Hagia Sophia

27 February 2023

AS Masih Percaya Kalau Asal COVID-19 dari China

Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal

Beberapa waktu lalu, beredar kabar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berhenti melakukan investigasi terkait asal-usul Corona. Setelah hal kabar miring tersebut diluruskan oleh WHO, kini Departemen Energi di Amerika Serikat ikut menyampaikan dugaannya bahwa virus Corona berasal dari kebocoran laboratorium China.

The Wall Street Journal melaporkan, mengacu pada laporan rahasia oleh kantor Direktur Intelijen Nasional Avril Haines, sebelumnya lembaga tersebut sempat ragu-ragu perihal awal kemunculan virus Corona. Dikutip dari Journal dan The New York Times, orang-orang yang membaca laporan rahasia tersebut menilai, departemen sebenarnya tidak begitu percaya diri perihal adanya berbagai teori asal-usul COVID-19 dari sejumlah lembaga dan pandemi yang melanda dunia pada awal 2020.

Namun demikian, simpulan yang dicetuskan oleh intelijen baru tersebut tetap dinilai penting karena departemen tersebut mengawasi jaringan laboratorium nasional, termasuk beberapa yang melakukan penelitian biologi tingkat lanjut.

Departemen tersebut sekarang bergabung dengan Biro Investigasi Federal. Badan tersebut meyakini, pandemi yang telah menewaskan hampir tujuh juta orang ini adalah hasil dari kecelakaan di laboratorium China.

"Saat ini belum ada jawaban pasti yang muncul dari komunitas intelijen atas pertanyaan ini," ungkap Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan sembari menekankan banyaknya pandangan lembaga terkait masalah ini, dikutip dari Channel News Asia, Senin (27/2/2023).

Sempat Ada Kabar WHO Stop Investigasi Asal-usul Corona

Pada pertengahan Februari, WHO berjanji untuk melakukan segala kemungkinan sampai pihaknya bisa mendapatkan jawaban terkait asal-usul COVID-19. WHO juga menyangkal laporan yang menyatakan bahwa badan tersebut telah menghentikan penyelidikannya.

"Kami perlu terus mendorong sampai kami mendapatkan jawabannya," beber Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan, merujuk pada pencarian asal-usul Corona, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (17/2).

"Mengetahui bagaimana pandemi ini bermula sangat, sangat penting dan sangat krusial," imbuhnya.

Komunitas ilmiah menegaskan, penting untuk mencari asal-usul pandemi untuk melawan atau bahkan mencegah pandemi di lain waktu ke depannya.























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Soal Asal-Usul COVID-19, AS Masih Yakin Bocor dari Lab di China"