Hagia Sophia

04 April 2023

Untuk Tingkatkan Energi, Ini Saran Ahli untuk Menu Buka Puasa

Rekomendasi menu buka puasa dari dokter untuk nge-boost energi. (Foto ilustrasi: Shutterstock

Selama berpuasa, mereka yang tinggal di Indonesia harus menahan lapar dan haus selama kurang lebih 13 jam. Bagi beberapa orang, hal ini kadang membuat semangat menurun di pertengahan hari akibat perut kosong.

Nyatanya, memperhatikan makanan yang dikonsumsi saat sahur dan buka menjadi kunci untuk menjaga kesegaran tubuh selama berpuasa. Untuk itu, beberapa rekomendasi makanan sahur dan berbuka dari dokter spesialis kedokteran olahraga ini mungkin bisa dicoba.

Untuk berbuka puasa, spesialis kedokteran olahraga dari RS Royal Progress dr Caleb Leonardo Halim, SpKO menyarankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang manis terlebih dahulu.

"Nah ketika berbuka maka sebaiknya kalau mau berbuka dan melakukan olahraga, maka komposisi gulanya terlebih dahulu yang harus lebih banyak. Setelah berolahraga maka karbohidrat, protein, dan lemak masih harus dikonsumsi, terutama protein dalam tubuh, konsumsinya harus terkonsumsi 1 gram/kg berat badan," ujarnya kepada detikcom, Selasa (21/3/2023).

"Untuk proteinnya bisa bervariasi. Kalau bukan vegan maka bisa daging-dagingan bisa diatur sendiri sesuka hati ya, divariasikan saja. Kemudian bagi yang lainnya yang vegan paling banyak protein bisa kacang-kacangan, kalau bisa makan telur maka bisa dikonsumsi juga," lanjut dr Caleb.

Konsumsi lemak juga penting untuk menaikkan kembali energi yang nge-drop saat berpuasa. Kandungan ini dapat ditemukan dalam daging, kacang-kacangan, dan bahkan buah alpukat.

"Kalau lemak maka dari daging juga ada, dari kacang-kacangan juga banyak lemak, buah juga bisa. Salah satunya alpukat ini adalah sumber lemak yang baik kita konsumsi yang akan menahan rasa kenyang lebih lama," ungkap dr Caleb.

Untuk sahur, dr Caleb menyarankan konsumsi makanan yang memiliki karbohidrat kompleks. Sebab, karbohidrat biasa justru dapat membuat seseorang lebih cepat lapar.

"Ketika sahur, rekomendasi saya adalah ini komposisi makanan ya. Kalau orang Indonesia kebanyakan makan makanan karbohidrat yang bahkan mungkin simple carbs seperti nasi. Bukannya nggak boleh, tetapi perlu diketahui kalau nasi putih itu kita makan kenyang dan cepat lapar," kata dr Caleb.

"Maka dari itu, rekomendasi saya ketika sahur itu kita makan makanan yang lebih tahan kenyang. Makan makanan yang kompleks karbohidrat, mungkin nasi diganti jadi nasi merah. Dan selain karbohidrat, banyakin protein dan lemak. Jadi jangan takut lemak ya, lemak disini diperlukan. Komposisi lemak dan protein yang lebih banyak akan membuat tubuh kita lebih tahan kenyang," pungkasnya.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Lemas saat Puasa? Ini Rekomendasi Menu Berbuka buat Nge-boost Energi"