Hagia Sophia

27 September 2023

Awalnya Sering Merasa Lelah dan Memar, Wanita Ini Hadapi Gagal Ginjal Stadium 5

Foto: Tangkapan layar viral atas izin yang bersangkutan

Kelelahan dan memar umumnya adalah kondisi yang bisa saja dialami setiap orang dalam rutinitas sehari-hari. Namun bagi wanita asal Bandung bernama Della, kelelahan dan memar yang dirasakan menjadi pertanda tubuhnya mengidap penyakit yang tak terduga.

Meski baru berusia 25 tahun, Della sudah divonis dokter mengidap gagal ginjal stadium 5 atau akhir, dan harus menjalani cuci darah seumur hidup. Diagnosis itu pertama kali ia terima tiga tahun yang lalu.

"Dokter ngomong, 'ini tuh sakitnya udah lama kayak orang udah sakit ginjal 5 tahun', karena udah parah langsung, final stage stadium 5. Hari itu aku paling ingat karena dokter ngomong kayak gitu," tutur Della saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/9/2023).

Menurut pengakuan Della, semua berawal dari gejala kelelahan dan memar yang ia rasakan pada tahun 2020 silam. Namun saat itu, Della menganggap sepele gejala tersebut dan tidak memeriksakan diri ke dokter.

Spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi, dr Jonny, SpPD-KGH, MKes, MM, DCN, FINASIM, mengungkapkan seseorang yang mengidap gagal ginjal memang bisa mengalami gejala berupa kelelahan dan memar. Hal tersebut terjadi lantaran rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah akibat ginjal yang tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

"Kelelahan itu karena Hb-nya rendah, Hb-nya rendah karena ginjalnya jelek, karena salah satu fungsi ginjal adalah untuk mengeluarkan hormon yang disebut eritropoietin. Hormon ini untuk pembentukan sel darah merah," terangnya saat dihubungi detikcom, Selasa (26/9/2023).

Sehingga, sambungnya, saat ginjal tak lagi berfungsi dengan baik maka produksi hormon tersebut akan terganggu dan mengakibatkan Hb dalam darah pasien menjadi rendah.

"Itu yang menyebabkan kelelahan," ucapnya.

Sedangkan, memar-memar yang muncul di permukaan kulit bisa disebabkan oleh gangguan autoimun. Pada kasus Della, dr Jonny mengatakan gangguan autoimun tersebut kemungkinan menyerang trombosit yang berperan dalam proses pembekuan darah.

"Memarnya kalau saya pikir ini ada satu penyakit autoimun, penyakit autoimun ini bisa menyerang trombosit. kalau trombositnya rendah bisa timbul memar-memar sama mimisan, karena trombosit itu fungsinya untuk pembekuan darah," jelasnya.

Apakah Hipertensi Memengaruhi Gagal Ginjal?

dr Jonny mengungkapkan hipertensi bisa menjadi salah satu gejala adanya gangguan pada ginjal. Misalnya pada kasus Della, yang sudah mengalami hipertensi sejak usia SMA.

"Pasien ini kan dari SMA ada hipertensi, harusnya kalau hipertensinya dari muda itu harus dicari. Nggak mungkin hipertensi dari muda itu dari keturunan, pasti ada penyebabnya yang disebut dengan hipertensi sekunder," ujarnya.

Karena itu, saat mengetahui ada riwayat hipertensi ditambah gejala seperti kelelahan, memar, dan mimisan, pasien harusnya segera ke dokter.

"Kalau kita lihat semua ada hipertensi, ada memar-memar, bengkak, mimisan, kayaknya ini ada kelainan di glomerulus atau di sel ginjalnya. Harusnya kalau seperti itu waktu masih awal dia dibiospi apakah ada kelainan autoimun atau apa," kata dr Jonny terkait dengan kondisi yang dialami Della.

"Saya kira kalau ada gejala jangan sampe ditunda 7-8 tahun seperti ini. Kalau ada hipertensi cari penyebab hipertensi itu dari awal, karena hipertensi itu salah satu penyebabnya adalah gagal ginjal," pungkasnya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Dialami Wanita di Bandung, Ini Alasan Gagal Ginjal Bisa Picu Kelelahan-Memar"