Hagia Sophia

19 October 2022

Update COVID-19: 19 Oktober 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 2.390 dan 16 Meninggal

istimewa

Indonesia mencatat 2.390 kasus baru COVID-19, Rabu (19/10/2022). Seiring itu, tercatat pasien sembuh bertambah 1.408 dan sebanyak 16 pasien COVID-19 meninggal dunia.

Hingga hari ini, Indonesia telah mencatat total kasus COVID-19 terkonfirmasi sebanyak 6.462.655. Total kasus sembuh sebanyak 6.285.790 dan total 158.361 pasien COVID-19 meninggal dunia.

BPOM: Sirup Paracetamol yang Beredar di Gambia, Tidak Ada di Indonesia

Foto: Getty Images/pjjones

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) menegaskan obat sirup paracetamol yang beredar di Gambia dan menyebabkan gagal ginjal akut pada anak tidak beredar di Indonesia.

"Keempat produk yang ditarik di Gambia tersebut tidak terdaftar dan tidak beredar di Indonesia," tegas BPOM dalam pernyataan tertulis, Rabu (19/10/2022).

Terkait Gagal Ginjal Misterius, Waspadai Bila Kencing Seperti Ini

Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff

Menyusul 69 kasus kematian anak di Gambia dalam kondisi cedera ginjal diduga akibat konsumsi sirup batuk, RI kini mencatat seratusan kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan, gejala paling khas pada anak dengan gangguan ginjal tersebut adalah menurunnya volume air kencing, bahkan berhenti sama sekali.

"Perburukannya (kondisi pasien gangguan ginjal akut misterius) sangat cepat sekali. Yang tadinya batuk-pilek saja atau ada mual, muntah, diare, kemudian yang khas adalah demam juga," ungkap Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso dalam siaran langsung Instagram Ikatan Dokter Indonesia (IDI) (@ikatandokterindonesia), Selasa (18/10/2022).

Jangan Abaikan, Ini Beberapa Tanda Kanker Prostat

Ilustrasi kanker prostat. Foto: ilustrasi/thinkstock

Prostat adalah kelenjar di bawah kandung kemih pria yang berperan memproduksi dan menyalurkan sperma. Jika ia terkontaminasi oleh sel kanker, perannya tak lagi berjalan dengan baik. Oleh karenanya, para pria harus lebih tanggap mengenali tanda-tanda kanker prostat sebagai upaya penanganan sedini mungkin.

Menurut data Globocan 2020, setidaknya ada laporan 13.563 kasus kanker prostat terjadi di Indonesia. Meskipun penyakit ini muncul sejak lama dan banyak mengancam korban jiwa, penyebabnya belum bisa ditemukan secara pasti.

Kemenkes: Ini Jenis Kanker yang Sering Diidap Pria

Foto: thinkstock

Kanker merupakan penyakit berbahaya yang berisiko tinggi mengancam jiwa pengidapnya. Bahkan, ia telah menjadi penyumbang utama dalam peningkatan mortalitas di dunia. Sel kanker berpeluang tumbuh dan berkembang pada setiap bagian organ tubuh, baik dari otak hingga ujung kaki.

Menurut Plt Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI, dr Yanti Herman MH.Kes, setidaknya terdapat 10 juta jiwa melayang akibat penyakit berbahaya ini pada 2020. Temuan kasusnya sering dikaitkan oleh kanker payudara, paru-paru, kolon, rektum, dan prostat.

Ini Cerita Orang yang Merasa Mati Suri Selama 90 Menit

Foto ilustrasi: Thinkstock

Seorang pria di Victoria, Australia, mengaku pernah mengalami mati suri. Hal ini dialami pria bernama Alistair Blake tiga tahun yang lalu.

Saat itu, Alistair sempat mengalami serangan jantung saat tidur. Sebelumnya, ia masih menjalani kegiatan dengan cukup normal, seperti mengendarai sepeda sejauh 45 kilometer dan menghabiskan waktunya bersama sang istri, Melinda, sebelum tidur.

IDAI: Gangguan Ginjal Akut Misterius Jadi 192 Kasus

Foto: Getty Images/iStockphoto/kan2d

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan adanya peningkatan kasus terkait gangguan ginjal akut misterius. Kini total kumulatif dari penyakit tersebut per Januari-18 Oktober 2022 menjadi 192 kasus di Indonesia.

"Ini bukan berarti kasus baru tiba-tiba melonjak. Tapi ini adalah data yang baru dilaporkan ke kami," tutur Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso dalam konferensi pers, Selasa (18/10/2022).

Klarifikasi IDAI: Tak Ada Larangan Minum Sirup Parasetamol

IDAI menegaskan tidak ada larangan minum sirup parasetamol (Foto: Getty Images/fotostorm)

Pernyataan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim B Yanuarso, SpA(K) soal penggunaan sirup parasetamol dalam kaitannya dengan gangguan ginjal akut misterius, menuai kegaduhan. Belakangan pernyataan tersebut diklarifikasi, dipastikan tidak ada larangan menggunakan parasetamol.

"Saya tidak menganjurkan stop. Apalah wewenang saya untuk menyetop? Tapi ini momentum untuk mengedukasi agar lebih rasional dalam menggunakan obat-obatan, konsultasikan dulu dengan dokter," kata dr Piprim dalam Instagram Live khusus untuk mengklarifikasi hal tersebut, Selasa (18/10/2022).

Apakah Gagal Ginjal Akut Misterius Bisa Ditularkan?

Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff

Kasus gagal ginjal akut misterius mengalami peningkatan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk DKI Jakarta. Terkait hal tersebut, banyak masyarakat yang bertanya-tanya, apakah penyakit ini menular?

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr Ngabila Salama, MKM, menjelaskan sampai saat ini penyebab pasti gagal ginjal misterius masih belum diketahui. Namun, terdapat beberapa dugaan penyebab, seperti infeksi virus, bakteri, dan sebagainya.

Karim Benzema: Saya Akan Pensiun di Real Madrid

Foto: AFP via Getty Images/FRANCK FIFE

Karim Benzema baru saja raih gelar Ballon d'Or 2022. Ditanya soal masa depannya, Benzema dengan tegas akan pensiun di Real Madrid!

Gala Ballon d'Or digelar di Theatre du Chatelet, Paris, Selasa (18/10/2022) dini hari WIB. Ada tujuh kategori yang diperebutkan dalam penghargaan kali ini.

Hindari Dulu Sirup Paracetamol, Ini Rekomendasi IDAI Terkait Merebaknya Gagal Ginjal Misterius

Foto: Getty Images/pjjones, detikcom

Indonesia mencatat seratusan kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak. Beberapa waktu sebelumnya, Gambia melaporkan lebih dari 60 kasus kematian anak dengan kondisi cedera ginjal. Diduga, kondisi tersebut disebabkan konsumsi sirup obat batuk.

Hingga kini, belum ditemukan penyebab pasti seratusan kasus gangguan ginjal akut misterius di Indonesia. Namun sebagai antisipasi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan warga Indonesia untuk tidak mengkonsumsi obat parasetamol sirup dulu.

Siapakah yang Akan Jadi Juara Piala Dunia 2022? Ini Kata Messi

Lionel Messi (Getty Images/Daniel Jayo)

Lionel Messi merendah terkait peluang Timnas Argentina juara Piala Dunia 2022. Dia justru menjagokan Brasil dan Prancis.

Messi bersama Argentina lagi dalam tren luar biasa tiga tahun terakhir ini. Sejak kalah dari Brasil di semifinal Copa America 2019, Argentina melalui 35 pertandingan tanpa terkalahkan.

Ini Rincian dan Sebaran Gagal Ginjal Misterius di DKI Jakarta

Foto: Thinkstock

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 49 kasus gagal ginjal akut misterius per Januari-18 Oktober 2022, dilaporkan dari fasilitas Kesehatan DKI Jakarta. Sebesar 45 persen kasus berdomisili di Jakarta.

"Wilayah domisili 22 kasus (45 persen DKI Jakarta), Banten 8 kasus, Jawa Barat 14 kasus, dan luar jabodetabek 5 kasus," tulis keterangan Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr Ngabila Salama, MKM, yang diterima detikcom, Selasa (18/10/2022).

Apakah Penyebab Kasus Gagal Ginjal Misterius Meningkat di Jakarta? Ini Kata Dinkes

Foto: Thinkstock

Gagal ginjal akut misterius belakangan ini ramai diperbincangkan lantaran memicu penambahan kasus terkonfirmasi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jakarta. Apa sih kemungkinan penyebabnya?

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr Ngabila Salama, MKM, menjelaskan sampai saat ini penyebab pasti gagal ginjal misterius masih belum diketahui. Namun, terdapat beberapa hipotesis dugaan penyebab, seperti infeksi virus, bakteri, dan sebagainya.

Ini Sebaran Kasus COVID-19 di Indonesia pada 18 Oktober 2022

Foto: Agung Pambudhy

Indonesia mencatat sebanyak 2.164 kasus baru COVID-19, Selasa (18/10/2022). Kasus aktif kini sebanyak 17.538 kasus.

DKI Jakarta kini menyumbang jumlah kasus terbanyak dengan total 697. Disusul oleh Jawa Barat dengan total 353 kasus, kemudian Jawa Timur dengan total 308 kasus.