![]() |
| Sekelompok orang di Jerman berpayung menahan panas yang melanda Eropa (Foto: DW News) |
Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa kembali memicu perdebatan soal kesiapan benua tersebut menghadapi perubahan iklim. Selain memakan korban jiwa, cuaca panas juga menyoroti minimnya penggunaan pendingin ruangan (AC) di banyak negara Eropa.
Dikutip dari BBC, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lebih dari 1.300 kematian berlebih (excess deaths) terjadi sejak 21 Juni 2026 akibat suhu ekstrem. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah negara juga mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah.






