Hagia Sophia

02 December 2022

Beberapa Hal yang Akan Terjadi pada Bumi Bila Bulan Meledak

Foto: AP/Ng Han Guan

Upaya eksplorasi Bulan oleh negara-negara maju dalam beberapa tahun belakangan, membuat satelit alami yang mendampingi Bumi ini terancam hancur jika manusia kebablasan.

Selama hampir 4,5 miliar tahun sejarah Tata Surya kita, Bumi tidak sendirian saat berputar mengelilingi Matahari, melainkan bersama Bulan. Bulan memainkan peran penting dalam hubungan Bumi dengan komponen lain Tata Surya kita, dan dalam kehidupan seperti yang kita kenal di Bumi.

Maka, menghancurkannya bisa menjadi malapetaka. Entah karena kegagalan operasi penambangan di Bulan, ledakan nuklir, atau tabrakan dengan planet lain, apapun yang menyebabkan malapetakan ini, akan mengubah dunia kita selamanya. Setidaknya berikut adalah tujuh hal yang bakal terjadi pada Bumi kalau Bulan meledak, dikutip dari Science Focus.

1. Puing-puing Bulan menghujani Bumi
Meskipun bongkahan Bulan akan sangat besar, padat, dan bahkan berpotensi lebih besar dari asteroid yang memusnahkan dinosaurus, energinya akan jauh lebih sedikit karena kecepatan orbitnya yang lebih rendah.

Asteroid atau komet yang menabrak Bumi bergerak dengan kecepatan dua puluh, lima puluh, atau bahkan lebih dari seratus kilometer per detik. Namun puing-puing Bulan, mungkin akan bergerak hanya dengan kecepatan 8 km/detik, dan menghantam atmosfer kita sekilas.

Meski demikian, puing-puing yang menabrak Bumi masih akan merusak dan bisa mematikan karena jumlahnya sangat banyak dan menyebar ke segala arah.

Jika ledakannya cukup lemah, puing-puing akan terbentuk kembali menjadi satu atau lebih Bulan baru. Jika terlalu kuat, tidak akan ada yang tersisa, dan itu akan menciptakan sistem cincin di sekitar Bumi seperti Saturnus. Seiring waktu, pecahan Bulan itu akan keluar dari orbit berkat adanya atmosfer Bumi, menciptakan serangkaian dampak lainnya.

2. Langit malam akan lebih terang
Langit malam secara alami akan jauh lebih cerah. Begitu Bulan dan semua sisa-sisanya hilang, objek paling terang kedua dari pandangan langit di Bumi ini akan hilang sama sekali.

Matahari secara alami akan 400 ribu kali lebih terang daripada Bulan purnama perigee (titik terdekat Bulan terhadap Bumi). Tanpa Bulan, tidak akan ada penghalang alami bagi langit yang gelap sepanjang tahun.

3. Tidak ada lagi gerhana
Bumi selama ini mengalami gerhana Matahari maupun Bulan, secara parsial, total atau annular, saat satelit alami Bumi ini melewati bayangan planet ini. Jika tidak ada Bulan, maka Bumi tidak akan lagi mengalami gerhana jenis apa pun.

Gerhana membutuhkan tiga objek untuk disejajarkan: Matahari, planet, dan Bulan planet. Ketika Bulan melintas di antara Matahari dan sebuah planet, bayangan dapat muncul di permukaan planet (gerhana total), Bulan dapat melintasi permukaan Matahari (gerhana annular), atau dapat mengaburkan hanya sebagian kecil dari cahaya Matahari (gerhana sebagian).

Tapi tanpa Bulan sama sekali, semua ini tidak akan terjadi. Satu-satunya satelit alami kita ini tidak akan pernah masuk ke dalam bayangan Bumi sehingga tidak akan ada gerhana.

4. Durasi hari akan konstan
Bulan memberikan gaya gesek kecil pada Bumi yang berputar, menyebabkan laju rotasi kita melambat seiring waktu. Kita mungkin hanya kehilangan waktu sedetik di Bumi selama berabad-abad, jadi perubahan ini tidak terasa. Namun seiring waktu, ini akan terakumulasi.

Durasi satu hari 24 jam saat ini, merupakan akumulasi dari jutaan tahun lalu. Zaman dinosaurus menjelajahi Bumi, durasi satu hari adalah 22 jam. Satu hari Bumi bahkan lebih singkat lagi pada miliaran tahun lalu, yakni di bawah 10 jam.

Mungkin dalam empat juta tahun lagi, kita tidak memerlukan hari kabisat lagi di kalender kita, karena kecepatan rotasi melambat dan panjang hari terus bertambah.

Nah, ketiadaan Bulan akan menyebabkan Bumi berotasi dengan kecepatan konstan. Durasi hari di Bumi tetap 24 jam selama sisa waktu keberadaan Bumi hingga Matahari mati.

5. Pasang surut berubah
Pasang surut Bumi juga akan berubah karena gravitasi yang diberikan Bulan pada lautan tidak akan ada lagi. Pasang surut Bumi akan jauh lebih kecil.

Pasang naik dan pasang surut menghadirkan perbedaan yang menarik dan besar bagi kita yang tinggal di dekat pantai, terutama jika kita berada di teluk atau area lain di mana air menggenang.

Pasang kita di Bumi terutama disebabkan oleh Bulan. Matahari hanya menyumbang sebagian kecil dari pasang surut yang kita lihat sekarang. Tanpa Bulan, pasang surut akan berubah menjadi selalu berskala kecil.

6. Kemiringan Bumi tidak stabil
Mungkin yang lebih penting adalah fakta bahwa Bulan mempengaruhi kemiringan Bumi pada porosnya. Tanpa gaya gravitasi Bulan, kemiringan Bumi akan menjadi tidak stabil dan berubah drastis.

Mungkin saja Bumi bisa miring lebih dari 45 derajat tanpa Bulan. Dengan kemiringan seperti ini, dampaknya adalah musim akan berubah, suhu di seluruh dunia akan berubah secara signifikan, dan zaman es kemungkinan besar akan terjadi di berbagai belahan dunia karena mereka tidak akan mendapatkan banyak sinar Matahari.

7. Tidak punya 'batu loncatan'
Dengan tidak adanya Bulan, kita tidak lagi memiliki batu loncatan ke alam semesta lainnya. Sejauh yang kita tahu, manusia adalah satu-satunya spesies yang pernah dengan sengaja menjelajahi permukaan dunia lain, dan Bulan adalah dunia luar angkasa pertama yang dijelajahi.

Alasan mengapa kita dapat melakukan itu, adalah Bulan adalah tetangga terdekat Bumi. Dengan jarak 'hanya' 380 ribu km, roket konvensional dapat menempuh perjalanan sekitar 3 hari, dan sinyal bolak-balik dengan kecepatan cahaya hanya membutuhkan waktu 2,5 detik.

Pilihan terdekat berikutnya, Mars atau Venus, membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk sampai ke sana dengan roket, lebih dari setahun untuk perjalanan bolak-balik, dan beberapa menit untuk komunikasi bolak-balik.

Bulan ibarat batu loncatan dan 'latihan lari' paling mudah dan paling berguna yang bisa kita jelajahi untuk mempelajari lebih jauh tentang alam semesta.























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "7 Hal Ngeri yang Bakal Terjadi pada Bumi Kalau Bulan Hancur"