Hagia Sophia

17 September 2022

Dokter Paru: Vape dan Rokok Elektrik Bukan Solusi untuk Berhenti Merokok

detikcom

Dokter paru menegaskan, vape dan rokok elektrik bukanlah solusi untuk berhenti merokok konvensional atau tembakau. Mengingat kerap beredar narasi, efek berbahaya vape lebih ringan dari rokok konvensional lantaran tidak mengandung tar.

"(Menggantikan rokok konvensional dengan vape atau rokok elektrik) juga salah. Dari rokok konvensional ke vape, katanya ini aman. Nggak juga," tegas spesialis paru RS Persahabatan dan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) saat ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Kamis (15/9/2022).

"Itu (vape dan rokok elektrik) juga mengandung zat-zat berbahaya. Untuk rokok kan lebih dari 400 zat berbahaya yang bisa memicu akhirnya menjadi kanker. Si vape itu juga. Itu kamuflase saja," sambungnya.

dr Erlina juga menyoroti banyak orang yang alih-alih berhenti merokok konvensional dengan menggunakan vape, kini malah menjadi 'dual user' alias pengguna rokok konvensional dan vape sekaligus.

"Buat berhenti ya berhenti, jangan mencari alternatif. (Efeknya sama bahayanya) betul. Hoaks yang mengatakan vape itu lebih tidak berbahaya," tegas dr Erlina lebih lanjut.

Menurutnya, tidak ada saluran pernapasan perokok yang sehat. Sebab pada saluran pernapasan perokok, silia berisiko lumpuh sehingga saluran menjadi lebih rentan terinfeksi.

"Nggak ada cerita saluran napas perokok itu sehat. Karena asap rokok itu terus masuk ke saluran napas, di saluran napas ada bulu-bulu getar namanya silia yang salah satu tugasnya adalah secara bersama-sama mengeluarkan kuman, bakteri, virus, dan kotoran-kotoran yang masuk. Kalau silia ini lumpuh karena asap rokok, mudah menjadi infeksi," pungkas dr Erlina.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Awas! Ini Alasan Vape dan Rokok Elektrik Tak Lebih Sehat dari Rokok Konvensional"