Hagia Sophia

29 August 2026

Minum Segelas Matcha Latte Setara Makan 2 Gorengan

Foto: Getty Images/Maridav

Minuman berbasis matcha kini makin populer dan kerap dilirik sebagai opsi segar saat menjalani program diet. Tetapi, tidak sedikit masyarakat yang ragu apakah konsumsi matcha aman dan tidak memicu kenaikan berat badan.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa mengonsumsi matcha murni saat diet sebenarnya sangat aman. Biang kerok atau penyebab yang membuat olahan matcha berkalori tinggi justru berasal dari bahan tambahan dalam racikannya.

Konsumsi Daging Merah Olahan Perlu Dibatasi untuk Jaga Kesehatan Ginjal

Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/SewcreamStudio)

Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berisiko mengalami penyakit ginjal. Menurut ahli gizi Annamarie Rodriguez, MS, RDN, kesehatan ginjal dipengaruhi oleh berbagai faktor, beberapa di antaranya masih dapat dikendalikan melalui pola hidup sehari-hari.

"Strategi diet atau nutrisi sering kali merupakan faktor-faktor yang bisa dikendalikan," kata Annamarie.

Kualitas Udara Akibat Karhutla Sudah di Level 'Berbahaya'

Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan

Kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Selasa (26/8/2026) pukul 05.00 WIB, dua dari 17 stasiun yang dipantau masuk kategori berbahaya.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI dr Then Suyanti mengatakan kondisi berbahaya tercatat di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, dengan nilai ISPU 302. Sementara itu, nilai ISPU tertinggi tercatat di Palangkaraya Jekan Raya, Kalimantan Tengah, yang mencapai 573.

Ini Dampaknya Pada Tubuh Jika Asap Karhutla Terhirup

Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat akan bahaya peningkatan paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap karhutla mengandung berbagai partikel berbahaya yang dapat memicu gangguan kesehatan serius.

Kabut asap karhutla membawa berbagai polutan dan senyawa kimia berbahaya, seperti partikel halus PM 2,5 , karbon monoksida, nitrogen dioksida dan senyawa organik beracun yang berdampak buruk pada saluran pernapasan.

Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Capai 105 Orang

Foto: Gempa NTT (Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menimbulkan dampak bagi masyarakat di sejumlah wilayah. Proses pendataan korban dan penanganan dampak gempa masih terus dilakukan. Hingga kini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih mencoba memperbaiki layanan kesehatan setempat.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Agus Jamaludin, mengatakan bahwa korban meninggal dunia akibat gempa NTT bertambah. Total jumlah penduduk yang terdampak gempa mencapai 1.917.732 orang.

Berbagai Jenis Penyakit Merebak Usai Gempa di NTT

Foto: Suasana pelayanan kesehatan di RSUD Aeramo, Negekeo, NTT, Jumat (21/8/2026), usai terdampak gempa bumi. (Yufengki Bria/detikBali).

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Agus Jamaludin, memaparkan sejumlah masalah kesehatan yang dilaporkan setelah gempa bumi melanda wilayah Kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak dilaporkan.

Dalam pemaparannya, Agus menyebut terdapat 9.668 kasus ISPA yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak gempa.

Dampak Asap Karhutla: Kasus ISPA Meningkat di Kalimantan

Foto: ANTARA FOTO/WAHDI SEPTIAWAN

Musim kemarau berkepanjangan memicu peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 3.405.489 jiwa terdampak langsung bencana asap karhutla ini.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengungkapkan bahwa enam provinsi utama telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla untuk mengantisipasi memburuknya dampak kesehatan masyarakat.