Hagia Sophia

21 August 2023

Menkes RI: Populasi Jepang Didominasi Oleh Centenarian, Apa Itu?

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Salah satu alasan pihak yang menolak Undang Undang Kesehatan baru adalah kekhawatiran membanjirnya tenaga kesehatan asing ke Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menepis kekhawatiran itu.

Menurutnya, saat ini semua negara menghadapi persoalan yang sama terkait krisis tenaga dokter dan dokter spesialis, salah satunya Jepang.

"Ketemu sama orang Jepang, Menkesnya bilang waduh Jepang centenariannya makin banyak. Centenarian itu apa? Orang dengan usia 100 tahun semakin banyak, orang dengan usia 100 kan nggak bisa praktik sebagai dokter, mereka perlu perawat sebagai pengganti, terus mereka bilang kalau bisa Indonesia kirim dong 10 ribuan setahun, (tenaga kesehatan)," cerita Menkes dalam agenda di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2023).

Selain Jepang, 'fenomena' aging population atau populasi yang semakin menua ini juga ditemukan di Belanda. Menkes Belanda juga disebutnya turut meminta ketersediaan Indonesia mengirim tenaga dokter dan dokter spesialis kurang lebih lima ribu dalam satu tahun.

"Jadi dibanjiri dari mana? Karena semuanya kurang (tenaga dokter dan dokter spesialis) jadi untuk teman-teman yang merasa seperti itu, kekhawatiran itu agak berlebihan tidak ada satupun negara yang kelebihan," sambungnya.

Menkes mengakui UU Kesehatan baru memang mengizinkan masuknya tenaga kesehatan asing, tetapi tidak berarti mengabaikan proses adaptasi yang menjadi persyaratan.

Penempatan nakes asing juga tidak di kota, tetapi di daerah terluar dan terpencil.

Banyak nakes asing diakui Menkes tertarik dengan penempatan di wilayah terpencil lantaran menganggap sebagai pengalaman baru.

"Mungkin buat kita nggak menarik, tapi bagi mereka menarik," katanya.

Selain itu, kebutuhan nakes asing bakal ditempatkan sebagai pengajar yang ditujukan sebagai transfer knowledge untuk menambah kualitas masing-masing dokter. Menkes lagi-lagi mengimbau publik untuk tidak khawatir, nakes asing juga tidak diperbolehkan membuka praktik mandiri.

"Praktiknya harus di RS dan ada proses adaptasi, sama seperti yang dulu cuma nanti akan kita bedakan mana lulusan di Filipina, atau lulusan Harvard Medical school, ya supaya apa, supaya talenta-talenta masuk untuk bisa mengatasi isu jumlah distribusi dan juga untuk mengatasi kuantitas, nggak ada satupun di negara yang Menkes-nya bilang kelebihan nakes," pungkas d





















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Menkes Ungkap Jepang Hadapi Krisis Dokter, Populasinya Didominasi Centenarian"