Hagia Sophia

04 April 2023

Ini Syarat Bila Anak dengan Diabetes Ingin Berpuasa

Foto ilustrasi: thinkstock

Anak dengan diabetes melitus (DM) boleh-boleh saja ikut menjalankan puasa di bulan Ramadan. Dengan syarat, kadar gula darah si anak dalam keadaan stabil.

Tetapi, adakah saat-saat yang mengharuskan anak dengan diabetes harus membatalkan atau tidak berpuasa?

Pakar endokrinologi anak Prof Dr dr Aman B Pulungan, SpA(K) mengatakan tidak ada batasan usia anak dengan diabetes boleh berpuasa. Tetapi, dengan syarat si anak harus sudah paham dan memiliki kadar gula darah yang terkendali selama berpuasa.

"Dia harus paham cek gula darah sendiri. Dia harus paham tanda-tanda kegawatan kalau dia hipoglikemia," kata Prof Aman saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (28/3/2023).

"Jika itu terjadi, dia harus buka puasanya, dia harus batalkan (puasanya)," sambungnya.

Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi saat kadar gula di dalam darah berada di bawah kadar yang normal. Kondisi ini merupakan komplikasi yang paling umum terjadi pada individu dengan diabetes.

Maka dari itu, Prof Aman menyarankan beberapa tips agar anak dengan diabetes bisa tetap berpuasa dengan nyaman. Salah satunya dengan rutin mengecek kadar gula darah sekitar empat kali sehari.

"Jadi, dia harus cek gula darah sesuai yang dianjurkan dokternya. Jadi sahur dia cek gula darah, bangun pagi dia cek, siang dia cek gula darah," jelas Prof Aman.

"Kira-kira dua jam sebelum buka dia cek gula darah , jadi boleh sebetulnya mereka berpuasa," pungkasnya.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Anak dengan Diabetes Boleh Kok Ikut Puasa, tapi Begini Catatan Dokter"