Hagia Sophia

20 October 2026

NASA Temukan Calon Rumah Manusia di Bulan

NASA Temukan Calon Rumah Manusia di Bulan, Tersembunyi di Dalam Gua Foto: Futurism

NASA menemukan kandidat lokasi yang berpotensi menjadi rumah manusia di Bulan. Lokasinya bukan di permukaan terbuka, melainkan di dalam gua bawah tanah yang diduga tersembunyi di balik lubang raksasa bernama Marius Hills Pit.

Lubang yang berada di kawasan vulkanik Bulan tersebut memiliki ukuran sekitar 65 x 90 meter dengan kedalaman diperkirakan mencapai 34-45 meter. Para ilmuwan menduga lubang ini merupakan pintu masuk menuju terowongan lava purba yang terbentuk miliaran tahun lalu.

Karbon Monoksida Menutupi Langit Indonesia, Nyawa Warga Terancam?

Foto: Dok. NASA

Citra satelit Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali memetakan sebaran emisi polutan yang menyelimuti wilayah Asia Tenggara, termasuk langit Indonesia. Rekaman pencitraan tersebut menunjukkan tingginya konsentrasi gas Karbon Monoksida (CO) di atmosfer di langit Indonesia.

Mekanisme Bahaya Karbon Monoksida dalam Darah

Dikutip dari laman Kemenkes RI, Karbon Monoksida (CO) merupakan gas tanpa warna dan tanpa bau yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil yang tidak sempurna. Karakteristiknya yang tak kasatmata membuat gas ini kerap dijuluki sebagai silent killer.

Apa Beda Maggot dengan Belatung Biasa?

Ilustrasi larva lalat. Foto: Getty Images/upen supendi

Bentuknya kecil, bergerak-gerak, dan sering membuat orang merasa geli. Maggot bahkan kerap disamakan dengan belatung yang ditemukan di tempat sampah. Namun, ada hal penting yang perlu diketahui, maggot yang dibudidayakan untuk mengolah sampah organik berasal dari jenis lalat tertentu.

Endang Mintarja, Ketua Kelompok Tani Swara Hijau Farm, menjelaskan bahwa maggot yang mereka pelihara berasal dari lalat Black Soldier Fly (BSF), yang dikenal sebagai lalat tentara hitam.

Pengidap Penyakit Kardiovaskular Tidak Disarankan Konsumsi Kol Goreng

Minyak yang dipakai berulang bikin kol goreng jadi tidak sehat. Foto: Getty Images/AltairSe

Hidangan kol goreng memang kerap jadi favorit pendamping makan nasi karena rasanya yang gurih dan renyah. Namun, proses penggorengan suhu tinggi membuat struktur sayur ini bertindak seperti spons yang menyerap minyak jenuh dan lemak trans dalam jumlah banyak.

Karenanya, olahan ini bisa jadi sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh kelompok orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Konsumsi UPF Tidak Berkaitan Secara Langsung dengan Kanker Kolorektal

Foto: Getty Images/Pavel Herasimau

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Medicine pada 15 Oktober menemukan bahwa konsumsi makanan ultra-proses secara keseluruhan tidak berkaitan dengan angka kejadian kanker kolorektal. Meski demikian, hasilnya berbeda ketika peneliti menganalisis jenis makanan tertentu.

UPF mencakup berbagai produk, seperti biskuit kemasan, mi instan, minuman manis, daging olahan, dan keripik. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan bahwa label UPF saja tidak cukup untuk menjelaskan kaitan suatu makanan dengan risiko kanker usus. Kandungan nutrisi dan jenis bahan yang terdapat dalam makanan tersebut juga tampaknya berperan penting.

Walau Tidak Pakai Minyak Jelantah, Kol Goreng Tetap Bahayakan Jantung

Kol goreng menampung banyak minyak. Foto: Getty Images/Tuccera LLC

Bagi sebagian orang, menyantap ayam penyet atau pecel lele kerap terasa kurang lengkap tanpa kehadiran kol goreng yang renyah.

Namun, cara memasaknya yang menggunakan teknik deep fry dan minyak panas berulang kali membuat sajian favorit ini seolah kehilangan manfaatnya. Sayur yang dalam kondisi segar punya banyak nutrisi bermanfaat, berubah jadi penuh minyak yang berisiko bagi jantung.

Ini Risikonya Bila Bayi 24 Hari Diberi Telur Mentah

Telur mentah. Foto: Getty Images/Kritchai Chaibangyang

Kasus bayi 24 hari yang meninggal dunia setelah diduga diberi telur mentah oleh neneknya menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kebutuhan gizi bayi sesuai usia. Bayi itu sempat mengalami kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo, Surabaya.

Dikutip dari detikJatim, bayi tersebut mulai dirawat di rumah sakit pada Jumat (9/10/2026). Informasi yang beredar menyebutkan bayi tersebut mengalami demam sebelum diduga diberikan telur mentah oleh neneknya dengan tujuan menurunkan demam.