 |
| Foto ilustrasi: Getty Images/RealisticFilm |
Istilah 'karoshi' atau kematian akibat kerja berlebihan selama ini identik dengan Jepang. Tetapi, kini para ahli memperingatkan fenomena budaya kerja toksik tersebut tidak lagi terbatas di Negeri Sakura, melainkan mulai menjadi krisis global, termasuk di kawasan Asia Tenggara.
'Karoshi' pertama kali dikenal di Jepang pada era 1970-an untuk menggambarkan kematian yang dipicu jam kerja ekstrem, kelelahan berat, stres kronis, hingga tekanan kerja berkepanjangan. Penyebabnya dapat berupa serangan jantung, stroke, bunuh diri akibat stres kerja, hingga gangguan kesehatan serius lainnya.