Hagia Sophia

13 November 2022

Menkes: Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Mulai Melandai

Menkes RI Budi Gunadi Sadikin (Foto: Hana Nushratu Uzma/detikHealth)

Setelah izin edar 73 merek obat sirup divabut oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, kasus gagal ginjal akut pada anak (GGPA) perlahan mengalami penurunan. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin pada Sabtu, (12/11/2022). Budi mengatakan, dalam waktu 8-10 hari pihaknya tidak menerima laporan terkait adanya kasus baru GGA di Indonesia.

"Jadi sejak itu (pencabutan izin edar 73 obat sirup oleh BPOM) dilarang, itu (kasus baru GGA) benar-benar turun drastis dan mungkin bukan hanya delapan (hari). Sudah 9-10 hari itu tidak ada kasus baru," ujar Budi ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (12/11/2022).

Budi mengatakan, pelarangan tersebut efektif untuk mengendalikan kasus gagal ginjal akut pada anak. Lebih lanjut, pasien yang meninggal dunia juga menurun drastis. Bahkan kasus meninggal terakhir tercatat hanya satu.

"Jadi kasus (pasien meninggal) yang lama, karena kondisinya sudah parah. Kita sudah nggak bisa obati (meninggal), masih ada," kata Budi.

Sementara itu, pasien rawat inap juga kunjung berkurang. Dari 120-an kini menjadi 20-an. Budi menuturkan bahwa Indonesia kini sudah melewati fase puncak kasus GGA.

"Sekarang yang dirawat tinggal 24-an, 22-an dan itu kondisinya relatif membaik," tutur Budi.

Sejauh ini, BPOM telah mencabut izin edar 73 merek obat sirup. Obat-obatan tersebut diduga mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang melebihi ambang batas aman. Kedua zat tersebut disebut-sebut menjadi salah satu pemicu gagal ginjal akut.

Stok Obat Antidotum Masih Banyak

Budi mengklaim stok obat penawar (antidotum) masih aman sejak dicabutnya 73 merk obat sirup dari peredaran oleh BPOM. Sebab, kasusnya sudah menurun drastis.

Di sisi lain, perusahaan farmasi PT Takeda menawarkan 200 stok vial obat antidotum pada Kemenkes. Namun, Budi menuturkan bahwa pihaknya masih memiliki banyak stok vial obat antidotum.

"Masih ada 120-an lebih (stok vial obat antidotum), karena udah nggak ada lagi yang kena (gagal ginjal akut)," tutup Budi.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kabar Baik Soal Gagal Ginjal Akut pada Anak, Menkes Sebut Kasusnya Melandai"