Hagia Sophia

16 March 2023

Osteoporosis Bisa Juga Serang Anak Muda, Ini Gejalanya

Ilustrasi osteoporosis. Foto: shutterstock

Osteoporosis merupakan penyakit pengeroposan tulang yang berbahaya. Jika tidak segera dilakukan penanganan, masalah kesehatan ini bisa menyebabkan patah tulang.

Terdapat beberapa gejala yang bisa nampak dari pengidap osteoporosis. Menurut dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Tirza Z Tamin, Sp.KFR (K), salah satu gejala yang bisa terlihat adalah penurunan tinggi badan.

"Kadang-kadang pada usia ke 40-50 kenapa ini kok tubuhnya makin membungkuk. Kok tinggi badannya turun 4 cm," ucap dr Tirza ketika ditemui detikcom di Jakarta Pusat, Rabu (15/3/2023).

Selain menurunnya tinggi badan, postur tubuh yang semakin membungkuk bisa menjadi salah satu tanda adanya penyakit osteoporosis.

Adapun penyakit ini tak hanya dialami oleh orang tua atau lanjut usia (lansia). Anak muda sekalipun juga bisa terkena osteoporosis. Menurut dr Tirza, gejala osteoporosis pada anak muda bisa ditandai dengan rasa nyeri di bagian punggung.

"Sering satu pada usia muda itu, 'kok ada nyeri ini pada tulang belakang'. Itu bisa silent ya osteoporosis. Ada juga (gejala) yang silent atau tidak nyeri," jelasnya.

Karenanya, dr Tirza mengimbau kepada masyarakat untuk memastikan kesehatan tulang dengan melakukan pemeriksaan dini. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya komplikasi atau perburukan dari penyakit osteoporosis, khususnya untuk masyarakat yang sudah tergolong lansia.

"BMD (bone mineral densitometry) wajib juga ya. Kita mengharapkannya screening itu 6 bulan sekali kalau sudah masuk kategori lansia," jelasnya.

"Dan ada juga ada yang namanya one minute osteoporosis test itu ada pertanyaan-pertanyaan. Itu ada di puskesmas. Pertanyaan yang menyatakan kita ini memang mengalami osteoporosis atau tidak. Satu menit aja itu," sambungnya.

Selain kedua tes tersebut, dr Tirza juga menyarankan pemeriksaan risiko fraktur pada tulang dengan melakukan screening dengan metode FRAX (fracture risk assessment tool).

"Ada juga FRAX namanya untuk menilai osteoporosis ini bagaimana 10 tahun ke depan risiko terjadi fraktur seperti itu. Jadi udah banyak ini pemeriksaan-pemeriksaan dini yang bisa dicoba," pungkasnya.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tak Hanya Lansia, Osteoporosis Juga Bisa Diidap Anak Muda! Waspadai Gejalanya"