Hagia Sophia

16 March 2023

Benarkah Rachel Vennya Nonton BLACKPINK Karena FOMO?

Rachel Vennya. (Foto: Instagram @rachelvennya)

Pekan lalu, girl group Korea Selatan BLACKPINK menggelar konser di Indonesia. Sejumlah public figure yang ikut meramaikan konser yang digelar di Gelora Bung Karno (GBK) tersebut.

Salah satu public figure yang menikmati penampilan Jisoo dan kawan-kawan yaitu selebgram Rachel Vennya. Namun ketika ia membagikan momennya di Instagram, ibu dua anak ini malah dituding warganet hanya FOMO atau Fear of Missing Out.

"Rachel FOMO ya? Perasaan dia nggak kenal dunia idol," ujar akun @rey***, merespons unggahan Rachel Vennya.

"Yaelah FOMO banget," timpal akun @wil***.

"Tuhkan bener dugaanku mana mungkin Buna nggak nonton, ternyata day 2," tulis netizen lainnya @vel***.

Psikolog klinis dan founder pusat Konsultasi Anastasia and Associate Anastasia Sari Dewi, menanggapi fenomena tersebut secara umum. Menurutnya, kunci pengertian FOMO adalah takut tertinggal akan sesuatu, khususnya yang sedang tren.

"Fenomena FOMO sendiri adalah fenomena sosial di mana belakangan ini tren yang singkatan dari Fear of Missing Out. Kuncinya adalah perasaan takut tertinggal akan sesuatu," ujar Sari ketika dihubungi oleh detikcom, Selasa (14/3/2023).

FOMO bukan hanya berkaitan dengan konser atau event-event tertentu, melainkan ada banyak hal yang bisa menjadikan seseorang FOMO. Fenomena ini bisa meliputi sejumlah tren seperti makanan, minuman, perilaku, pakaian, permainan, dan lain sebagainya.

Sari menuturkan, penyebab seseorang menjadi FOMO cukup beragam. Salah satunya yaitu agar eksistensinya diakui di lingkungan sosial.

"Atau mungkin ada keinginan juga kalau orang lain memandang dia, lebih tahu gitu tentang fenomena itu juga memiliki pengalaman lebih banyak. Jadi semacam eksistensi lah ya," kata Sari.

Kemungkinan lainnya yang menyebabkan seseorang menjadi FOMO yaitu konformitas. Konformitas adalah sesuatu yang dilakukan banyak orang secara bersama-sama.

Menurut Sari, perilaku konformitas berpengaruh lantaran menjadikan sesuatu yang umum menjadi sesuatu yang wajib dilakukan.

"Konformitas juga berpengaruh disini, di mana ada sesuatu yang dilakukan oleh lebih banyak orang, secara bersama-sama," kata Sari.

"Di satu situasi tertentu itu membuat orang, kalau di lingkungan sosial itu menjadi sesuatu yang wajar, yang umum, yang seolah-olah menjadi wajib dilakukan padahal itu tidak," lanjutnya.

Sari menambahkan, FOMO juga bisa disebabkan oleh keinginan seseorang untuk bergabung ke satu kelompok tertentu. Seseorang menjadikan fenomena ini sebagai cara atau strategi agar diterima oleh kelompok tersebut.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Heboh Disebut-sebut Terkait Rachel Vennya Nonton BLACKPINK, Apa Penyebab FOMO?"