Hagia Sophia

27 June 2023

Terkait Kasus Virus Oz, Kemenkes Pastikan Belum Teridentifikasi di RI

Ilustrasi virus. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)

Kementerian Kesehatan RI menyoroti laporan kasus kematian pertama di dunia terkait virus Oz yang menyerang lansia usia 70-an di Jepang. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Maxi Rein Rondonuwu memastikan kasus yang sama belum teridentifikasi di Tanah Air.

"Belum ditemukan di Indonesia," demikian konfirmasinya saat dihubungi detikcom Senin (26/6/2023).

dr Maxi menjelaskan virus Oz adalah anggota baru thogotovirus, pertama kali diisolasi dari kumpulan 3 nimfa kutu Amblyomma testudinarium.

Virus yang ditemukan di Prefektur Ehime, Jepang pada 2018 ini dipastikan dr Maxi bersifat zoonosis atau ditularkan melalui hewan seperti satwa liar termasuk monyet, rusa, tikus, ke manusia. Belakangan, kasus di Jepang berkaitan dengan penularan dari gigitan kutu.

"Pada manusia, thogotovirus telah menyebabkan ensefalitis (radang otak), penyakit demam, pneumonia, hingga kematian. Namun cara penularan ke manusia belum diketahui dengan pasti, kemungkinan tertular dari gigitan kutu yang membawa virus tersebut," wanti-wanti dr Maxi.

Meski belum dilaporkan di Indonesia, dr Maxi mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan langkah pencegahan khususnya bagi para peternak dengan tempat berisiko penularan virus.

"Edukasi ke peternak tentang sanitasi yang baik di peternakan, mengenakan pakaian lengan dan celana panjang saat pergi ke daerah berumput/semak-semak, dan menggunakan lotion anti serangga," pesan dia.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kemenkes RI Soroti Kematian Pertama Virus Oz, Bisa Sefatal Ini Gejalanya"