Hagia Sophia

24 December 2023

Singapura Disebut Sudah Lewati Gelombang Puncak COVID-19, Indonesia Kapan?

Ilustrasi. Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Sama seperti Indonesia, Singapura juga tengah mengalami kenaikan kasus COVID-19 yang disebut-sebut akibat varian JN.1. Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung menyebut, puncak gelombang COVID-19 di Singapura kali ini mungkin sudah melalui puncaknya. Sebab dalam tiga hari berturut-turut, jumlah kasus infeksi terpantau menurun.

Pada 20 Desember, tercatat ada 6.060 kasus infeksi COVID-19, menurun dari total kasus harian tertinggi pada 12 Desember yakni 7.870 kasus. Namun begitu, jumlah orang yang mengalami sakit parah setelah terinfeksi virus Corona juga terus meningkat.

Sebelumnya juga sempat muncul informasi, bahwa rumah sakit di Singapura kewalahan menampung pasien COVID-19 pada gelombng kali ini. Dalam pekan yang berakhir 16 Desember, sebanyak 965 orang dirawat di rumah sakit karena COVID-19, naik dari 763 orang pada minggu sebelumnya.

Pasien yang masuk ICU juga bertambah dari 23 pada minggu sebelumnya menjadi 32 pada minggu terakhir. Selama seminggu terakhir, rata-rata 560 orang dirawat di rumah sakit dalam satu hari, termasuk di antaranya yakni pasien anak berusia 11 tahun ke bawah.

"Kita harus ingat bahwa kasus-kasus parah biasanya akan mencapai puncaknya setelah puncak kasus-kasus ringan, jadi meskipun puncak kasus sudah terjadi, kita mungkin perlu untuk melakukan hal ini. tunggu beberapa saat sebelum dampaknya terhadap sistem layanan kesehatan mulai membaik," kata Associate Professor Alex Cook dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Saw Swee Hock di National University of Singapore, dikutip dari The Straits Times, Sabtu (23/12/2023).

"Hanya karena kasusnya menurun bukan berarti gelombangnya telah mencapai puncaknya, dan gelombang tersebut belum berakhir sampai kasusnya kembali turun," ujarnya lebih lanjut.

RI Apa Kabar?

Melihat situasi COVID-19 yang disebut sudah menurun di Singapura dalam beberapa hari terakhir, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, penurunan serupa di Indonesia juga akan tiba tidak lama lagi. Menurutnya, ada prediksi gelombang COVID-19 di RI akan menurun pada Februari 2024.

"Jadi kenaikannya dia pesat, artinya dia mendominasi varian yang ada. Kalau pengalaman kita di sebelum-sebelumnya begitu dia sampai 80 persen, di atas 80 persen itu peak-nya tercapai," ungkap Menkes dalam konferensi pers, Jumat (22/12/2023).

"Jadi harusnya di Januari itu peak-nya sudah dicapai. Nah peaknya berapa lama? Biasanya kita turun tidak lebih dari satu bulan. Peak-nya paling 2 minggu sampai 4 minggu maksimal sudah kemudian terjadi penurunan," pungkasnya.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Gelombang COVID-19 di Singapura Disebut Telah Lewati Puncak, RI Apa Kabar?"