. Di antaranya, dengan memperhatikan frekuensi buang air kecil anak.

Apoteker Nunggu Instruksi Kemenkes Sebelum Jual Obat Sirup

Foto: Anisa Indraini/detikcom

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menyebut pihaknya masih menunggu instruksi dari Kementerian Kesehatan sebelum meresepkan dan menjual obat sirup ke masyarakat. Kabar ini terkait dengan edaran BPOM mengenai daftar obat-obatan yang aman dan tidak tercemar etilen glikol.

"Kami masih menunggu edaran Kemenkes. Namun begitu untuk sementara teman-teman kami bekali dengan surat edaran BPOM setelah Konpers kemarin," kata Ketua Pengurus IAI Noffrendi Roestam kepada detikcom, Senin (24/10/2022).

Muncul Subvarian Baru Lagi Selain XBB, Waspadai Kasus Bisa Kembali Meningkat

Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal

Bukan cuma varian XBB, muncul varian BQ.1 dan BQ.1.1, pemicu kasus COVID-19 di Eropa kembali 'ngegas'. Bahkan, temuan varian BQ.1 dan BQ.1.1 meningkat hampir dua kali lipat dari pekan lalu, menyumbang 16,6 persen dari total kasus di Eropa.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa mengatakan varian tersebut kemungkinan akan memicu lonjakan infeksi COVID-19 beberapa minggu hingga bulan mendatang di kawasan Eropa. Sebagai informasi, keduanya merupakan turunan dari subvarian Omicron BA.5.

Gangguan Ginjal Akut Misterius Kini Capai 245 Kasus, 141 Pasien Meninggal

Foto: Thinkstock

Kabar terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak di Indonesia kini telah mencapai total 245 kasus. Sebanyak 141 pasien di antaranya meninggal dunia.

"Data per 22 Oktober, 245 kasus. 141 pasien di antaranya meninggal dunia," ujar juru bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (24/10/2022). Data tersebut merupakan kolektif atau total kumulatif yang dilaporkan dari 26 provinsi RI.

IHSG Dibuka Menguat 24 Poin (0,34%) ke Level 7.041

Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka menguat 24 poin (0,34%) ke level 7.041. IHSG masih kokoh di level 7.000.

Dikutip dari data RTI, Jumat (21/10/2022), IHSG berada di level tertingginya pada 7.045 dan terendahnya 7.036. Sebanyak 137 saham naik, 39 turun, dan 130 stagnan.

Bila Anak Demam Sebaiknya Dikompres dengan Air Hangat atau Dingin?

Foto ilustrasi: iStock

Hingga kini belum ada kepastian perihal penyebab ratusan kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia. Namun mengingat kandungan etilen glikol (EG) pada obat cair diduga menjadi pemicu, warga RI diimbau untuk tidak memberikan obat berbentuk sirup dulu kepada anak-anak. Maka untuk mengatasi anak demam, orang tua dianjurkan untuk memberikan penanganan alternatif seperti kompres.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Akademik RSA UGM Ika Puspita Sari menjelaskan, sebenarnya kompres untuk menurunkan demam anak perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Misalnya perihal lokasi kompres bukan hanya di kening, melainkan di bagian tubuh lain dengan kulit yang tipis dan banyak pembuluh darah.

Ini 7 Obat Sirup yang Terbebas dari Etilen Glikol

Foto ilustrasi: Getty Images/fotostorm

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito menjabarkan hasil sampling dan pengujian 102 obat sirup yang dikumpulkan Kementerian Kesehatan RI. Ratusan obat ini diambil dari rumah-rumah para pasien gagal ginjal akut misterius yang terjadi pada anak.

Penny mengungkap dari 102 obat, sejauh ini ada 7 produk obat sirup yang telah dinyatakan aman. Obat-obat tersebut telah melewati pengujian dan dinyatakan aman sepanjang digunakan sesuai aturan pakai.

Liga Italia: Lazio Menang Atas Atlanta 2-0

Foto: Getty Images/Emilio Andreoli

Lazio merebut poin penuh kala bertandang ke markas Atalanta dalam lanjutan Serie A. Biancocelesti menang meyakinkan 2-0.

Giornata kesebelas Liga Italia mempertandingkan Atalanta vs Lazio. Duel digelar di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Minggu (23/10/2022) malam WIB.

Liga Inggris: Southampton Imbangi Arsenal 1-1

Foto: Arsenal FC via Getty Images/David Price

Arsenal harus puas bermain imbang 1-1 dengan Southampton dalam lanjutan Liga Inggris. Bagi The Gunners, ini hasil imbang pertama sepanjang musim ini.

Sothampton vs Arsenal berlangsung di St. Mary's Stadium, Minggu (23/10/2022) malam WIB. Meriam London mampu memimpin 1-0 di babak pertama lewat Granit Xhaka.

Liga Inggris: Tottenham Kalah dari Newcastle 1-2

Getty Images/Justin Setterfield

Tottenham Hotspur kembali menelan kekalahan kedua beruntunnya dalam sepekan ini. Menjamu Newcastle United, The Lilywhites takluk 1-2.

Pada pertandingan di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (23/10/2022) malam WIB, Newcastle unggul dua gol di babak pertama lewat gol-gol Callum Wilson dan Miguel Almiron.

Bantahan BPOM RI Terkait Obat Cair dengan Kandungan EG

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito/Net

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap sebanyak 102 obat terkait gangguan ginjal akut misterius. Pasalnya, beredar dugaan bahwa dua ratusan kasus gangguan ginjal misterius di RI kini dipicu oleh kandungan etilen glikol (EG) yang melebihi ambang batas pada sejumlah produk obat berbentuk cair atau sirup.

Sebelumnya pada Kamis (20/10/2022), BPOM juga mengumumkan penarikan lima produk obat cair dengan kandungan EG melebihi ambang batas aman. Walaupun memang, temuan tersebut belum dipastikan sebagai pemicu kasus gangguan ginjal akut misterius.

Terkait Keamanan Obat, Tanggung Jawab BPOM atau Industri Farmasi?

Kepala BPOM Penny K Lukito. (Foto: Rifkyanto Nugroho/detikHealth)

Ada tiga produk obat sirup yang ditemukan tercemar etilen glikol dan dietilen glikol. Ketiga produk tersebut meliputi Unibebi Cough Syrup (Universal Pharmaceutical Industries), Unibebi Demam Drop (Universal Pharmaceutical Industries), hingga Unibebi Demam Syrup (Universal Pharmaceutical Industries).

Karenanya, pihak BPOM RI akan melakukan investigasi atau penelusuran lebih lanjut khususnya dalam sumber bahan baku yang digunakan industri farmasi. Meski begitu, di sisi lain Kepala BPOM RI Penny K Lukito menegaskan setiap perusahaan farmasi juga bertanggung jawab dalam pengujian cemaran obat, secara intensif.

Serba-serbi Tentang Etilen Glikol yang Diduga Jadi Penyebab Gagal Ginjal Akut

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/John Kevin

Kandungan etilen glikol (EG) dalam obat cair atau sirup disebut-sebut menjadi pemicu dua ratusan kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia. Meski baru berupa dugaan dan belum ada kepastian, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghindari penggunaan obat berbentuk cair, khususnya pada anak-anak.

Pakar farmasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Zullies menjelaskan, bahan etilen glikol bersifat amat toksik dan bukanlah bahan yang wajar ada di dalam obat maupun makanan. Pun terdapat dalam obat cair, EG terdapat sebagai impurities (cemaran) dalam proses pembuatan propilen glikol bahan-bahan yang memang boleh digunakan dalam dunia farmasi.