Hagia Sophia

22 April 2024

RSCM Sukses Lakukan Transplantasi Hati pada Pasien Anak dan Dewasa

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (istimewa)

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) kembali sukses melakukan prosedur transplantasi hati. Operasi tersebut sudah dilakukan sebanyak 89 kali, 79 pada pasien anak dan 10 kasus di usia dewasa.

Teranyar, dua hari lalu, pasien berusia 53 tahun dengan riwayat sirosis dan kanker hati berhasil menerima transplantasi. Kondisinya hingga saat ini terpantau stabil. Pasien mendapat donor organ hati dari saudari ipar.

Spesialis penyakit dalam dr Kemal Fariz Kalista di RSCM yang menangani pasien, menyebut proses transplantasi tidak bisa sembarang dilakukan. Dua syarat utama yang harus dimiliki adalah adanya hubungan saudara atau keluarga antara si donor dan resipien. Kedua, golongan darah dipastikan sama.

"Background penyakitnya memang di mana pun di dunia, indikasinya dilakukan transplantasi jika ada sirosis hati, penyakit hati tahap akhir yang sudah tidak mampu melaksanankan fungsinya secara normal sehingga racun-racun terkumpul semua, dan muncul berbagai komplikasi," terang dia dalam konferensi pers Minggu (21/4/2024).

"Kedua kanker hati, yakni timbul benjolan bersifat ganas dalam hati dan ini sangat ageresif sekali, angka kematian satu orang bahkan di angka 80-90 persen," tandasnya.

Proses transplantasi tersebut otomatis mengangkay hati yang sakit dan menggantinya dengan yang baru. Bentuk hati disebut akan kembali 100 persen dalam hitungan minggu hingga bulan.

Orang yang menjalani transplantasi hati, bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Tidak kalah dengan Singapura, angka keberhasilan transplantasi hati di RSCM bahkan mencapai 82 persen, sementara di Negeri Singa 83 persen. Lebih dari 80 pasien yang ditangani terpantau sehat dan hidup lebih dari satu tahun.

Pasien transplantasi anak umumnya menhalami gangguan bawaan sejak lahir yakni atresia bilier. Sementara pada kasus dewasa gangguan hati paling sering berkaitan dengan hepatitis B, hepatitis C, sampai perlemakan hati.

Mereka dengan kondisi sirosis hati dan kanker hati nyaris tidak bisa sembuh dengan penanganan obat-obatan, sehingga jalan keluar satu-satunya adalah transplantasi. Dalam kesempatan serupa, Direktur Utama RSCM Supriyanto mengimbau masyarakat untuk melakukan transplantasi di Indonesia, alih-alih memilih prosedur serupa di negara tetangga seperti Singapura.

"Di RSCM transplantasi organ sudah mandiri, transplantasi ginjal, dan semuanya, transplantasi hati, kita sudah bisa mandiri dari semula awalnya masih disupervisi."

"Kemampuan sudah paripurna, alat-alat dan sebagainya, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat mau ganti hati nggak usah jauh-jauh, ganti hati di RSCM saja," pungkasnya.






 



















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "RSCM Sukses Transplantasi Hati pada Pasien Dewasa dan Anak, Tak Kalah dari Luar Negeri"