Hagia Sophia

27 September 2023

Pakar: Manusia Bisa Hidup Hingga 120 Tahun

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/kieferpix

Hingga saat ini dalam sepanjang sejarah baru ada satu orang yang secara resmi hidup lebih dari 120 tahun. Namun, seorang dokter dan ahli jantung Ernst von Schwarz mengatakan bahwa hidup hingga usia 120 tahun dapat dicapai dengan lebih mudah, mulai dari dekade ini.

Ia percaya bahwa kemajuan pesan stem cell dapat bekerja jauh melebihi harapan dari harapan umat manusia. Ia berpendapat bahwa manusia hidup hingga usia 150 tahun akan menjadi normal pada akhir abad ini.

Von Scwarz juga menambahkan, bahwa manusia yang hidup selama ratusan tahun itu nantinya tidak hanya menjadi individu pasif, tetapi juga menjadi individu aktif yang dapat berpartisipasi dalam kehidupan sosial, profesional, serta memiliki kualitas hidup sehat.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah beralih dari apa yang kita sebut pengobatan reaktif ke apa yang sekarang kita sebut pengobatan regeneratif, sebagian besar menggunakan terapi stem cell," jelas von Schwarz dikutip dari NY Post, Senin (25/9/2023).

"Meskipun stem cell tidak disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), ini adalah masa depan pengobatan di mana kita dapat memperbaiki kerusakan. Dan dengan memperbaiki kerusakan, kita dapat memperpanjang umur, atau bahkan mengurangi proses penuaan tertentu," sambungnya.

Sejumlah besar uji klinis tengah dilakukan namun sejauh ini FDA memang hanya menyetujui satu terapi, yaitu untuk pasien kanker darah. Menurutnya, terapi stem cell merupakan penemuan paling penting dalam pengobatan modern.

"Stem cell dapat memperbaiki lutut yang mengalami rematik, dapat menumbuhkan kembali rambut, dan memperbaiki beberapa kerusakan di otak," ujarnya.

"Satu suntikan membutuhkan waktu kurang dari setengah jam tanpa waktu pemulihan, dibandingkan dengan operasi," sambungnya.

Stem cell merupakan 'sel induk' tubuh yang dapat menjadi darah, kulit, rambut hingga bagian tubuh mana pun. Secara alami stem cell yang bertanggung jawab untuk regenerasi tubuh.

Von Schwarz bahkan menggunakannya sendiri untuk mengobati nyeri lengan dan bahunya karena degenerasi saraf. Dua tahun kemudian, ia mengaku tak mengalami gejala sama sekali setelah melakukan satu kali suntikan.

Permasalahan pelik muncul persoalan mendapatkan stem cell yang didapatkan dari jaringan biologis. Stem cell biasanya didapatkan dari jaringan plasenta, darah tali pusat, dan jeli wharton.

"Setelah bayi lahir, bahan ini biasanya dibuang, dan laboratorium membeli bahan tersebut," ucapnya.

"Itu tidak diperbolehkan di negara ini. Dan dari sudut pandang etika tentu saya tidak akan pernah mempertimbangkan hal itu," sambungnya.

Stem cell tidak dapat bekerja sendiri. Ia mengingatkan bahwa usia 30 tahun merupakan waktu di mana masyarakat harus mulai mengubah pola hidup. Mulai dari mengonsumsi makanan sehat, hingga rutin berolahraga.

"Kita tahu bahwa dengan modifikasi gaya hidup dan pengurangan faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, dan diabetes dapat mengurangi kematian akibat penyakit kardiovaskular hingga 90 persen dan memperpanjang usia," pungkasnya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ilmuwan Cari Tahu Cara Manusia Bisa Hidup 120 Tahun, Ini Temuannya"