Hagia Sophia

24 November 2022

40 Orang Hilang di Gempa Cianjur, Berapa Lamakah Bisa Bertahan Hidup Dibawah Reruntuhan?

Foto: Ikbal Selamet/ detikJabar

Bencana gempa di Cianjur kini telah memakan korban sebanyak 271 orang meninggal dunia dan 2.043 orang luka. Selebihnya, laporan hingga Kamis (24/11/2022) menyebut, masih ada sebanyak 40 orang hilang.

"Perlu dipahami, bahwa banyaknya korban jiwa dan luka-luka dalam gempabumi Cianjur bukan diakibatkan guncangan gempabumi, melainkan karena tertimpa bangunan yang tidak sesuai dengan struktur tahan gempabumi," ungkap Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam laman resmi BMKG, Rabu (23/11).

Dikutip dari BBC, kemampuan korban bertahan hidup di bawah reruntuhan sisa gempa bumi sebenarnya dipengaruhi oleh kemampuan akses air dan udara. Keberlangsungan hidup korban gempa bumi amat berhantung pada langkah pertama saat gempa terhadi atau bangunan runtuh.

Pada beberapa kondisi, situasi menjadi lebih sulit lantaran korban yang tertimpa reruntuhan ada dalam kondisi terluka. Hal ini membuat tubuh menjadi sulit bergerak atau disebut 'sindrom himpitan'.

Selain itu, dalam kondisi tubuh terperangkap di ruang tertutup, suhu dan kandungan karbon dioksida akan meningkat. Jika sudah mencapai kadar terlalu tinggi, korban yang terjebak bisa mati lemas.

Jika korban terjebak dalam kondisi tidak terluka, kunci bertahan hidup ada pada pasokan udara dan akses air.

Hingga kini, tidak ada informasi yang pasti perihal berapa lama seseorsng bisa bertahan hidup tanpa hidrasi. Pada kasus ini, khususnya dalam kondisi terperangkap di bawah reruntuhan pasca gempa bumi. Namun beberapa perkiraan menyebut, manusia bisa bertahan hidup dalam rata-rata waktu berkisar tiga hingga tujuh hari tanpa hidrasi.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Terkait Gempa Cianjur, Berapa Lama Bisa Bertahan Hidup di Bawah Reruntuhan?"