Hagia Sophia

20 March 2023

Bagaimanakah Dampak Kecanduan Pornografi? Ini Kata Pakar

Ilustrasi nonton video porno. (Foto: Dok.Detikcom)

Twitter diramaikan dengan sebuah tweet yang bertanya kepada netizen seputar kecanduan nonton porno. Aura seseorang dianggap berbeda jika kecanduan pornografi.

"Guys benar nggak sih katanya orang (baik cowok/cewek) yang nonton bok*p tuh auranya jadi beda?" tulis akun @tanyakanrl.

"Aura nya jadi gelap karena cahaya imannya ditutup. Hidupnya nggak pernah tenang bakalan kepikiran dan merusak konsentrasi kalau sekali nggak nonton. Makanya yang sering nonton mending usahain buat perlahan berhenti deh. Mending stop dari sekarang daripada makin jauh," cuit akun @delapannn.

Menanggapi hal tersebut, psikolog Anastasia Satriyo, M Psi mengatakan anggapan-anggapan aneh seperti ini perlu diberi edukasi. Sebagai psikolog anak, ia lebih concern terhadap early expsosure pronografi karena pemahaman anak terhadap segala sesuatu masih terbatas. Untuk bicara saja, anak masih belum terampil membedakan mana kalimat yang boleh digunakan dan tidak.

"Apalagi kalau udah ketambahan pronografi. Nanti malah dipake ngobrol sama teman, jadinya bisa masuk ke isu sexual harassment padahal dia nggak tahu itu nggak boleh diomongin," jelasnya ketika ditemui detikcom di Fakultas Kedokteran UPH, Tangerang.

Dampak Kecanduan Pornografi

Menurut Anastasia, pornografi memberi gambaran yang salah tentang seksualitas. Orang dewasa ingin performa pasangan mirip seperti yang ada di film tersebut. Hal ini berpengaruh terhadap kualitas hubungan bersama pasangan. Ketika pengelolaan emosi tidak bagus dapat menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Itu juga ngaruh ke kepercayaan diri dan ekspektasi relasi sosial. Kalau masturbasi itu ada efek positifnya untuk rilis stres. Tapi pornografi dan masturbasi 2 hal yg berbeda sebenarnya," tambah Anastasia.

Ia menjelaskan umumnya orang yang sering menonton pornografi belum tentu terlihat jelas gerak-geriknya. Namun, kecanduan yang sudah parah dapat terlihat gejalanya, misalnya gelisah atau berkeringat ketika tidak menontonnya.

Spesialis anak Dr dr Fransisca Handy BW Agung, SpA, IBCLC menambahkan orang tua harus menjadi edukator seks yang pertama dan utama bagi anaknya. Orang tua harus bisa membicarakan seks dengan anak secara terbuka dan nyaman.

"Orang tua banyak yang nggak punya gadget rule di rumah. Tiap hari anak pegang gadget. Bisa adiksi. Pornografi 'kan sekarang banyaknya lewat layar (gadget)," kata dr Fransisca. Ia mengatakan orang tua juga perlu melakukan screen time rule di rumah.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ramai di Medsos, Sering Nonton Porno Bikin Aura Jadi Gelap? Ini Penjelasan Ahli"