Hagia Sophia

16 August 2026

Apa Penyebab Appendicitis dan Bagaimana untuk Mengurangi Risikonya?

Penyebab dan gejala radang usus buntu. Foto: Getty Images/sirawit99

Kasus appendicitis (apendisitis) atau radang usus buntu kembali ramai setelah selebgram Fahira Almira membagikan pengalamannya menjalani pemeriksaan terkait kondisi tersebut dengan layanan dan diagnosis yang disebutnya berbeda antara di rumah sakit Indonesia dan Penang, Malaysia. Tudingan tersebut belakangan memantik kontroversi lantaran dianggap sebagai 'black campaign' dan dituding balik sebagai 'pesanan sponsor'.

Appendicitis sendiri merupakan penyakit yang dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi paling sering ditemukan pada usia 10 hingga 30 tahun.

Terkait 'Black Campaign' RS Penang, IDI Tak Akan Somasi Influencer

Seorang influencer membuat konten kontroversial tentang pengalaman berobat radang usus buntu. Foto: Getty Images/jacoblund

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyikapi konten selebgram Fahira Almira yang baru-baru ini viral di media sosial. Konten tersebut menyoroti perbedaan diagnosis usus buntu antara tiga rumah sakit di Indonesia dan RS di Penang, Malaysia.

Ketua Bidang Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Cashtry Meher mengatakan, pihaknya sudah melihat konten tersebut dan memahami perasaan masyarakat atas apa yang terjadi.

Kemenkes: Belum Ditemukan Varian Baru COVID-19 di RI

Foto: Getty Images/subjob

Varian baru COVID-19 PQ.16.1.1 telah terdeteksi di sejumlah negara dan kini menjadi salah satu varian yang dipantau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan hingga saat ini belum ada laporan varian PQ.16.1.1 masuk ke Indonesia.

Heboh Konten Usus Buntu Berbau 'Black Campaign', Ini Kata Pakar

Unggahan kontroversial soal pengalaman berobat di Penang memantik kontroversi di kalangan medis. Foto: Getty Images/Victoria Kotlyarchuk

Netizen tengah ramai membandingkan pelayanan kesehatan antara rumah sakit di Indonesia vs luar negeri. Berawal dari content creator Fahira Almira yang mengunggah pengalaman berobat usus buntu, lalu berujung tudingan endorsement dari RS di Penang, Malaysia.

Perbedaan diagnosis usus buntu antara tiga rumah sakit di Indonesia dan RS Penang berakhir menjadi spekulasi publik soal dugaan "black campaign" yang dilakukan kreator tersebut. Sebagian kalangan meyakini, konten tersebut merupakan iklan terselubung.

Tanda Kolesterol Tinggi Bisa Terlihat dari Perubahan di Lidah

Foto: Thinkstock

Kolesterol tinggi sering disebut sebagai 'silent killer' karena kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas. Namun, perubahan warna pada lidah disebut-sebut bisa menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai.

Kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) yang terlalu tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak lemak di dalam pembuluh darah. Kondisi ini bisa menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung hingga stroke.

Kapan Usus Buntu Harus Dioperasi?

Ilustrasi (Foto: Getty Images/sirawit99)

Selebgram Fahira Almira ramai diperbincangkan karena berobat ke Penang, Malaysia untuk mengatasi masalah di organ pencernaan. Di rumah sakit Indonesia, ia didiagnosis radang usus buntu, namun di rumah sakit Malaysia ia mendapat diagnosis berbeda.

Terlepas dari kasus tersebut, menarik untuk membahas terkait apa itu usus buntu dan bagaimana cara pengobatannya. Apakah operasi menjadi golden standar pengobatan, atau kondisi ini bisa sembuh tanpa tindakan bedah?

Kemenkes: Jangan Sudutkan Layanan Kesehatan RI

Foto: Getty Images/iStockphoto/12521104

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) buka suara terkait polemik konten Fahira Almira yang membandingkan pengalaman pelayanan kesehatan di Indonesia dengan layanan kesehatan di luar negeri. Kemenkes meminta masyarakat menyikapi persoalan tersebut secara proporsional.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Aji Muhawarman memahami pengalaman pasien serta harapan masyarakat untuk mendapatkan diagnosis penyakit dan pelayanan kesehatan yang tepat.