![]() |
| Foto: REUTERS/Darrin Zammit Lupi |
Jauh sebelum teknologi geoengineering menjadi perbincangan, Prancis ternyata pernah memiliki rencana gila untuk mengubah sebagian Gurun Sahara menjadi laut buatan. Tujuannya bukan sekadar menciptakan jalur pelayaran baru, tetapi juga mengubah iklim gurun agar lebih lembap dan subur untuk pertanian.
Gagasan tersebut muncul pada akhir abad ke-19 ketika sejumlah insinyur dan penjelajah meyakini Sahara dapat 'dihidupkan kembali' dengan cara mengalirkan air laut ke wilayah cekungan yang berada di bawah permukaan laut. Mereka berharap keberadaan laut baru akan meningkatkan kelembapan udara, memicu curah hujan, dan membuat kawasan di sekitarnya menjadi lebih hijau.






