Hagia Sophia

17 September 2022

Menurut WHO Akhir Pandemi COVID-19 Sudah Dekat, Bagaimana dengan Indonesia?

detikcom

Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyinggung akhir pandemi COVID-19 kini sudah di depan mata. Namun begitu, upaya penanganan COVID-19 termasuk vaksinasi COVID-19 tetap perlu digencarkan. Tak lain, agar situasi pandemi yang mereda kini tak justru menjadi peluang munculnya mutasi varian Corona baru.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Ia menegaskan, seiring kondisi pandemi COVID-19 kini, vaksinasi COVID-19 harus digencarkan khususnya pada kelompok prioritas tenaga kesehatan (nakes) dan lansia.

"Pekan lalu, angka kematian akibat COVID-19 mingguan yang terlaporkan adalah yang terendah sejak Maret 2020. Kita belum pernah ada di posisi sebaik ini dalam upaya mengakhiri pandemi COVID-19. Kita belum tiba di sana (akhir pandemi COVID-19), tapi akhir pandemi sudah di depan mata" ujarnya, dikutip detikcom dari laman Twitter resmi @DrTedros, Jumat (16/9/2022).

"Jika kita tidak mengambil kesempatan ini sekarang, ada risiko untuk varian baru, lebih kematian, lebih banyak kerusakan, dan lebih banyak ketidakpastian. Jadi mari kita gunakan kesempatan ini," pungkas Tedros.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kementerian Kesehatan RI menegaskan, meski ada kabar baik dari WHO terkait potensi pandemi berakhir, vaksinasi COVID-19 tetap harus digencarkan. Mengingat, vaksinasi adalah salah satu strategi penanganan pandemi COVID-19 yang wajib dijalankan setiap negara.,

"Tanda-tanda (akhir pandemi COVID-19) depan mata yang disampaikan oleh WHO itu tidak serta merta kita dengan membalikkan telapak tangan," ujar juru bicara Kemenkes RI, Mohammad Syahril dalam konferensi pers virtual bertajuk 'Perkembangan Kasus COVID-19, Hepatitis Akut dan Cacar Monyet', Jumat (16/9/2022).

"(Strategi penanganan pandemi COVID-19) salah satunya vaksinasi, dikomunikasikan risikonya kepada masyarakat sehingga masyarakat tetap menjadi bagian dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19," sambungnya.

Ia juga menyinggung produksi vaksin COVID-19 dalam negeri sebagai upaya penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Tentang vaksinasi produksi dalam negeri, saya kira memang ini tetap dilakukan sampai betul-betul keutuhan vaksinasi kita terpenuhi. Bukan hanya dalam negeri, mungkin suatu saat keluar negeri dibutuhkan vaksinasi tadi, kenapa tidak vaksinasi dalam negeri kita lakukan?" pungkas Syahril.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO Sebut Akhir Pandemi COVID-19 Sudah Depan Mata, Artinya RI Sudah Aman?"