Hagia Sophia

28 October 2026

Amankah Konsumsi Makanan Berat 30 Menit Sebelum Olahraga Berat?

Foto: Ilustrasi lari (Getty Images/Pavel1964)

Makan sebelum olahraga penting untuk membantu tubuh mendapatkan energi selama beraktivitas fisik. Namun, waktu makan perlu diperhatikan agar tubuh memiliki cukup waktu untuk mencerna makanan sebelum berolahraga.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menjelaskan, makan berat sebaiknya dilakukan sekitar 2-3 jam sebelum olahraga berat. Sementara itu, jika waktu menuju olahraga hanya tersisa 30 menit, makanan ringan yang mengandung karbohidrat bisa menjadi pilihan.

Selain Minuman Kekinian, Nutri-Level Juga Akan Diterapkan ke PKL

Foto: Menkes Budi Gunadi Sadikin (Rengga Sancaya_

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus mematangkan rencana penerapan label kadar gula dan nutrisi (Nutri-Level), pada produk makanan dan minuman olahan. Tak hanya menyasar kedai minuman kekinian dan merek besar, skema penandaan nutrisi ini nantinya juga bakal diterapkan hingga skala Pedagang Kaki Lima (PKL).

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pemerintah mengadopsi mekanisme yang telah sukses dijalankan di Singapura selama kurun waktu empat tahun terakhir. Untuk sektor pedagang kecil, Kemenkes mengedepankan sistem klaim mandiri (self-declare) agar tidak menyulitkan pelaku usaha.

Olahraga Jalan Cepat Setiap Hari Bisa Buang Lemak di Tubuh

Jalan kaki. Foto: Getty Images/wundervisuals

Lari disebut ampuh untuk merontokkan lemak di tubuh dengan cepat. Tetapi, tidak sedikit pejuang diet yang justru merasa kelelahan hingga nyeri sendi akibat memaksakan tubuhnya untuk berlari habis-habisan.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengungkapkan, lari bukanlah pilihan utama jika target utamanya adalah meluruhkan lemak. Untuk pangkas berat badan, dr Yaze justru lebih menyarankan olahraga jalan cepat secara rutin.

Diet Mana yang Lebih Aman Untuk Penderita GERD?

Menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/vadimguzhva

Mengatur pola makan demi menurunkan berat badan, sering kali memicu dilema bagi pengidap asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Tak sedikit pejuang diet yang bingung menentukan strategi terbaik. Apakah harus memangkas porsi makan atau fokus memotong kalori harian?

Ini Resep Dokter Gizi untuk Atasi Berat Badan yang Stuck

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Andrii Zorii

Sudah memangkas porsi makan hingga tidak menyentuh nasi putih, tapi angka timbangan tetap saja stuck? Fenomena ini sering kali membuat pejuang diet frustrasi, hingga nekat memotong porsi makan secara ekstrem.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan penyebab utama berat badan stagnan adalah penyesuaian otomatis dari tubuh terhadap kebutuhan kalori barunya.

Tak Hanya Ganggu Pernapasan, Polusi Udara Bisa Berdampak pada Ginjal

Foto: Ilustrasi polusi udara (Getty Images/iStockphoto/Tomwang112)

Tak hanya memengaruhi pernapasan, efek buruk polusi udara juga bisa berdampak pada ginjal. Meski bukan satu-satunya penyebab penyakit ginjal kronis, polusi bisa menjadi faktor lingkungan penting yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Ginjal berperan dalam menyaring produk limbah dari darah, mengatur keseimbangan cairan, serta membantu menjaga tekanan darah.

"Partikel halus, khususnya PM2.5, dapat masuk ke aliran darah melalui paru-paru dan memicu peradangan sistemik serta stres oksidatif. Proses ini dapat merusak pembuluh darah halus di dalam ginjal, yang berpotensi memengaruhi kemampuan ginjal untuk menyaring darah secara efisien," kata ahli nefrologi Dr Umesh Gupta, dikutip dari laman Hindustan Times.

IDI: Paparan Jangka Panjang Asap Karhutla Bisa Picu Kanker

Foto: REUTERS/Soepriyadi Gunawan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat menyebabkan penurunan kualitas udara yang berdampak pada kesehatan. Paparan asap dalam jangka pendek dapat memicu gangguan pernapasan, sementara paparan berkepanjangan terhadap polusi udara juga berisiko menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Slamet Budiarto menyoroti pentingnya pemantauan kualitas udara di wilayah terdampak karhutla. Menurutnya, informasi kualitas udara bisa dipantau melalui internet untuk mengetahui tingkat polusi di lingkungan sekitar.