Hagia Sophia

16 March 2023

Benarkah Ada 300-an Lulusan Kedokteran Belum Miliki Surat Tanda Registrasi?

Ilustrasi dokter. Foto: Shutterstock

Dokter Maya Sandra, perwakilan dari Forum Dokter Pejuang STR mengklaim ada sekitar 300 lulusan kedokteran yang belum mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR). Ia mempertanyakan standar kelulusan nilai yang diterapkan saat uji kompetensi dokter Indonesia (UKDI) berlangsung.

Mereka disebut sudah mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk setiap administrasi dan pengujian kompetensi dokter. Bukan sekali dua kali, beberapa lulusan kedokteran bahkan disebut terpaksa mengikuti delapan hingga sembilan kali UKDI.

"Kami belum punya STR sejak kami lulus dan adapun teman-teman kami punya STR tapi lagi kami sudah mengikuti ujian kompetensi yang diselenggarakan di kolegium, kami tiap ujian berbayar dengan harga tidak kecil, jutaan," kata dia dalam Public Hearing soal RUU Kesehatan di Kemenkes RI, Rabu (15/3/2023).

"Satu kali ujian pertama Rp 2,5 juta ujian kedua Rp 1,2 juta, dan teman-teman kami yamg berjuang untuk STR tidak satu kali lulus ada yang tujuh kali delapan kali, dan kami pertanyakan untuk apa uang itu," sambungnya.

Lebih lanjut, ia berharap ada transparansi dalam standar nilai yang ditetapkan atau angka kelulusan UKDI. Bila akhirnya tidak kunjung ada kejelasan terkait STR, diharapkan ada pembinaan lebih lanjut untuk mempermudah prosesnya.

Selain belum mengantongi STR, adapula beberapa di antaranya dari mereka yang memiliki STR tidak aktif, alias belum diperbaharui selama lima tahun. Karenanya, muncul usulan kebijakan berlakunya STR diubah menjadi seumur hidup.

"Ujian kami kemarin online tidak ada berkas, yang kami kerjakan hanya online, dan itu tetap kami suruh bayar untuk registrasi kartu ujian dan pesertanya banyak tapi yang lulus hanya sedikit," sambungnya.

"Dan itu yang kami pertama bahkan kami pun tidak pernah melihat angka kelulusan itu berapa nilai standarnya berapa," pungkas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah ke depan bakal menyederhanakan proses perolehan STR dengan tetap mengedepankan standar kompetensi calon dokter.

"Tadi saya lihat kan temen-temen tadi banyak menyampaikan mengeluh karena mengeluarkan banyak uang yang cukup banyak untuk pembiayaan STR jadi saya dengar tanya juga ke dokter Dante tanya berapa untuk memperpanjang STR dan SIP itu berapa dia bilang 6 juta," terangnya.

"Dan saya cek juga di KKI berapa yang diproses ada 77 ribu setahun ada 400 miliar setahun. Jadi yang harus dikeluarkan dokter-dokter setiap tahun untuk lulus STR dan SIP itu mahal sekali ya sebesar itu harusnya dokter-dokter nggak usah keluarin uang sampai 460 miliar per tahun hanya untuk pengurusan izin-izin itu lebih baik dipakai untuk penelitian untuk pendidikan," lanjut dia.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Curhat Dokter Pejuang STR, Tak Lulus-lulus Sudah 8 Kali Ujian"