Hagia Sophia

27 September 2023

Berita Tidak Menyenangkan Bagi yang Pernah Kena COVID-19: Risiko Organ Rusak

Foto ilustasi: Getty Images/iStockphoto/oonal

Penyintas COVID-19 ternyata masih dihantui risiko penyakit lain yang bisa muncul. Berdasarkan studi terbaru, para 'alumni' COVID-19 hidup dengan gejala menetap atau long COVID bisa mengalami kerusakan pada organ-organ utamanya.

Dari hasil pemindaian MRI, pasien long COVID tiga kali lebih mungkin mengalami gangguan pada organ tubuhnya. Misalnya seperti pada paru-paru, otak, hingga ginjal.

Melihat dari hasil studi yang diterbitkan di jurnal ilmiah Lancet Respiratory Medicine ini, para peneliti percaya bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan keparahan dari penyakitnya.

Dalam studi tersebut, mereka mengamati 259 pasien yang sakit parah akibat COVID-19 dan dirawat di rumah sakit. Lima bulan pasca pulang dari RS, hasil MRI menunjukkan bahwa organ-organ utama mereka menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Dampak paling besar terlihat pada paru-paru yang menunjukkan keabnormalan saat dilakukan pemindaian 14 kali. Kondisi yang tidak normal juga terlihat pada otak dan ginjal pasien yang mengalami COVID-19 parah.

Sementara kondisi jantung dan liver, tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan.

"Lima bulan setelah dirawat di rumah sakit karena COVID, kami menemukan lebih banyak abnormalitas di paru-paru, otak, dan ginjal pada pasien-pasien tersebut dibandingkan grup yang tidak pernah mengalami COVID," ungkap salah satu peneliti utama dalam studi tersebut, Dr Betty Raman, dari Universitas Oxford, dikutip dari BBC.

"Usia pasien, seberapa parah COVID mereka, serta apakah mereka juga mengidap penyakit lain pada waktu yang sama, semuanya menjadi faktor signifikan dalam apakah kami menemukan kerusakan pada organ-organ penting ini di dalam tubuh," sambungnya.

Temuan-temuan ini merupakan bagian dari studi yang lebih besar untuk mengamati dampak jangka panjang COVID pada pasien yang dirawat di rumah sakit, dikenal sebagai studi Phosp-COVID.

Gejala Kerusakan Organ Akibat COVID-19

Para peneliti menemukan beberapa gejala yang cocok dengan tanda-tanda kerusakan organ yang terungkap dari pemindaian MRI. Ciri atau tandanya adalah batuk dengan gangguan lain pada paru-paru.

Namun, tidak semua gejala yang dialami pengidap long COVID bisa dikaitkan langsung dengan apa yang terlihat pada hasil scan MRI.

Dr Raman mengatakan kemungkinan kelainan pada lebih dari satu organ lebih umum terjadi pada orang yang dirawat di rumah sakit, dan masih melaporkan masalah kesehatan fisik dan mental setelah mereka pulih dari infeksi awal.

"Apa yang kami lihat adalah orang-orang dengan kelainan multi-organ pada MRI, yaitu, mereka memiliki lebih dari dua organ yang terkena dampak, empat kali lebih mungkin melaporkan gangguan mental dan fisik yang parah dan sangat parah," sambung dia.

"Temuan kami juga menyoroti perlunya layanan tindak lanjut multidisiplin jangka panjang yang berfokus pada kesehatan paru dan ekstraparu (ginjal, otak, dan mental), khususnya bagi mereka yang dirawat di rumah sakit karena COVID."

Prof Chris Brightling, dari Universitas Leicester dan memimpin penelitian mengatakan riset ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk memahami kelompok gejala berbeda yang membentuk sindrom dikenal sebagai long COVID.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Fakta-fakta Tak Enak Buat 'Alumni' COVID-19, Ada Risiko Organ Rusak"