Hagia Sophia

18 September 2026

Pakar: Menjaga Jarak dari Berita Buruk Tidak Selalu Bermakna Apatis

Foto: Ilustrasi meditasi (Getty Images/whitebalance.space)

Mindfulness tengah ramai diperbincangkan di media sosial setelah munculnya pembahasan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah derasnya paparan berita buruk.

Menurut psikiater RS Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor, dr Lahargo Kembaren, mindfulness bukan berarti menutup mata terhadap berita buruk, penderitaan, atau bencana. Justru, kita mengakui realitas tersebut sambil menjaga agar emosi tidak sampai mengambil alih seluruh kemampuan untuk berpikir dan bertindak. dr Lahargo mengatakan bahwa menjaga jarak dari berita buruk tidak selalu bermakna apatis.

Benarkah Kurang Tidur Bisa Picu Kanker? Ini Kata Pakar

Foto: Ilustrasi begadang (Getty Images/iStockphoto/Nuttawan Jayawan)

Banyak orang yang mengabaikan waktu tidur karena beberapa alasan, misalnya urusan pekerjaan atau menonton serial TV. Secara bertahap, begadang menjadi kebiasaan rutin.

Kurang tidur dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Namun, apakah kurang tidur bisa mengancam jiwa dan meningkatkan risiko kanker?

Saran Menkes Supaya Panjang Umur Seperti Warga Jepang

Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)

Menteri Kesehatan (Menkes) mengatakan Kemenkes akan terus mendongkrak life expectancy atau angka harapan hidup Warga Negara Indonesia (WNI). Tidak tanggung-tanggung, targetnya adalah meniru rata-rata usia harapan hidup warga Jepang.

"Jepang itu (angka harapan hidup) 84 termasuk yang paling tinggi di dunia dan kalau dilihat dia poinnya orang di atas 100 tahun atau istilahnya centenarian, persentase orang jepang hidup di atas 100 tahun itu paling banyak," kata Menkes saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).

Harapan BPJS Kesehatan ke Faskes: Tak Sekadar Layani Banyak Pasien

Foto: dok. BPJS Kesehatan

Sebanyak 284,3 juta penduduk atau 98,6 persen populasi Indonesia telah terlindungi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga 1 September 2026. Setelah cakupan kepesertaan semakin luas, BPJS Kesehatan mendorong fasilitas kesehatan (faskes) tidak sekadar mengejar banyaknya layanan, tetapi juga memastikan hasil pengobatan yang optimal bagi peserta.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan perluasan kepesertaan harus diikuti dengan peningkatan mutu pelayanan. Menurutnya, keberhasilan JKN tidak cukup hanya diukur dari banyaknya masyarakat yang terdaftar.

BPJS Kesehatan Berharap Menkeu Baru Segera Terbitkan Regulasi untuk Atasi Defisit

Foto: Nafilah/detikhealth

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito berharap Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru, Suahasil Nazara, segera menerbitkan regulasi terkait penyuntikan dana Rp 20 triliun untuk BPJS Kesehatan. Regulasi tersebut saat ini sudah dalam proses pengajuan ke Kementerian Keuangan.

"Sedang kita ajukan. Ini hanya prosedur saja, kita sudah mengajukan ke Kementerian Keuangan, semoga Menteri Keuangan yang baru juga melakukan penerbitan Permenkeu untuk itu, kita sama-sama berdoa," kata Pujo saat ditemui di Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Kasus Influenza Tipe A Dikabarkan Melonjak di Surabaya

Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth

Kasus influenza tipe A dikabarkan melonjak di Surabaya, Jawa Timur. Bahkan sebua unggahan di media sosial mengabarkan bahwa rumah sakit di Surabaya penuh dengan pasien influenza A.

Namun, kabar ini dibantah oleh Hospital Director RS PHC Surabaya dr Rony Kurniawan. Ia membenarkan adanya lonjakan pasien, namun tidak sampai penuh seperti apa yang dinarasikan media sosial.

Menkes Ketemu Menkeu Suahasil, Bahas Suntikan Dana BPJS Kesehatan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth)

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan semalam bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara. Dalam pertemuan itu, Menkes membahas soal suntikan dana untuk BPJS Kesehatan.

Sebagai informasi, pemerintah kabarnya akan memberikan suntikan dana sebesar Rp 20 T kepada BPJS Kesehatan untuk menutup defisit.