Hagia Sophia

21 April 2026

Sejumlah Nutrisi Ini Penting untuk Daya Ingat Anak

Ilustrasi. Nutrisi juga penting untuk daya ingat anak. (iStockphoto/metamorworks)

Anak yang sulit fokus di kelas, lambat menangkap pelajaran, atau sering lupa instruksi kerap dianggap sekadar masalah kebiasaan belajar. Padahal, di balik itu bisa saja ada faktor yang lebih mendasar, yakni asupan gizi yang belum terpenuhi dengan baik.

Studi dari Indonesia Health Development Center (IHDC) menyoroti bahwa stunting, anemia, serta rendahnya asupan protein dan kalori berkaitan dengan kemampuan working memory anak usia sekolah.

Sayur dan Buah yang Sering Kita Konsumsi Ini Terkontaminasi Mikroplastik

Foto: Getty Images/iStockphoto/Khanchit Khirisutchalual

Sejumlah makanan yang sering dikonsumsi sehari-hari ternyata telah terkontaminasi mikroplastik. Temuan ini terungkap dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Environmental Research pada Februari 2024.

Sebagai informasi, mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil, bahkan tidak kasat mata. Partikel ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia tanpa disadari, baik melalui makanan yang tertelan maupun udara yang terhirup.

Penampakan Paha Manusia Akibat Sering Konsumsi Makanan UPF

Foto: Radiological Society of North America

Penampakan mengkhawatirkan terlihat dari studi jurnal Radiology yang menganalisis MRI 615 orang dalam penelitian Osteoarthritis Initiative di Amerika Serikat.

Gambar tersebut sekilas terlihat seperti potongan daging dengan marbling tinggi, menyerupai steak mahal dengan garis-garis lemak halus yang melimpah. Namun itu bukan makanan. Itu adalah hasil MRI paha seorang perempuan berusia 62 tahun yang mendapatkan 87 persen asupan kalorinya dari ultraprocessed food (UPF).

Pasien Diabetes Tak Lagi Perlu Minum Obat Seumur Hidup, Ini Syaratnya

Foto: Getty Images/Suriyawut Suriya

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof Em Yunir, menegaskan hingga saat ini diabetes masih tergolong penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya.

"Pasien yang sudah terdiagnosis umumnya tidak bisa benar-benar bebas dari diabetes," beber Prof Yunir di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Adakah Bedanya di Tubuh, Buah Utuh dan Jus?

Jus buah vs buah potong. Foto: iStock

Di tengah tren hidup sehat, jus buah kerap dipandang sebagai cara praktis untuk "mengejar" asupan nutrisi harian. Segelas jus terasa lebih mudah dikonsumsi dibanding harus mengunyah beberapa potong buah.

Tapi di balik kepraktisan itu, muncul pertanyaan yang jarang disadari: apakah jus benar-benar setara dengan buah utuh, terutama jika dilihat dari dampaknya terhadap gula darah?

Ramai Diperbincangkan, BGN Beli Semir dan Sikat Sepatu hingga Rp 1,5 Miliar

Foto: Gilang Faturahman/detikfoto

Isu pengadaan semir dan sikat sepatu senilai Rp 1,5 miliar oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ramai diperbincangkan. Kepala BGN Dadan Hindayana buka suara menjelaskan duduk perkara pengadaan tersebut.

Dadan menegaskan pembelian semir dan sikat sepatu menjadi bagian dari kebutuhan pendidikan dan pelatihan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2025. Program ini ditujukan untuk menyiapkan peserta sebagai komponen pendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Benarkah Buah Pir Bisa Menetralkan Makanan Manis?

Buah Pir (istimewa)

Setelah menikmati makanan manis atau berlemak, banyak orang merasa perlu "menyeimbangkan" dengan sesuatu yang lebih sehat dan buah sering jadi pilihan utama. Mulai dari makan pir setelah dessert, semangka setelah makanan bersantan, hingga minum air lemon usai gorengan, kebiasaan ini kerap dipercaya bisa membantu menetralisir efek makanan sebelumnya.

Sekilas terdengar masuk akal. Buah dikenal kaya serat, vitamin, dan air, sehingga dianggap mampu "mengimbangi" asupan yang kurang sehat. Tak heran, narasi ini pun makin populer dan sering dibagikan di media sosial.