Hagia Sophia

21 December 2023

BMKG Membenarkan Suhu di Jawa Beberapa Hari Terakhir Menyengat

ilustrasi cuaca panas. (Foto: Dok. Detikcom)

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto membenarkan suhu di sejumlah wilayah pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir kembali 'menyengat'. Tren semacam ini masih akan terus berlangsung dalam tiga hari ke depan.

Citra satelit menunjukkan tidak terdapat tutupan awan di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara, sehingga sinar matahari secara intens langsung ke permukaan bumi. Minimnya pertumbuhan awan hujan di kedua wilayah itu juga dikarenakan aktivitas pola tekanan rendah pada sekitar Laut China Selatan.

Otomatis menyebabkan berkurangnya aliran massa udara basah ke arah selatan ekuator. Prediksinya, potensi peningkatan curah hujan di Jawa hingga Nusa Tenggara baru mulai terjadi di 23 Desember.

"Rata-rata suhu maksimum ada di 34 hingga 36 derajat Celcius," beber Guswanto saat dihubungi detikcom Rabu (20/12/2023).

Imbas cuaca panas tersebut, tidak sedikit masyarakat yang kerap mengeluhkan 'banjir keringat' hingga muncul kekhawatiran berdampak pada risiko kesehatan. Menurut pakar kesehatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban, kondisi berkeringat secara umum wajar terjadi di masa cuaca panas.

Namun, ada beberapa gejala yang wajib diwaspadai mengarah ke kemungkinan penyakit tertentu seperti hipertiroid.

"Kalau ada kelenjar thyroid, itu bisa mengeluarkan hormon thyroid. Kalau hormon thyroid itu produksinya berlebihan, maka bisa menyebabkan gemetar dan berkeringat banyak," terangnya dalam akun X pribadinya, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan.

"Kalau dipegang, kulitnya itu agak halus dan tensinya sedikit tinggi. Kemudian, kalau denyut jantung, nadi kita juga menjadi agak cepat, itu disebut dengan hipertiroid," lanjut dia.

Mengapa Keluar Keringat saat Suhu Panas?

Menurutnya, hal ini dikarenakan saat udara panas, peredaran darah banyak berkumpul di dekat kulit. Walhasil, terjadi penguapan yang berujung pada keluarnya keringat. sehingga suhu badan perlahan menurun sedikit.

"Jadi itu wajar," terang Prof Zubairi.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cuaca Panas di Pulau Jawa 'Ugal-ugalan', Waspadai Banjir Keringat yang Tak Normal"