Hagia Sophia

24 January 2024

Hasil Riset: Tidur Cukup Bisa Tingkatkan Harapan Hidup

Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/MARIOS07

Gaya hidup dan pola makan sehat dibarengi olahraga teratur merupakan kunci untuk bisa hidup panjang umur. Namun di samping itu, yang tak kalah penting berperan meningkatkan harapan hidup seseorang adalah waktu tidur yang cukup. Seperti apa korelasinya?

Dikutip dari Mayo Clinic, mengacu pada penelitian yang diterbitkan baru-baru ini dengan melibatkan 172.321 orang dewasa, pria yang tidur cukup hidup sekitar lima tahun lebih lama dibandingkan pria yang tidak tidur cukup. Pada wanita, perbedaan waktu hidupnya mencapai dua tahun.

Sebaliknya, sekitar sepertiga orang dewasa mengurangi waktu tidurnya, mengalami peningkatan risiko serangan jantung, demensia, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya.

Memang sebenarnya, apa yang terjadi pada otak dan tubuh saat seseorang tidur? Apa yang membuat usia hidup seseorang bisa bertambah dengan tidur cukup?

"Tidur bersifat memulihkan," ujar dokter jantung di Mayo Clinic, Virend Somers. "Selama tidur, otak dan tubuh Anda melakukan banyak tugas penting yang penting untuk kesehatan secara keseluruhan," ujarnya lebih lanjut.

Somers menjelaskan, dalam kondisi tidur, tubuh bekerja menyembuhkan dan memulihkan diri sendiri. Seiring itu, sistem kekebalan memperbaiki otot yang sakit dan jaringan yang terluka, ruang antara sel-sel otak melebar, memungkinkan cairan membuang racun.

Dalam kondisi otot relaks, kelenjar serta jaringan mengeluarkan hormon penting, seperti hormon pertumbuhan dan testosteron.

Sebaliknya, kondisi kurang tidur bisa memicu sederet masalah kesehatan. Salah satunya, yakni risiko berat badan berlebih akibat lemak perut menumpuk. Pasalnya, kondisi kurang tidur mengganggu hormon seperti leptin dan ghrelin, yang mengatur rasa lapar dan nafsu makan.

Dalam penelitian Mayo Clinic, ketika peserta penelitian yang sehat hanya tidur empat jam semalam, mereka mengkonsumsi 350 kalori lebih banyak dari biasanya pada hari berikutnya.

"Biasanya, ketika orang sehat makan lebih banyak dari yang mereka butuhkan, kelebihannya disimpan dalam lemak subkutan di bawah kulit," kata Dr. Somers. Ketika peserta yang kurang tidur makan berlebihan, kelebihan tersebut disimpan sebagai lemak visceral yang menghasilkan peradangan dalam perut.

Tekanan darah meningkat
Dalam penelitian lain yang dilakukan di Mayo Clinic, ditemukan bahwa kurang tidur menyebabkan peningkatan tekanan darah. Temuan ini berkaitan dengan hasil penelitian lain yang menyebut, orang yang tidur kurang dari tujuh jam cenderung mengalami percepatan penuaan pada jantung dan pembuluh darah.

"Itulah dampak buruk dari kurang tidur," kata Dr. Somers. "Bahkan ketika orang yang kurang tidur bisa tidur nyenyak, tekanan darahnya tetap tinggi.

Fungsi otak menurun
Dalam kondisi kurang tidur, otak tidak memiliki cukup waktu untuk membuang racun secara menyeluruh. Walhasil, risiko kondisi neurologis seperti penyakit Alzheimer meningkat.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jam Tidur Cukup Bisa Bikin Hidup Panjang Umur! Begini Temuan Riset Terbaru"