Hagia Sophia

11 October 2026

Binatang Langka, Ditemukan Penyu Berkepala Dua

Foto: New England Wildlife Centers

Seekor anak penyu dengan dua kepala ditemukan di Cape Cod, Massachusetts, Amerika Serikat. Kondisi langka tersebut bukan karena dua penyu menyatu setelah menetas, melainkan akibat kelainan perkembangan embrio yang dikenal sebagai bicephaly.

Penyu kecil tersebut merupakan diamondback terrapin (Malaclemys terrapin). Bobotnya hanya sekitar 5,2 gram. Anak penyu itu ditemukan relawan Mass Audubon Wellfleet Bay Wildlife Sanctuary di sebuah lokasi peneluran yang dilindungi di Wellfleet pada September 2026.

Kasus Stroke Usia 20-50 Tahun Melonjak 2 Kali Lipat, Inikah Pemicunya?

Foto: Getty Images/iStockphoto/designer491

Stroke kerap diidentikkan sebagai penyakit yang hanya mengintai kelompok usia lanjut. Tetapi, studi terbaru dari University of Cincinnati menunjukkan tren mengkhawatirkan.

Angka kejadian stroke pada kelompok usia muda (20-54 tahun) melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan tiga dekade lalu. Fenomena ini memicu keprihatinan mendalam dari para pakar kesehatan.

Jangan Abaikan, Kondisi Ini Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Foto: Ilustrasi sakit jantung (Getty Images/Nansan Houn)

Saat membahas penyakit kardiovaskular, banyak orang mungkin langsung mengaitkannya dengan kondisi seperti detak jantung tak teratur, gagal jantung, atau penumpukan plak di arteri jantung. Namun, ada kondisi yang sering diabaikan, terutama pada wanita, yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Dikutip dari laman NYPost, plak dapat menumpuk di berbagai pembuluh darah di tubuh, termasuk arteri di kaki dan pergelangan kaki. Kondisi ini disebut peripheral artery disease (PAD) atau penyakit arteri perifer.

Rusia Bantah Laporan Media Terkait Dugaan Kasus Kedua Pes di Siberia

Foto: REUTERS/Stringer

Rusia membantah laporan media mengenai dugaan kasus kedua pes di Siberia. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Moskow memberikan tanggapan resmi atas pertanyaan yang diajukan terkait laporan tersebut.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan pada Rabu bahwa sebagian besar pemberitaan media mengenai situasi ini adalah informasi palsu ketika ditanya mengenai laporan dugaan kasus kedua.

Sejumlah Fakta Tentang Peneliti Rusia yang Meninggal Misterius

Foto: Getty Images/iStockphoto/royaltystockphoto

Kasus peneliti di Rusia yang meninggal setelah sakit saat bekerja di lembaga penelitian pes memicu kekhawatiran soal potensi penyebaran penyakit tersebut. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko terhadap masyarakat umum saat ini masih rendah.

Peneliti berusia 28 tahun, Darya Shipilova, dilaporkan jatuh sakit saat bekerja di Institut Penelitian Antipes Irkutsk, Siberia. Ia kemudian meninggal dunia pada 2 Oktober 2026.

Kemenkes: Kasus Bayi Meninggal di Riau Tak Terkait Vaksin

Foto: Getty Images/iStockphoto/NataliaLeb

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan pelaksanaan imunisasi tetap berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku. Hal ini disampaikan setelah hasil kajian kausalitas terhadap laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius pada bayi di Kabupaten Kampar, Riau.

Bayi perempuan berusia tiga bulan tersebut meninggal dunia setelah menerima imunisasi DPT-Hb-Hib, PCV, OPV, dan Rotavirus pada 20 Agustus 2026. Hasil kajian yang dilakukan pada 27 Agustus 2026 mengklasifikasikan kejadian tersebut sebagai 'inkonsisten, reaksi akibat kondisi penyerta di luar vaksin'.

Kenali Sumber-sumber Kontaminasi Makanan

Resto Seoul 88 di Bandung yang kesandung kasus dugaan keracunan. Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar

Kasus dugaan keracunan makanan terjadi di restoran 88 Seoul, Bandung. Sejumlah pelanggan melaporkan mengalami keluhan seperti diare, mual, muntah, nyeri perut hingga demam setelah mengonsumsi makanan dari restoran tersebut.

Dinas Kesehatan Kota Bandung masih melakukan investigasi untuk mencari sumber kontaminasi. Artinya, hingga kini belum dapat dipastikan menu maupun mikroorganisme yang menjadi penyebab kasus tersebut.