Hagia Sophia

01 October 2022

Update COVID-19: 1 Oktober 2022 Kasus COVID-19 Bertambah 1.639 dan 10 Meninggal

istimewa

Indonesia mencatat 1.639 kasus baru COVID-19, Sabtu (1/10/2022). Seiring itu, terdapat kasus sembuh sebanyak 1.526 dan 10 pasien COVID-19 meninggal dunia. Kasus aktif COVID-19 di Indonesia kini ada sebanyak 17.697.

Hari ini, tercatat sebanyak 53.283 spesimen diperiksa dengan suspek pasien COVID-19 sebanyak 3.927. Kemudian hingga hari ini, Indonesia mencatat total kasus COVID-19 terkonfirmasi sebanyak 6.433.263.

Akankah Pertalite Ikutin Pertamax untuk Turun Harga?

Foto: Infografis detikcom/M Fakhry Arrizal

PT Pertamina (Persero) baru saja menurunkan harga BBM Pertamax. Harga Pertamax yang semula Rp 14.500, kini turun menjadi Rp 13.900/liter.

Setelah Pertamax turun, apakah akan diikuti Pertalite? Seperti diketahui harga Pertalite dan Pertamax pada awal September, persisnya 3 September, naik berbarengan. Pengumuman itu disampaikan langsung dalam keterangan pers Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri ESDM, Menteri Keuangan, Menteri Sosial, dan Menteri Ketenagakerjaan di Istana Kepresidenan, Sabtu (3/9/2022).

Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun

Foto: Infografis detikcom/Denny Putra

Pertamina, Shell, BP dan VIVO kompak menurunkan harga BBM. Penurunan harga BBM berlaku per 1 Oktober 2022.

Adapun jenis BBM Pertamina yang turun harga adalah Pertamax RON 92 dan Pertamax Turbo RON 98. Shell menurunkan harga BBM jenis Shell Super RON 92, Shell V-Power RON 95, dan V-Power Nitro + RON 98.

Benarkah Pasta Gigi Bisa Obati Luka Bakar? Ini Kata Pakar

Foto: Thinkstock

Ketika seseorang mengalami luka bakar, pasta gigi adalah saran terbanyak diberikan oleh orang awam sebagai pertolongan pertama dan penyembuhan. Ntah siapa yang pertama kali merumuskannya, tetapi persepsi ini sepertinya sudah mendarah daging di Indonesia.

Kebanyakan orang berpikir kandungan dari pembersih gigi ini bisa meredakan rasa perih dan memperbaiki jaringan kulit. Berdasarkan dugaan tersebut, benarkah pasta gigi terbukti efektif mengobati luka bakar?

Es Teh Kekinian yang Tinggi Gula Disorot, Bagaimana dengan Es Kopi Susu?

Foto: Getty Images/iStockphoto/Theerawan Bangpran

Heboh kabar pihak Es Teh Indonesia melayangkan somasi kepada seorang konsumen yang mengkritik produk minumannya gegara dinilai kebanyakan gula. Netizen berbondong-bondong ikut mengkritik keras pihak Es Teh Indonesia, sembari menyoroti bahaya konsumsi gula terlalu banyak. Di antaranya, risiko diabetes dan obesitas.

Seiring itu, dokter kecantikan founder The Aesthetics Skin, dr Ariana Suryadewi S, M. Biomed ikut menyoroti efek konsumsi gula berlebih ke kesehatan kulit. Pasalnya, kadar gula yang terlalu banyak dalam tubuh bisa memicu jerawat lebih mudah muncul.

Beberapa Makanan Ini Diyakini Bisa Sembuhkan Paru dengan Alami

Foto: Getty Images/iStockphoto/Natali_Mis

Beberapa orang, khususnya mantan perokok, mungkin mencari-cari cara untuk membersihkan paru-paru. Pasalnya, paru-paru merupakan organ tubuh yang amat penting untuk dijaga kesehatannya.

Tentu saja, cara pertama untuk menjauhkan tubuh dari bahaya rokok adalah dengan berhenti merokok. Di samping itu, upaya menjaga organ paru-paru juga dilakukan dengan menjalani pola hidup sehat.

Mungkinkah Kasus Perselingkuhan Terjadi Akibat Ketidakpuasan Seks?

ilustrasi selingkuh (Andhika-detik)

Sepekan terakhir, dunia maya diramaikan kabar perselingkuhan yang menyeret nama sejumlah selebritis. Kabar terbaru, pedangdut Lesti Kejora melaporkan sang suami, Rizky Billar, atas dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Beredar kabar, kasus perselingkuhan menjadi awal tindak kekerasan tersebut.

Terlepas dari nama-nama selebritis yang terseret, psikolog klinis dari Ohana Space, Annisa Mega Radyani, menegaskan bagaimana pun perilaku berselingkuh tidak bisa diwajarkan. Namun di balik perilaku tersebut, terdapat sejumlah kemungkinan penyebab seseorang berselingkuh. Di antaranya yakni tidak terpenuhinya kebutuhan dalam hubungan, serta ketidakmampuan mengontrol diri dan pemecahan masalah.

Bagaimanakah Sebaiknya Konsumsi Minuman Manis Seperti Es Teh Kekinian?

Foto: Getty Images/iStockphoto/Theerawan Bangpran

Ramai kabar pihak Es Teh Indonesia melayangkan somasi kepada seorang netizen yang mengkritik salah satu produk minumannya, dengan alasan produknya terlalu manis. Netizen lainnya kemudian berbondong-bondong ikut mengkritik tingginya kandungan gula pada minuman tersebut, khawatir soal risiko penyakit obesitas dan diabetes.

Dokter kecantikan founder The Aesthetics Skin, dr Ariana Suryadewi S, M. Biomed menjelaskan, memang ada banyak penyakit dan efek buruk yang bisa dipicu oleh konsumsi gula berlebih. Selain obesitas dan diabetes, kadar gula yang tinggi pada tubuh juga bisa membuat kulit rentan berjerawat.

Bayern Munich Tundukan Bayer Leverkusen 4-0

(Foto: Getty Images/Adam Pretty)

Bayern Munich mencukur Bayer Leverkusen telak 4-0. Leroy Sane membuka dengan gol cepat, disusul gol-gol dari Jamal Musiala, Sadio Mane, dan Thomas Mueller.

Bayern menjamu Leverkusen di Allianz Arena, Sabtu (1/10/2022) dini hari WIB dalam lanjutan Liga Jerman. Tuan rumah sudah langsung unggul pada menit ketiga.

Malam Ini Akan Kembali Hadapi Tottenham, Bagaimana Kans Arsenal?

(Foto: Getty Images/James Williamson - AMA)

Arsenal akan menghadapi Tottenham Hotspur di Premier League akhir pekan ini. Mikel Arteta memastikan timnya sudah belajar dari kekalahan memalukan di bulan Mei.

Derby London Utara akan jadi salah satu big match yang memanaskan Premier League usai jeda internasional akhir pekan ini. Laga Arsenal vs Tottenham akan digelar di Emirates Stadium, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Beberapa Jenis Makanan Pembersih Usus

(Foto: Getty Images/iStockphoto/andriano_cz)

Mengonsumsi makanan pembersih usus secara rutin sangat dianjurkan guna melindungi sistem pencernaan dari berbagai bakteri dan virus penyebab penyakit. Sebab, usus adalah rumah bagi triliunan mikroorganisme yang berasal dari hidangan dan gabungan bakteri jahat serta baik.

Usus bukan sekedar organ "penggiling" makanan dalam tubuh. Namun, ia jadi tempat di mana nutrisi terserap, seperti vitamin, mineral, dan protein. Bila kinerjanya tersebut tidak berjalan normal, maka ada masalah yang dengan organ tubuh. Masalah tersebut bisa berupa penyakit ringan hingga berat, seperti kanker.

Jangan Berlebihan Konsumsi Makanan Ini, Bisa Picu Kanker

(Foto: thinkstock)

Kanker menjadi penyakit kompleks yang menyerang bagian tubuh manapun. Penyakit ini membuat sel-sel abnormal tumbuh melampaui batas yang biasanya kemudian menyerang bagian tubuh yang berdekatan dan menyebar ke organ-organ lain (metastasis). Dikutip dari laman milik WHO, metastasis menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker.

Ada berbagai faktor terjadinya kanker seperti genetik hingga gaya hidup. Pola makan yang tidak bisa jadi salah satu penyebab terjadinya kanker. Ini 6 makanan yang bisa meningkatkan risiko kanker, dikutip dari Healthline.

Beberapa Tanda Kanker Ovarium yang Harus Diwaspadai

Tanda-tanda kanker ovarium (Foto: Getty Images/iStockphoto/sorrapong)

Tanda-tanda kanker ovarium terbilang sering muncul sejak awal pertumbuhannya. Jadi, penting untuk memperhatikan kesehatan tubuh bila terdapat masalah atau hal yang tidak normal lainnya.

Kanker ovarium adalah penyakit ganas yang berasal dari ovarium atau daerah sekitar tuba falopi dan peritoneum. Ovarium sendiri berfungsi membuat hormon dan menghasilkan sel telur untuk proses reproduksi.

Penyandang Hipertensi Dilarang Konsumsi Sate Kambing? Ini Penjelasan Dokter

(Foto: iStock)

Olahan daging kambing merupakan salah satu hidangan yang cukup populer dan disenangi masyarakat, seperti tongseng dan sate. Namun, di balik cita rasanya yang khas ada beberapa mitos yang masih diyakini masyarakat.

Bagi pengidap hipertensi tentu sudah tidak asing lagi dengan larangan mengonsumsi daging kambing karena kandungannya yang tinggi kolesterol dan lemak. Oleh karenanya, tidak sedikit dari orang dengan tekanan darah tinggi rela menahan godaan makanan tersebut guna mencegah kondisinya kian parah.

Ini Sebaran Kasus COVID-19 di Indonesia pada 30 September 2022

Foto: Amdhika Prasetia/detikcom

Indonesia mencatat sebanyak 1.857 kasus baru COVID-19, Jumat (30/9/2022). Kasus aktif kini sebanyak 17.594 kasus.

DKI Jakarta kini menyumbang jumlah kasus terbanyak dengan total 734. Disusul oleh Jawa Barat dengan total 342 kasus, kemudian Jawa Timur dengan total 206 kasus.